RKS penanggungjawab pelaksanaan, tanggung jawab atas pekerjaan yang cacat

Disini kita berikan contoh RKS penanggungjawab pelaksanaan, tanggung jawab atas pekerjaan yang cacat persyaratan teknis umum. Sebelumnya juga sudah kita bahas mengenai RKS referensi dan pemakaian ukuran.

 

PENANGGUNGJAWAB PELAKSANAAN

  1. Pelaksana Pekerjaan / Pemborong harus menempatkan seorang penanggungjawab pelaksanaan seorang sarjana Sipil yang ahli dan berpengalaman minimal selama 5 th dan sebagai pelaksana pekerjaan bangunan rangka baja. Penanggungjawab pelaksanaan harus selalu berada di lapangan yang bertindak sebagai wakil Pelaksana Pekerjaan / Pemborong di lapangan dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan-keputusan teknis dengan tanggungjawab penuh di lapangan untuk menerima segala instruksi dari Konsultan Pengawas. Semua langkah dan tindakannya oleh Konsultan Pengawas dianggap sebagai langkah dan tindakan Pelaksanaan Pekerjaan / Pemborong.
  2. Penanggungjawab harus terus menerus berada di tempat pekerjaan selama jam-jam kerja dan saat diperlukan dalam pelaksanaan atau pada setiap saat yang dikehendaki Konsultan Pengawas.
  3. Petunjuk dan perintah Konsultan Pengawas didalam pelaksanaan disampaikan langsung kepada Pelaksana Pekerjaan / Pemborong melalui penangungjawab tersebut sebagai penanggungjawab di lapangan.
  4. Pelaksana Pekerjaan / Pemborong diwajibkan pada setiap saat menjalankan disiplin dan tata tertib yang ketat terhadap semua buruh, pegawai, termasuk pengurus bahan-bahan yang berada dibawahnya. Siapapun diantara mereka tidak boleh melanggar terhadap peraturan umum, mengganggu ataupun merusak ketertiban, berlaku tidak senonoh melakukan perbuatan yang merugikan pelaksanaan, harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah Konsultan Pengawas.

 

TANGGUNGJAWAB ATAS PEKERJAAN YANG CACAT

  1. Semua cacat-cacat akibat penyusutan atau kesalahan-kesalahan lain yang timbul selama jangka waktu tanggungjawab dari Pelaksana Pekerjaan / Pemborong yang disebabkan oleh penggunaan bahan-bahan yang tidak sesuai atau cara pengerjaannya yang tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan didalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat pelaksanaan (RKS) ini, menjadi tanggungjawab penuh dari Pelaksana Pekerjaan / Pemborong untuk mengadakan perbaikan sampai dianggap cukup oleh Konsultan Pengawas atas biaya Pelaksana Pekerjaan / Pemborong.
  2. Konsultan Pengawas juga berhak untuk setiap saat minta kepada Pelaksana Pekerjaan / Pemborong untuk mengadakan perbaikan-perbaikan dengan biaya Pelaksana Pekerjaan / Pemborong atas semua pekerjaan yang cacat yang timbul selama masa pemeliharaan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.