Macam macam beban yang bekerja pada bangunan

Sebuah bangunan bisa tergolong kuat apabila sanggup menanggung berbagai beban yang mempengaruhinya.

Ada macam macam beban yang bekerja pada bangunan yaitu beban mati, hidup, angin, gempa, serta khusus. Masing-masing beban tersebut mempunyai berat yang harus bisa ditanggung oleh struktur bangunan.

 

Berikut ini sedikit penjelasan singkat mengenai beberapa beban beserta penulisan lambangnya dalam perhitungan perencanaan struktur. Meskipun singkat, semoga bisa memberikan pencerahan.

Beban mati, lambangya M

Beban mati merupakan berat sendiri material bangunan serta bermacam komponen yang melekat kepadanya. Contohnya pada strukur lantai beton bertulang ada beban mati yang berasal dari berat beton, besi, dinding, serta benda-benda yang melekat pada lantai tersebut.

Beban hidup, lambangnya H

Berat yang muncul akibat penghunian atau penggunaan suatu bangunan seperti adanya beban kendaraan yang lewat diatas jembatan. Contoh lainya yaitu adanya orang berjalan diatas lantai rumah tinggal. Ada juga berat yang muncul pada atap akibat tetesan atau aliran air hujan.

Beban angin, lambangnya A

Beban angin disebabkan oleh perbedaan tekanan udara pada suatu daerah sehingga muncul hembusan angin yang menerpa bangunan.

Beban gempa, lambangnya G

Yaitu gaya yang terjadi pada struktur bangunan akibat adanya pergerakan tanah ketika terjadi gempa. Setiap wilayah memeliki resiko gempa yang berbeda, sehingga dalam menghitung strukturnya perlu disesuaikan dengan besar kecilnya resiko gempa.

Beban khusus, lambangnya K

Beban khusus disebabkan oleh perbedaan selisih suhu, pemasangan dan pengangkatan, penurunan pondasi, penyusutan material, pengaruh rem mesin, serta gaya yang timbul akibat bermacam penyebab khusus lainya.

 

Ada beberapa kombinasi dari beban-beban tersebut yang perlu ditinjau dalam menghitung struktur bangunan yaitu

Pembebanan tetap

  • M+H

Pembebanan sementara

  • M+H+A
  • M+H+G

Pembebanan khusus

  • M+H+K
  • M+H+A+K
  • M+H+G+K

 

Dalam menghitung struktur bangunan, beban-beban tersebut perlu direncanakan atau diketahui datanya. Sehingga bisa disiapkan bentuk serta ukuran bagian struktur bangunan yang kuat namun ekonomis.

Misalnya pada bangunan struktur beton bertulang ada perencanaan pondasi, sloof, kolom balok, plat lantai dan tangga.

Pada jembatan juga ada perencanaan pondasi, abutment, balok jembatan, serta lantai jembatan menyesuaikan beban yang bekerja kepadanya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.