dasar pelaksanaan pekerjaan surat perjanjian borongan SPB

Dalam pasal dasar pelaksanaan pekerjaan menjelaskan tentang apa saja pedoman yang digunakan oleh pihak kedua sebagai subkontraktor dalam melakukan pekerjaan dalam surat perjanjian borongan.

Pada intinya isinya yaitu membahas tentang apa saja surat yang menjadi dasar pembuatan kontrak, gambar kerja, spesifikasi teknis, peringatan tertulis, serta apa yang harus dilakukan apabila terjadi perubahan dalam pelaksanaan.

Agar lebih mudah, kita buatkan saja daftar list nya sebagai berikut.

Dasar-dasar pelaksanaan pekerjaan proyek

  1. Surat perjanjian borongan dan segala perubahanya.
  2. Rencana kerja dan syarat-syarat
  3. Syarat admninistrasi, teknik pelaksanaan, dan keselamatan kerja berdasarkan peraturan undang-undang yang berlaku.
  4. Peringatan atau petunjuk tertulis dari pihak pertama.
  5. Petunjuk konsultan pengawas apabila ada pertanyaan penafsiran gambar dan spesifikasi teknis.

 

dasar pelaksanaan pekerjaan borongan

dasar pelaksanaan pekerjaan borongan

Pasal 3

DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN

3.1.  Pekerjaan DEWATERING GEDUNG SEMUT  harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi tersebut di bawah ini :

(a)  Perjanjian  ini  dan segala perubahan  dan  Addendumnya (jika ada);

(b)  Perjanjian Pemborongan antara PIHAK PERTAMA dan Pemberi Tugas, termasuk segala perubahan dan Addendumnya  (jika  ada),  Rencana Kerja dan Syarat-syaratnya (Syarat-syarat Umum,  Syarat-syarat Khusus, Spesifikasi Teknis, Berita Acara Penjelasan) dan gambar-gambar.

(c)  Semua ketentuan dan syarat-syarat mengenai administrasi, teknik   pelaksanaan   pekerjaan dan keselamatan  kerja  yang  tercantum dalam   peraturan / perundang-undangan yang berlaku.

(d) Petunjuk  dan peringatan tertulis yang  diberikan  oleh PIHAK PERTAMA  untuk mencapai maksud dan tujuan perjanjian ini.

3.2. PIHAK KEDUA mengikatkan diri kepada PIHAK PERTAMA untuk pelaksanaan Pekerjaan Subkontraktor ini dengan ketentuan dan Spesifikasi Teknis sama seperti PIHAK PERTAMA terikat kepada Pemberi Tugas untuk pelaksanaan pekerjaan  tersebut  dalam Perjanjian Pemborongan antara PIHAK PERTAMA dengan Pemberi Tugas.

  • Dalam rangka Pekerjaan DEWATERING GEDUNG SEMUT, atas permintaan PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA akan memberikan dokumen Spesifikasi dari dokumen Perjanjian Pemborongan antara PIHAK PERTAMA dengan Pemberi Tugas.

3.4.  Apabila timbul pertanyaan mengenai penafsiran  gambar  atau spesifikasi, pertanyaan tersebut akan diajukan kepada Konsultan Pengawas Pekerjaan dan  keputusan Konsultan Pengawas Pekerjaan merupakan keputusan yang terakhir dan mengikat kedua belah pihak. Dalam hal tidak ada Pengawas Pekerjaan,  keputusan PIHAK PERTAMA harus diikuti oleh PIHAK KEDUA.

Tags:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.