bagan kemajuan pekerjaan surat perjanjian borongan SPB

Pasal bagan kemajuan pekerjaan surat perjanjian borongan SPB menjelaskan tentang kewajiban subkontraktor sebagai pihak kedua agar memberikan laporan progres prestasi proyek kepada general kontraktor.

Laporan ini sangat penting untuk memanajemen pelaksanaan proyek. Baik itu terkait item pekerjaan yang dilaksanakan oleh subkontraktor lain, atau pengaturan keuangan proyek terkait pembayaran pekerjaan.

Bagan kemajuan pekerjaan bisa berbentuk kura S, grafik, foto pekerjaan, atau media lainya yang bisa menjelaskan kemajuan prestasi proyek.

 

bagan kemajuan pekerjaan

bagan kemajuan pekerjaan

Pasal 5

BAGAN KEMAJUAN PEKERJAAN

5.1. Dalam waktu 3 (tiga) hari kalender setelah tanggal Perjanjian ini PIHAK KEDUA  wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA bagan kemajuan untuk pelaksanaan Pekerjaan DEWATERING GEDUNG SEMUT.

Selanjutnya PIHAK PERTAMA dengan mempertimbangkan bagan kemajuan Pekerjaan DEWATERING GEDUNG SEMUT tersebut, akan membuat Bagan Kemajuan Pekerjaan dan bila perlu mengubahnya  selama pelaksanaan Pekerjaan.

5.2. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan Pekerjaan DEWATERING GEDUNG SEMUT ini menurut Bagan Kemajuan Pekerjaan tersebut pada ayat 1 pasal ini, sedangkan penyimpangan hanya dibenarkan jika mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

5.3. PIHAK KEDUA harus melaporkan kepada PIHAK PERTAMA gambaran kemajuan dari pekerjaan yang telah dicapai terhadap Bagan Kemajuan Pekerjaan tersebut termasuk pemakaian tenaga kerja, pengadaan peralatan/bahan/barang, curah hujan dan penjelasan langkah-langkah berikutnya dalam rapat-rapat kemajuan pekerjaan yang harus dilaksanakan paling sedikit sekali setiap  1  (satu) minggu.

 

Pada contoh tersebut bisa kita lihat bahwa pihak kedua wajib melaporkan bagan kemajuan pekerjaan 3 hari setelah tanggal perjanjian untuk menjadi pertimbangan pembuatan jadwal.

Jika sudah dibuatkan jadwalnya maka pihak kedua berkewajiban mengikuti rambu waktu tersebut agar pekerjaan bisa selesai sesuai waktu yang direncanakan.

General kontraktor bisa memanggil seluruh perwakilan subkontraktor untuk mengadakan rapat harian, mingguan, atau bulanan untuk membahas kemajuan pekerjaan masing-masing.

Langkah ini cukup penting untuk menggali permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan sehingga bisa dicarikan solusinya dengan tepat.

Jika ada keterlambatan dari jadwal, maka general kontraktor bisa menginstruksikan untuk mempercepat pekerjaan dengan cara menambah tenaga kerja, alat, atau hal lain yang mendukung percepatan.

Tags:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.