Arus balik setelah lebaran H+

Sudah menjadi fitrahnya manusia yang merindukan kampung halamanya di akherat dan saat ini sedang merantau di dunia, namun tidak semua manusia sadar betul akan hal itu tetapi secara tidak sadar melakukan hal-hal yang sebenarnya menjalankan kegiatan yang mirip-mirip dengan kenyataan tersebut yaitu adanya tradisi arus mudik dan arus balik di Indonesia di saat hari raya idul fitri. Nah.. saat pasca idul fitri maka terjadi arus balik setelah lebaran H+1 sampai dengan H+sekian hari. Pada har-hari tersebut kita berbondong-bondong kembali melakukan perjalanan ke daerah perantauan, ada yang bekerja, berusaha, atau melakukan kegiatan lainya yang dharapkan bisa mendapatkan kemudahan dalam meraih cita-cita.

 

Lalu apa saja kegiatan yang sering kita lakukan saat hari-hari terjadinya arus balik tersebut? karena masing-masing pribadi itu unik maka dipastikan ada macam-macam keragaman kegiatan berbeda, jadi kita tuliskan saja hal-hal umum yang banyak dilakukan, mari kita tuliskan disini 🙂

Tabel kemungkinan kegiatan arus balik setelah lebaran H+sekian

NoH+Kegiatan
1H+1Berkunjung ke sanak saudara yang rumahnya tidak terlalu jauh, misalnya tetangga, saudara dekat, dll jadi pada hari ini terjadi kepadatan lalu lintas jalur pendek dalam kota atau antar kota yang perjalananya tidak terlalu banyak membutuhkan waktu.
2H+2Silaturahmi ke rumah kerabat yang sudah berumur atau bisa dibilang sesepuh.
3H+3Silaturahmi ke rumah temann-teman.
4H+4Silaturahmi ke rumah teman-teman.
5H+5sedang apa?
6H+6lagi apa?
7H+7Ada tradisi syawalan, para muda mudi ramai-ramai berkunjung ke laut, gunung-gunung atau area wisata sebagai luapan kegembiraan di hari lebaran idul fitri.
8H+8Ini merupakan hari puncak arus balik, puncaknya kepadatan lalu lintas.
9H+9lalu lintas masih
10H+10sebagian ada yang sudah bekerja atau berusaha melakukan rutinitas kembali dengan bekal pribadi yang lebih tangguh karena sudah dilatih dengan aneka kegiatan di bulan Ramadhan dan hari raya idul fitri.

 

Puncak arus balik rata-rata terjadi pada H+8 setelah masyarakat melakukan kegiatan silaturahmi, saling bermaaf-maafan dan tradisi syawalan, jadi bagi yang hendak melakukan perjalanan pada hari tersebut sebaiknya sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi kemungkinan terkena kemacetan sebagai akibat padatnya lalu lintas kendaraan di jalan. ya.. semoga selamat sampai tujuan dan selamat berjuang kembali di tanah perantauan semoga lekas terwujud apa yang menjadi harapan 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.