Abutment (Pangkal Jembatan)

Abutment (pangkal jembatan) adalah konstruksi bangunan dibawah ujung jembatan yang berfungsi sebagai pondasi, dudukan, sekaligus dinding penahan tanah.

Strukturnya bisa dibuat dengan berbagai jenis material seperti pasangan pondasi batu kali, beton bertulang, atau yang lainya.

Pembuatan bentuk, dimensi, serta ukuranya harus memperhitungkan berbagai beban yang harus didukung sehingga dapat berdiri dengan kuat.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai abutment.

 

Fungsi abutment

Abutment berfungsi untuk menyalurkan beban vertikal dan horisontal dari bangunan atas ke pondasi dengan fungsi tambahan untuk mengadakan peralihan tumpuan dari timbunan jalan pendekat ke bangunan atas jembatan.

 

Beban yang harus bisa didukung Abutment

Konstruksi abutment harus mampu mendukung beban-beban yang bekerja, yang meliputi :

  • Beban mati akibat bangunan atas yaitu gelagar jembatan, pelat lantai jembatan, trotoir, sandaran, perkerasan dan air hujan.
  • Beban hidup akibat bangunan atas yaitu beban merata, beban garis dan beban hidup pada trotoir.
  • Beban mati akibat bangunan bawah yaitu berat sendiri abutment, berat tanah timbunan dan gaya akibat tekanan tanah.
  • Beban sekunder berupa gaya rem, gaya gempa dan gaya gesekan akibat tumpuan yang bergerak.

 

Gaya gaya yang bekerja pada abutment

gaya yang bekerja pada abutment

gaya yang bekerja pada abutment

Dimana :

  • Rd = beban mati akibat bangunan atas (t/m)
  • R1 = beban hidup akibat bangunan bawah (t/m)
  • q = beban pembebanan (1 t/m)
  • Hs = gaya horizontal akibat beban sekunder (t/m)
  • Wc = beban mati akibat berat sendiri abutment (t/m)
  • Ws = beban mati akibat berat tanah timbunan (t/m)
  • Pa = gaya tekanan tanah (t/m)
  • F = gaya angkat (t/m)
  • q1, q2 = reaksi pada tanah dasar (t/m2)

 

Demikian penjelasan mengenai struktur abutment, berikutnya kita bahas mengenai beban hidup yang bekerja pada jembatan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.