5 tahun setelah resign dari kontaktor besar, ini yang saya rasakan

Tidak terasa sudah 5 tahun berjalan setelah saya resign dari kontraktor besar yang ternama di indonesia, tidak perlu saya sebutkan nama, yang jelas perusahaan itu baik.

Perusahaan itu sangat baik terhadap karyawan, namun saya lebih memilih jalan berbeda dengan mengundurkan diri meskipun sudah diangkat sebagai pegawai tetap sampai pensiun di usia tua.

Gaji besar, tunjangan, prospek karir, fasilitas kerja, itu memang nampak luar biasa tapi ada goncangan pada bathin saya yang rasanya telah terinfeksi virus pengusaha sehingga akan terasa tersiksa jika masih terus bekerja sebagai karyawan sampai usia tua. Dan obat dari virus itu adalah saya harus berwiraswasta.

Tentu saja tidak mudah ketika saya memikirkan akan resign, bermacam bayangan ketakutan tergambar. Misalnya takut tidak bisa mendapat penghasilan, takut meninggalkan gaji bulanan yang selama ini sudah terjamin dapat tranferan, dan macam-macam takut lainya.

Belum lagi masukan dari rekan kerja dengan pola pikir pekerja yang lebih banyak menyarankan agar saya tetap mempertahankan status kerja.

Perang bathin itu terus bergejolak hingga dengan mengucap bismillah saya beranikan diri untuk membuat surat resign dan memberikanya kepada HRD perusahaan.

Sampai akhirnya surat balasan itu datang, yang menandakan bahwa pengunduran diri saya telah resmi diterima, mulai detik itu segala fasilitas perusahaan, dari mulai gaji dan kawan-kawanya sudah tidak lagi berhak saya terima.

Laksana memulai kehidupan baru, seperti bayi yang terlahir kembali. saya mulai menjalankan usaha. Tentu saja banyak rintangan, suka duka yang harus dijalani karena bisa dibilang saya bukanlah pemilik modal besar, tidak berpengalaman usaha, dan masih banyak kekurangan lainya.

Namun dengan kebulatan tekad saya beranikan diri untuk berjuang, sambil mempelajari ilmunya, saya sering mengingatkan diri saya dengan berpedoman bahwa

  • sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat
  • brangsiapa memudahkan urusan orang lain maka allah akan memudahkanya dari kesulitan-kesulitan.
  • Manusia cerdas adalah orang yang bekerja untuk kehidupan sesudah kematian.
  • Kaya bukanlah yang banyak harta, tapi kaya adalah hati yang merasa cukup.
  • Berpuasalah kamu sebagaimana diwajibkan atas orang-orang terdahulu agar kamu bertaqwa.
  • Barangsiapa bertaqwa maka allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

 

Tahun pertama masih mengandalkan pesangon, dan sisa-sisa tabungan semasa kerja. kehidupan masih berjalan normal-normal saja, karena saya bukan tipe orang yang menghabiskan gaji secepat kilat tanpa berpikir untuk menabung walau hanya secuil saja.

2 tahun berjalan namun usaha yang saya jalankan belum juga mendapatkan penghasilan seperti apa yang diharapkan. Tapi saya tetap jalankan, sudah dapat hasil meskipun belum seberapa. sempat berpikir untuk kembali menjadi pekerja, namun niat itu saya pupuskan saja karena masih membayangkan nikmatnya usaha.

namun di tahun ke tiga alhamdulillah pendapatan perbulan sudah dapat dirasakan bahkan terkadang lebih dari gaji apabila saya tetap bekerja sebagai karyawan.

Dan ditahun ke empat saya sudah mulai merasakan bagaimana nikmatnya sekaligus susahnya menjadi pengusaha, ada kebebasan waktu tapi kalau tidak bisa mengatur diri maka usaha bisa tidak terkendali. Ada kebebasan dalam bekerja tapi kalau malas-malasan mau makan apa. he.. he..

Ditahun kelima alhamdulillah saya sudah bisa mulai menikmati irama ditengah merebahnya wabah corona. Saya mulai belajar bagaimana caranya agar hati tetap tenang baik itu dalam kondisi suka maupun duka, tetap ayem meskipun dalam keadaan susah maupun senang. Berusaha meniatkan segala aktifitas untuk ibadah, rajin bekerja, rajin menjalankan syariat agama, insya allah dunia akherat bahagia.

 

Disini saya tidak menyarankan agar para karyawan beralih menjadi pengusaha atau sebaliknya. Karena masing-masing profesi punya kenikmatan sekaligus konsekuensi yang harus dijalani.

Sebagai karyawan punya jaminan pendapatan bulanan, namun dari segi waktu tidak ada kebebasan. Sebaliknya sebagai pengusaha waktunya lebih lapang namun kalau malas berjuang maka stock beras bisa ikutan lapang.

Demikian selamat bekerja apapun profesinya, gunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya dengan memberikan karya yang terbaik, jangan lupa menjalankan kewajiban agama beserta sunah-sunahnya. Karena itulah paket komplit untuk menggapai hidup bahagia, hati tenang aman sentosa.

2 Comments

  1. Lord kontraktor 19 January 2021
    • Ahadi 20 January 2021

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.