Yang korupsi di proyek tidak akan pernah kaya

Yang korupsi di proyek akan banyak harta, tapi tidak akan pernah kaya karena selalu merasa kurang dan ingin yang lebih…, sudah punya rumah ingin yang lebih besar, sudah punya mobil ingin yang lebih mewah, hati selalu merasa resah gelisah karena keinginan tak kunjung juga tercapai, ada juga yang resah karena terjebak dengan hutang kredit rumah, sepeda motor atau mobil, ada yang pusing karena sibuk memikirkan cara korupsi lagi dengan harapan agar bisa segera menutup beban hutang akibat usaha meraih keinginan lama. Ya.. terus terjebak dalam penderitaan akibat keinginan yang selalu ada saja hal-hal baru hingga tak terasa masuk ke liang kubur, penderitaan tidak berhenti sampai disini, penderitaan berlangsung abadi karena harus mempertanggungjawabkan apa yang di korupsi dihadapan Tuhan yang Maha Tahu.. Harta yang dikorupsi seakan menjelma menjadi ular besar yang melilit tubuh sepanjang waktu, atau berubah menjadi bara api yang menyala diatas kepala setiap saat.

 

Bukti bahwa korupsi di proyek tidak bisa membuat kaya

ada banyak bukti yang bisa menjelaskan hal ini, diantaranya adalah

  1. Seorang manajer proyek yang korupsi akan dijauhi bawahanya, hak-hak karyawan menjadi terampas sehingga kinerjanya tidak maksimal, ini membuat manajer tersebut lemah dalam memimpin pelaksanaan pembangunan, berarti secara tidak sadar manajer tersebut telah membatasi kemampuan dirinya akibat korupsi, bisa dibilang tidak jadi kaya dan terhormat karena seharusnya ia bisa menjadi manajer hebat dengan banyak proyek sekaligus anak buah yang siap bahu membahu untuk menyelesaikanya dengan bagus.
  2. Seorang pelaksana yang mengambil bahan bangunan dari proyek untuk dipasang dirumahnya, entah itu keramik, marmer atau lampu, dan barang tersebut sebenarnya bukan merupakan haknya. misalnya mengambil marmer untuk dipasang di ruang tamu rumah pribadi, ini akan membuat rumah tersebut tidak nyaman untuk dihuni, saat-saat duduk diruang tamu untuk meraih ketenangan tapi harus teringat pada tindakan masa lalunya yang mengambil marmer dari proyek. belum lagi kalau ada tamu yang tahu bahwa marmer tersebut berasal dari proyek, maka rasa hormat tamu tersebut menjadi berkurang.
  3. Orang yang korupsi berarti tidak bisa mengendalikan keinginan untuk memiliki barang bagus meskipun bukan merupakan haknya, dalam keseharianya pasti sering kekurangan biaya akibat tidak mampu mengendalikan keinginan, terpaksa kredit sehingga semakin banyak hutang.
  4. Koruptor itu jauh dari teman-teman yang tulus, mereka mengendalikan orang dengan uang, jadi biaya hidupnya akan mahal karena sedkit-sedikit harus memakai uang, ini akan membuatnya merasa miskin meskipun hartanya banyak. berbeda dengan orang jujur , ia akan disukai teman-teman sehingga banyak orang-orang disekitar yang siap membantu secara sukarela.

 

Kita tidak menyalahkan manusia si koruptor karena sesungguhnya ia dalam keadaan sakit, rasa sakit tersebut jauh lebih mengerikan dibanding penyakit fisik, namun sayangnya harta hasil korupsi tersebut membuat penyakit yang ada pada dirinya justru semakin parah, hanya ada satu jalan untuk mengobati rasa sakit tersebut yaitu berusaha dan meminta pertolongan Allah Tuhan yang maha kaya, contohnya dengan melaksanakan ibadah yang diwajibkan, misalnya dengan shalat maka kita dapat menghindarkan diri agar tidak berbuat keji dan munkar termasuk korupsi, dengan puasa maka kita bisa menjadi pribadi bertaqwa yang mampu mengendalikan keinginan, dengan membayar zakat dan sedekah maka kita bisa berlatih merelakan harta yang ada pada diri agar bisa dinikmati oleh orang lain. jadi mari berusaha menjadi manusia sehat yang tidak terjebak dengan penyakit hati akibat korupsi, dan semoga kita diberikan kekuatan oleh Tuhan yang maha pelindung agar tidak melakukan korupsi di proyek 🙂

2 Comments

  1. ilmubangunan.com 18 October 2014
  2. www.jasasipil.com 27 October 2014

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.