Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

Tugas quality qontrol proyek bangunan

Kualitas bangunan yang baik merupakan harapan pemilik proyek yang diamanatkan kepada kontraktor, oleh karena itu diperlukan seorang staf quality qontrol untuk memastika setiap item pekerjaan di proyek mampu diproduksi dengan kualitas maksimal sesuai dengan standar perusahaan akan kualitas produk bangunan. Berikut ini beberapa tugas quality qontrol pada proyek bangunan.

 

Tugas quality qontrol proyek bangunan

  • Membuat permintaan untuk pemeriksaan atau pengetesan barang untuk intern kontraktor maupun bersama dengan konsultan pengawas atau owner untuk memastikan material yang akan digunakan sudah sesuai dengan criteria yang diinginkan pemilik proyek bangunan.
  • Membuat surat teguran atau menegur secara langsung kepada pelaksana, sub kontraktor atau mandor apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan atau pemngadaan material yang mempengaruhi mutu hasil pekerjaan dilapangan.
  • Melakukan pengecekan terhadap material yang akan didatangkankan maupun yang sudah tiba di lokasi proyek untuk memberikan status kepada bahan bangunan tersebut apakah ditolak atau diterima setelah melihat kualitas bahan.
  • Mengikuti jalanya pelaksanaan pembangunan sehingga setiap penyimpangan dalam pelaksanaan yang dapat mengurangi mutu pekerjaan dapat dicegah, hal ini lebih baik jika dibanding perlakuan pengecekan pekerjaan pada hasil akhir saja sehingga apabila terjadi mutu yang kurang baik harus dilakukan bingkar pasang yang dapat menyebabkan biaya tambahan.
  • Melakukan pengecekan apakah pelaksanaan pekerjaan dilapangan sudah sesuai dengan gambar pelaksanaan atau shop drawing.
  • Meminta contoh material atau brosur yang berisi spesifikasi material bahan kepada supplier sebelum melakukan pembelian sehingga material terpilih sesuai dengan standar kualitas yang dalam kontrak kerja.
  • Membuat laporan dan data-data yang dibutuhkan perusahaan yang berhubungan dengan pekerjaan quality qontrol pada proyek bangunan.

 

Dengan melakukan pengawasan kualitas yang ketat diharapkan dapat dihasilkan produk bangunan terbaik sehingga mampu memberikan kepuasan bagi pemilik proyek, dengan begini maka kontraktor akan lebih dipercaya dan mempermudah pekerjaan marketing untuk mendapatkan pekerjaan proyek bangunan selanjutnya karena sudah ada modal referensi proyek sebelumnya dengan kualitas bagus. Selamat bertugas bagi seluruh quality qontrol diseluruh proyek bangunan. begitulah kurang lebih tugas quality qontrol dalam proyek bangunan. :-)

  1. ilmusipil.com Calon presiden indonesia 2014 terbaik
  2. ilmusipil.com tenaga kerja proyek bangunan
  3. ilmusipil.com Tugas logistik proyek bangunan
  4. ilmusipil.com Tugas surveyor pengukuran pada proyek gedung
  5. ilmusipil.com Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan
  6. ilmusipil.com Gambaran kehidupan seorang tukang bangunan
  7. ilmusipil.com ingin cepat sukses adalah penyebab kegagalan
  8. ilmusipil.com Pekerja proyek membeli hp motor mobil mewah
  9. ilmusipil.com Perbedaan leader dan manager proyek
  10. ilmusipil.com tugas drafter pada kontraktor dan konsultan perencana
  11. ilmusipil.com Calon presiden yang terkenal baik karena hasil pencitraan
  12. ilmusipil.com Modal itu tidak hanya Uang
  13. ilmusipil.com Sarjana IPK 3+ belum tentu sukses
  14. ilmusipil.com Hidup bahagia sebagai tukang bangunan
  15. ilmusipil.com Tugas staf peralatan proyek bangunan
  16. ilmusipil.com Pengaruh iman pada kualitas pekerjaan proyek bangunan
  17. ilmusipil.com EPC Proyek Konstruksi
  18. ilmusipil.com Pernah korupsi di proyek?
  19. ilmusipil.com Tips sukses sebagai anak tukang bangunan

4 Comments

Add a Comment
  1. Tambahan lebih detail, sesuai urutan diatas al :
    1. a. Permintaan2 tsb mesti tertulis dan difile rapi, sehingga bisa jd bhn evaluasi dlm pemonitoran berikut. b. Membuat daftar dari awal sampai selesai proyek, apa saja dan bagian mana saja yg perlu dibuatkan test/sampling/ujicoba dsb berikut interval yg disesuaikan dgn volume material/produk konstruksi dilapangan, c. Membuat daftar mana yg menjadi bahan laporan daan mana yg hrs direkomendasikan kpd kontraktor utk diperbaiki,
    2. a. Setiap surat teguran hrs ada arsip dan tercatat, b. Dalam surat teguran sebaiknya juga diberi solusi yg diharapkan, shg mrk tdk mesti tanya lagi, c. Catat teguran2 yg tlh dilaksanakan dan belum brkt tgl pelaksanaannya utk bhn penilaan. d. Jika sampai batas tertentu blm dilaksanakan, beri surat peringatan yg lbh tegas dans sangsi jika blm juga dilaksanakan.
    3. a. Dalam penentuan apakah material yg datang diterima/tdk, sebagiknya sblmnya sdh diingatkan pd kontraktor/pengirim syarat2 yg diminta, agar tdk terjadi perang mulut dgn pengirim, b. Dalam mengukur volume /menghitung barang masuk mesti punya tehnik2 khusus agar lebih mudah dan akurat, c. Disini juga perlu ada catatan sendiri penerimaan barang dalm setiap harinya, utk mengevaluasi harian material masuk dan apa saja yg ditolak. d. Diantara materil banguna yg paling sulit penentuan mutunya adalah PASIR, utk itu sebelumnya perlu dibicarakan sampai bgmn cara menentukan mutu tsb agar suplyer memahami dan mengerti.
    4. a. Setiap proses konstruksi prinsipnya hrs “diketahui”, namun jika volume besar dan luas dipastikan seorang QC tdk akan mampu melihat semua, mk itu hrs membuat sketsa harian sesuai dgn jenis kerja. Didaftar mana pekerjaan yg hrs disaksikan langsung secara keterwakilan. b. Pekerjaan2 yg langsung tertutup misal pondasi, hrs menjadi prioritas utk dilihat cara pelaksanaannya jadwal periksa hrs periodik dan terus merupakan QC yg kita sendiri yakin, bahwa yg tdk kita lihatpun “80% sama dgn yg kita lihat”, dan jika ada keraguan, sekali kali ada pengamatan sisipan yg mendadak diluar yg kita rencanakan.
    5. a. Pekerja mesti dipastikan sebelumnya sdh membaca /memiliki gambar dan minimal sket2 dari mandornya. b. Kadang ada tukang yg punya pengalaman sendiri dan mengganggap gambar kita asing ia tdk mau melaksanakan sesuai gbr, maka thd tukang spt itu kita minta pd mandornya utk menjelaskan secara jelas dan tentu saja kita menjelaskan dulu pd mandornya. c. Sebenarnya jika yg diatas dilaksanakan, yaitu semua langkah kegiatan terawasi setiap hari scr keterwakilan, kesesuaian pelaksanaan dan gambar dgn sendirinya akan terkontrol.
    6. a. Semua bahan sebaiknya diminta sampelnya, sedang untuk material khusus sebelum nya ambil sampel satu biji dulu misal kunci, dll. b. Jika material/bahan tdk ada dilokasi, kita mesti laporkan pd pemilik proyek dan bisa dinegokan atau tetap mesti mencari diluar daerah.
    7. a. Kita sendiri sebelum terjun kelapangan sebaiknya sdh mensurvey semua bahan yg diperlukan kelapangan. b. Laporkan sesuai sistim laporan yg ditentukan, misal harian, mingguan, bulanan sesuai adanya dan berikan catatan2 penting yg ditemui dilapangan serta cara mengatasinya. Dan jika tdk bisa diatasi dilapangan bisa didiskusikan dgn atasan kita. c. Jangan sekali-kali memberikan laporan palsu ABS. Laporan yg benar sesuai dgn kondisi lapangan akan memberikan ketenangan diri kita sbg pelaksana QC lapangan, krn tidak ada beban lagi secara berlebihan jika terjadi sesuatu pekerjaan dalm pengawasan kita.
    Selamat bekerja, pengawasan kita menentukan Mutu Konstruksi yg dibuat.

  2. Satu lagi tugas QC diluar tehnis agar suatu konstruksi selesai sesuai dgn rencana adalah:

    1. Seorang QC mesti mempertahankan idealisme dan benar2 bahwa gambar hrs dilaksanakan dan akan berkurang kekuatan atau daya tahannya jika kita biarkan saja semaunya kontraktor/tukang, itu pasti. Maka tetap harus diawasi.

    2. Jangan sekali-kali minta sesuatu kepada kontraktor, suplyer, tukang dsb yg terlibat langsung maupun tidak langsung dgn pekerjaan yg kita awasi. Misal roko, makan siang, kopi pagi dan sejenisnya apalagi uang untuk bensin misalnya. Jangan sekali-kali. Itu akan mengurang 50% tingkat pengawasan kita padahal nilainya tdk sebanding dgn akibat yg kita tanggung jawabi.

    3. Jika tanpa kita tdk minta, tetapi diberi itupun mesti kita tolak dan kita mesti siap segalanya jgn ada sesuatu yg karenanya menyebabkan salah satu contoh diatas menjadi melunak. Misal krn belum sarapan, dilapangan diajak sarapan dan karena lapar maka tergoda, hal seperti itu jika menjadi kebiasaan menjadikan kekurang tegasan dlm mengawasi.

    4. Memang hal ini menyebabkan hubungan kita dilapangan menjadi kaku, padahal dilapangan kita satu team sama-sama utk menyelsaikan satu proyek yg sama dan tempat serta tujuan yg sama. Namun andai hal ini sdh biasa dan saling memahami kedudukan satu sama lainnya akan terbiasa dan baik2 saja.

    5. Jika semua itu kita lakukan akan menjadikan perasaan kita senang dan tenang dalam melaksanakan-memonitor-sampai selesai proyek ybsktn pun ada kepuasan dlm menjalankan tugas.

    Ini saya sampaikan krn hal sepele seperti ini yg sering terjadi dilapangan yg akhirnya sampai “lupa diri” sehingga hilang fungsi QC yg sebenarnya sehingga ujung2nya MUTU konstruksi menjadi dibawah standard yg kita rencanakan.

  3. Tapi pada kenyataannya QC yang ada di kontraktor tidak bisa menjalankan prosedur yang terdapat di Rencana Mutu Project, karena QC masih 1 company jadi berhadapan dengan rekan dan atasan sendiri,dan juga akan menghambat pekerjaan, schedule akan sulit terlaksana sesuai dengan harapan PM seagai atasannya, so… QC tidak bisa idealis, spt makan buah simalakama, lebih milih bersikap safe action to company

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ilmusipil.com © 2009 - 2014IlmuSipil.com