Tips menjual rumah agar harga kesepakatan tidak terpotong lagi

Tips menjual rumah agar harga kesepakatan tidak terpotong lagi oleh pajak-pajak, biaya notaris atau dimintai potongan harga oleh pembeli.

ini sekaligus menjawab pertanyaan bapak mpajri “Permisi numpang tanya, saya menjual sebidang tanah kosong seluas 1000 meter, dengan harga Rp.180.000,- permeter jumlah ( Rp.180.000.000,- ) pembeli menyetujui dengan harga jual berikut biaya pembuatan akta jual beli AJB berikut biayanya potongan pajak PBB taunan nya, yang saya mau tanyakan kenapa saya penjual harus terkena potongan PPN senilai 10 juta di luar biayanya pembuatan AJB dll, kata pembeli.? Terimakasih.”

biaya jual rumah

biaya jual rumah

Biaya-biaya yang timbul dalam jual beli rumah

Sebelumnya kita lihat dulu apa saja biaya yang muncul dalam transaksi jual beli rumah

  1. Pemeriksaan sertifikat.
  2. Pajak penjual, 5% x harga jual apabila harga jual rumah lebih tinggi dari nilai jual objek pajak (NJOP)
  3. Pajak pembeli, 5%
  4. Biaya akta jual beli (AJB), biaya balik nama (BBN).
  5. Jasa notaris.
  6. Biaya KPR, apabila pembelianya melalui kredit pemilikan rumah.
  7. Biaya lainya yang terkait rumah, misalnya pajak PBB rumah, tunggakan air PAM, tagihan listrik PLN.

Jika melihat daftar biaya diatas, ada beberapa point yang merupakan tanggung jawab penjual, tapi yang namanya jualan rumah itu biasanya tidak mau repot, pokoknya tahu beres terima sekian rupiah tanpa mau dipotong lain-lain. sementara dipihak pembeli juga pasti berusaha agar tidak keluar biaya banyak untuk mendapatkan rumah tersebut. jadi perlu trik rahasia agar sebagai penjual rumah tetap mendapatkan harga sesuai kesepakatan tanpa dipotong biaya apapun lagi.

Tips agar harga kesepakatan jual rumah tidak kena potongan lagi

Seperti dalam contoh kasus pertanyaan diatas, dimana penjual menjual rumahnya seharga 180 juta, tapi pembeli ngotot bahwa harus ada potongan harga 10juta untuk membayar PPN 10%. situasi ini tentu tidak akan terjadi jika sudah dilakukan antisipasi dari awal.

Caranya yaitu dibuat kesepakatan pada saat akad jual beli rumah, penjual dan pembeli sama-sama setuju dengan perjanjian secara tertulis yang ditanda tangani penjual, pembeli serta saksi-saksi, jangan lupa tanda tanganya diatas materai. dalam surat perjanjian tersebut cantumkan kalimat

Penjual dan pembeli menyepakati harga 180juta, dengan pajak-pajak dan semua biaya yang timbul dalam transaksi jual beli ditanggung oleh pembeli, penjual terima bersih 180juta tanpa potongan apapun.

bukan ngajarin tidak baik, tapi demi kebaikan bersama antara penjual dan pembeli agar tidak terjadi sengketa dikemudian hari, karena kalau surat perjanjianya sudah dibuat seperti itu maka segala biaya sudah menjadi kewajiban pembeli jika hendak balik nama atau membuat sertifikat sesuai namanya. 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.