Terpaksa atau salah mengambil jurusan SMK bangunan

Ini merupakan sebuah situasi yang pastinya banyak dialami para pelajar ketika masa-masa pendaftaran sekolah menengah kejuruan yaitu terpaksa atau salah mengambil jurusan SMK bangunan. Apapun alasanya bisa dipastikan akan menyebabkan penurunan minat bersekolah ketika tidak juga mau menerima kenyataan atau sekedar menemukan titik cerah yang mampu mengobarkan semangat untuk meraih cita-cita. Nah.. disini kita akan membahas secara khusus kondisi ini, barangkali dapat menjadi sarana untuk berbagi curahan hati dan semoga bisa menjadi penyemangat kembali untuk benar-benar menekuni bidang studi bangunan yang tanpa sengaja dilalui 🙂

 

Penyebab Terpaksa atau salah mengambil jurusan SMK bangunan

  1. Inginya masuk jurusan lain yang lebih terkenal dan banyak peminatnya, namun nilai ujian nasional SMP kurang mendukung sehingga mencari alternatif lain yang sedikit peminatnya yaitu teknik bangunan.
  2. Ingin masuk sekolah favorit, apapun jurusanya yang penting diterima di sekolah tersebut. mengingat sekolah favorit itu banyak pesaingnya maka mengambil jurusan bangunan yang lebih punya peluang besar untuk diterima.
  3. Mengikuti saran dari pihak luar entah itu teman-teman, orang tua atau sekedar ikut-ikutan ketika mendaftar sekolah SMK.
  4. Maksudnya mengambil pilihan pertama Otomatif dan pilihan kedua bangunan, sebagai cadangan kalau-kalau tidak diterima di otomotif maka diharapkan masih ada kemungkinan untuk diterima di jurusan bangunan.
  5. Dan masih banyak lagi alasan lainya menyesuaikan pribadi dan kondisi masing-masing.

Apapun penyebabnya, boleh-boleh saja kita meratapi kesalahan mengambil jurusan sekolah. karena bisa jadi itu merupakan gerbang pembuka untuk menentukan jenis pekerjaan yang akan dijalani di masa depan, namun tentunya tidak boleh lama-lama meratapinya karena didepan sana masih banyak tantangan serta rintangan menghadang yang harus diterjang.

 

Kenyataan tentang jurusan bangunan di sekolah SMK

  1. Rata-rata alumni SMP kurang mengenal jurusan bangunan, karena lebih banyak mendapatkan pengetahuan tentang mesin, elektronika, tata boga dan pelajaran lain yang lebih banyak diajarkan. hal ini tentu sangat mempengaruhi jurusan SMK apa yang akan diambil. disini berlaku pepatah “Tak kenal maka tak sayang” 🙂
  2. Jurusan Otomotif paling banyak peminatnya karena mengikuti ketenaran kendaraan dalam pandangan masyarakat dewasa ini, namun tahukah? bahwa bekerja di dunia otomotif dengan ijazah SMK itu kemungkinan besar akan bergelut dengan mesin yang kotor. Berbeda dengan jurusan bangunan yang sebenarnya lingkungan kerjanya lebih bersih.
  3. Untuk apa capek-capek sekolah SMK jurusan bangunan jika setelah lulus hanya jadi tukang yang tidak perlu belajar secara formal. Pandangan ini 100% keliru karena lulusan SMK bangunan disiapkan untuk minimal menjadi pelaksana yang memimpin para tukang, jadi drafter gambar bangunan, jadi mandor/ pemborong atau bahkan direktur perusahaan kontraktor pembangunan.
  4. Alumni SMK bangunan juga punya peluang untuk bekerja di perusahaan BUMN badan usaha milik negara atau PNS pegawai negeri sipil, contohnya di kontraktor BUMN skala nasional, Departemen pekerjaan umum PU, dan seluruh departemen pemerintah lainya yang pastinya memerlukan bangunan sebagai sarana kerja.

Jadi tidak ada salahnya mencoba mengikhlaskan diri untuk menyukai dan mendalami jurusan bangunan yang sebelumnya merasa salah ambil jurusan sekolah SMK, atau memang jika benar-benar 100% tidak suka maka bisa berpikir untuk pindah jurusan atau mengulangi dari awal yang tentunya perlu diperhitungkan segala kerugian waktu,tenaga, biaya, pikiran dan yang lainya. Satu hal penting yang perlu diingat adalah ” Bisa jadi kita tidak menyukai sesuatu namun sebenarnya itu sangat baik untuk kita, Bisa jadi kita menyukai sesuatu namun sebenarnya hal itu sangat buruk bagi kita”. jadi tetap semangat untuk rajin belajar, berusaha dan berdoa agar mudah dalam meraih cita-cita 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.