tenaga kerja proyek bangunan

Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan suatu proyek karena pengaruhnya yang cukup besar terhadap biaya dan waktu penyelesaian suatu pekerjaan proyek. Namun perlu diperhatikan juga bahwa manusia merupakan sumber daya yang komplek dan sulit diprediksi sehingga diperlukan adanya usaha dan pemikiran lebih mendalam dalam pengelolaan tenaga kerja. Dalam manajemen tenaga kerja terdapat proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan:

  1. Penentuan ukuran dan jumlah tenaga kerja.
  2. Recruitment dan pembagian tenaga kerja kedalam kelompok kerja.
  3. Komposisi tenaga kerja untuk setiap jenis pekerjaan.
  4. Pengendalian jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan selama proyek berlangsung.
  5. Perencanaan, penjadualan, pengarahan dan pengawasan kegiatan tenaga kerja.

Dalam hal ini tenaga kerja yaitu semua orang yang terlibat dalam pelaksanaan suatu proyek, baik dari yang ahli/ profesional sampai tenaga kerja pemborong/ buruh. Penempatan tenaga kerja harus disesuaikan antara keahlian tertentu sehingga pekerjaan yang dihasilkan manjadi efisien dan efektif. Dalam pelaksanaan pekerjaan, tenaga kerja dibagi beberapa bagian sebagai berikut.

  1. Tenaga kerja ahli, adalah pegawai yang ditempatkan dalam pekerjaan proyek yang sedang berlangsung. Jenis tenaga kerja ini memegang peranan yang penting terhadap sistem koordinasi dan sistem manajemen dengan tenaga kerja lainnya untuk menghasilkan prestasi yang baik dalam melaksanakan pekerjaan. Meliputi tenaga pelaksana yang tingkat pendidikannya sarjana, sarjana muda dan memiliki pengalaman dibidang masing-masing.
  1. Mandor, dituntut untuk memiliki pengetahuan teknis dalam taraf tertentu, misalnya: dapat membaca gambar konstruksi, dapat membuat perhitungan ringan, dapat membedakan kualitas bahan bangunan yang akan digunakan, menangani pekerjaan acuan, pembesian, pengecoran, dan mengawasi pekerjaan tenaga kerja bawahannya.
  2. Tenaga tukang, harus ahli dalam bidangnya berdasarkan pengalaman dan cara kerja yang sederhana. Tukang dalam proyek ’tempat penulis kerja praktek’ dibagi menjadi lima bagian yaitu tukang besi (rebarman), tukang batu (mason), tukang kayu (carpenter), tukang las, dan tukang listrik (ME). Tukang besi mengurusi segala macam kegiatan yang berhubungan degan pembesian/pemasangan tulangan, tukang batu bertugas dalam pengecoran dan pembuatan lantai kerja, tukang kayu bertugas untuk mengurusi segala macam pekerjaan yang berhubungan dengan kayu baik bekesting hingga servis lainnya.
  3. Tenaga kasar, memerlukan kondisi yang kuat dan sehat untuk pengangkutan bahan, alat, dan lain – lain.
  4. Tenaga keamanan (security), bertugas menjaga keamanan lokasi proyek, prosedur penerimaan tamu serta membuka dan menutup  pintu jika ada concrete mixer truck, concrete pump truck maupun truk bahan bangunan yang akan masuk ke lokasi proyek.

tenaga kerja pada proyek bangunan

No. Tenaga Kerja Keahlian
1 . Project Manager mempunyai jiwa kepemimpinan untuk
mengkoordinasikan jalannya suatu proyek
2 . Construction Manager memimpin dan mengatur jalannya proyek di lapangan
3 . Site Manager mengkoordinasikan para supervisor di lapangan
dan memberikan solusi jika terjadi masalah
4 . Supervisor Structure ahli dalam menyusun rencana kerja dan mengkoordinasikan
para mandor
5. Chief Surveyor memimpin dalam bidang pengukuran dan memberikan solusi
jika terjadi masalah
6. Surveyor ahli dalam mengoperasikan alat pengukuran
7. Fabrikasi Formwork ahli dalam perencanaan formwork, penentuan formwork yang
aman dan efisien
8. Finishing Tampak & Eksternal ahli dalam perencanaan pekerjaan finishing yang cepat dan efisien
9. Quality Control Manager memimpin dan mengkoordinasikan para QC, serta ahli dalam
pengujian material dan metode pelaksanaan
10. Quality Control ahli dalam bidang metode pelaksanaan
11. Safety Manager menguasai bidang kesehatan dan keselamatan kerja di proyek
12. Commercial Manager ahli dalam bidang perencanaan dan pengendalian biaya proyek
13. Cost Control ahli dalam pengendalian biaya proyek
14. Quantity Surveyor ahli dalam perhitungan volume pekerjaan dan analisa harga satuan
15. Engineering Manager ahli dalam perencanaan teknik dan pembuatan desain
16. Site Engineer ahli dalam teknologi pelaksanaan pekerjaan
17. Scheduler & Monitoring ahli dalam pengendalian proyek (pengendalian waktu)
pembuatan time schedule
18. Drafter ahli dalam pembuatan gambar teknik (baik manual maupun
dengan komputer)
19. BBS ahli dalam penjadualan pekerjaan besi tulangan
20. Chief Temporary Technision ahli dalam bidang alat berat (perbaikan dan pemeliharaan alat)
21. Chief Warehouse ahli dalam manajemen/pengaturan tata letak penumpukan material
22. Accountant and Administration ahli dalam bidang administrasi proyek, surat-menyurat
dan sebagainya (bagian umum)
23. Operator Alat Berat ahli dalam mengoperasikan dan mengemudikan alat berat
24. Mandor ahli dalam pemilihan tenaga kerja serta mengkoordinasikan
para tukang
25. Tukang Besi ahli dalam pemasangan tulangan
26. Tukang Batu ahli dalam pekerjaan pengecoran
27. Tukang Kayu ahli dalam pekerjaan kayu (pembuatan bekisting)
28. Tukang Listrik ahli dalam instalasi listrik
29. Tukang Las ahli dalam pengelasan (pekerjaan bekisting dari besi)

17 Comments

  1. fefe 28 February 2011
  2. ilmusipil.com 28 February 2011
  3. sutiman 12 March 2012
  4. Iyan 12 August 2013
  5. tajib putra 23 September 2013
  6. awan 10 April 2014
  7. yanuar 14 April 2014
  8. yanuar 14 April 2014
  9. dina amalia 21 June 2014
  10. imron 21 July 2014
  11. imron 21 July 2014
  12. Eka 27 December 2014
  13. surya 7 January 2015
  14. kurnia 7 March 2015
  15. yudi mandor 9 October 2015
    • wawan samudro 11 October 2015
  16. Dewa Samudra Al Harits 18 August 2016

Leave a Reply