Posts tagged with “ilmu ukur tanah”

pengukuran poligon terbuka

PENGUKURAN POLIGON TERBUKA

 

A.Latar Belakang

            Poligon disebut juga pengukuran segi banyak yang merupakan salah satu cara untuk menentukan  satu titik dilapangan.

ilmu ukur tanah

B.Teori Singkat

Dapat dilakukan dengan 3 cara:

·        Poligon bebas

·        Poligon  terikat (terikat oleh syarat)

·        Poligon terikat sempurna

Kegunaaan:

·        Untuk membuat kerangka peta

·        Pengukuran-pengukuran rencana jalan raya dan jalan kereta api

·        Pengukuran rencana saluran air

C.Langkah kerja

·        Stel alat sesuai dengan ketentuan

·        Letakkan alat di titik P15 kemudian letakkan bak ukur di titik P16,nolkan kearah P15 putar sudut kearah P17,letakkan bak ukur di P17 baca Ba,Bt dan Bb

·        Lakukan kegiatan ke-3 hingga ketitik A

D.Sket

                                                                            P20

                                                     P17                                                 P19         

                                P16

      P15                                                                                                                                                                                                                                  A

 

 

 

E.Hasil Data Di Lapangan

Topic                           :           pengukuran poligon terbuka

Lokasi praktek             :           samping blok mesin ,depan blok elektronika dan halaman RSG

Situasi dan Cuaca       :           saat praktek cuaca mendukung dan cerah

 

Titik

Bacaan bak ukur

Sudut

Jarak

(m)

Ba

Bt

Bb

α

β

P15

1,890

1,780

1,670

 

 

 

 

 

 

 

33701946

 

20

P16

1,410

1,255

1,100

 

21804100”

 

 

 

 

 

44600806

 

31

P17

1,540

1,320

1,100

 

27000720

 

 

 

 

 

50103626

 

44

P20

1,395

1,292

1,190

 

215030’40

 

 

 

 

 

56700446

 

20,5

P19

1,500

1,330

1,160

 

245028’20

 

 

 

 

 

 

 

34

A

 

 

 

 

 

 

 

F.Perhitungan

αP16-P17

α1=21804100” – 1800=3804100

αP16-P17=33701946+ 3804100=37600046

α2=27000720 – 1800=9000720

αP17-P20=44600806+ 9000720=466008’06

α3=215030’40– 1800=3502820

αP20-P19=466008’06+ 3502820=50103626

α4=245028’20– 1800=6502820

αP19-A=50103626+ 6502820= 56700446

 

-d x sinP16-P17=31-sin 37600046=8,6

 d x sinP16-P17=31-cos 37600046=29,8

-d x sinP17-P20=44-sin 466008’06=42,3

 d x sinP17-P20=44-cos 466008’06= -12,2

-d x sinP20-P19=20,5-sin 50103626=12,7

 d x sinP20-P19=20,5-cos 50103626= -16,7

-d x sinP19  - A=34-sin 56700446= -15,5

 d x sinP19  - A=34-cos 56700446= -30,3

-d x sinP15-P16=22-sin 33701946= -8,5

 d x sinP15-P16=22-cos 33701946=20,3

 

v  Koordinat

-xP16=xP15+d. sinP15-P16=0,389+(-8,5)= -8,1

  yP16=yP15+d.cosP15-P16= -168,961+20,3= -148,7

-xP17=xP16+d. sinP16-P17= -8,7+8,6= -0,1

  yP16=yP15+d.cosP16-P17= -148+29,8= -118,9

-xP16=xP17+d. sinP17-P20= -0,1+42,3= 42,2

  yP16=yP17+d.cosP17-P20= -118,9+(-12,2)= -131,1

-xP16=xP20+d. sinP20-P19=42,2+12,7= 54,9

  yP16=yP20+d.cosP20-P19= -131+(-16,1)= -147,2

-xP16=xP19+d. sin P19 -  A= 54,9+(-15,5)= 39,4

  yP16=yP19+d.cosP 19-  A=147,2+(-30,3)= -177,5

 

 

 

 

Titik

 

Β

Sudut jurusan

(α)

Jarak

(m)

d sin α

d cos α

x

Y

P15

 

 

 

 

 

0,389

-168,961

 

 

33701946

22

-8,5

20,3

 

 

P16

21804100”

 

 

 

 

-8,1

-148,7

 

 

37600046

31

8,6

29.8

 

 

P17

27000720

 

 

 

 

-0,1

-118,9

 

 

46600806

44

42,3

-12,2

 

 

P20

215030’40

 

 

 

 

42,2

-131,1

 

 

50103626

20,5

12,7

-16,1

 

 

P19

245028’20

 

 

 

 

54,9

-147,2

 

 

56700446

34

-15,5

-30,3

 

 

A

 

 

 

 

 

39,4

-177,5

 

G.Kesimpulan dan Saran

a.Kesimpulan

·        Dalam pengukuran sangat dipengaruhi dan diperlukan kerja sam team yang solid

·        Koordinat akhir(A) x=39,4; y= -177,5

·        Pengukuran kurang teliti dikarenakan adanya data yang meleset dari yang sebenarnya

b.Saran

·        Pastikan stel alat dengan benar

·        Lakukan dengan serius

·        Pahami konsep

·        Ikuti langkah kerja

 

By: rony candra

Comments (9)

Supporting System dan Alat Ukur

Tidak ada sesuatu yang berbahaya daripada ide satu-satunya yang anda miliki” – Emile Charter (1868-1951) Filsuf Perancis  -

Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. (id.wikipedia.com)

Pekerjaan rangka atap baja ringan adalah pekerjaan kolektif yaitu pekerjaan yang melibatkan banyak pihak serta tahapan-tahapan yang memungkinkan semua pihak terlibat didalamnya. Pertanyaanya adalah apakah pekerjaan rangka atap membutuhkan system pendukung? Mengingat pekerjaan atap yang kolektif maka system pendukung ini sangat dibutuhkan.

Tahapan umum yang biasa dilaksanakan adalah sebagai berikut: penawaran, pradesain, pengukuran lapangan, final desain dan eksekusi lapangan. Idealnya aliran dari owner/kontraktor lalu marketing, desain, lalu supervisor dan mandor lapangan hingga kembali lagi ke owner/kontraktor sebagai penerima hasil/ costumer itu berjalan tanpa masalah. Namun adakalanya pekerjaan itu tidak sempurna dalam arti selalu ada masalah, apakah itu masalah teknis atau non teknis. Nah untuk meminimalisir masalah (karena ini yang bias dilakukan “meminimalisir”) semua pihak yang terlibat harus terjun ke lapangan, minimalnya sekali meninjau pengecualian untuk supervisor yang memang harus memenej pekerjaan ditahap lapangan. Katakanlah, desain enjinir yang harus turun langsung melakukan pengukuran lapangan untuk tahap final desain, atau mungkin saja jika dimungkinkan data dari gambar kerja kurang lengkap, maka desain enjinir harus melakukan pengukuran ke lapangan. Pengukuran kelapangan yang dilakukan oleh desain enjinir ini akan memudahkan desain atap, seperti perletakan untuk footplate, hip rafter, jack rafter bahkan memberikan masukan bila ada hal yang dimungkinkan akan menjadi masalah pada pemasangan atap nantinya.

Pengukuran yang tidak dilakukan oleh enjinir sendiri, sebutlah oleh tukang atau mandor sedikit banyak akan berbeda dengan pengukuran yang dilakukan oleh enjinir. Tentang akurasi, tentang perletakan dsb. Pengukuran yang dilakukan oleh enjinir itu juga akan menentukan volume atap yang akan dikerjakan, volume atap ini juga menjadi penting bagi owner/kontraktor karena akan berhubungan dengan harga yang harus dibayarkan kepada aplikator/distributor baja ringan itu sendiri. Biasanya penentuan volume ini sangat sensitive, ada sedikit saja perbedaan ukuran volume atap antara hasil perhitungan owner akan menjadi masalah. Selisih perbedaan ini harusnya tidak terjadi jika ada komunikasi antara kedua belah pihak. Desain enjinir yang melakukan pengukuran langsung kelapangan akan langsung tahu sampai detailnya atap dan volume tersebut. Apalagi pengukuran memakai alat yang mempunyai tingkat akurasi tinggi dan ketepatan ukuran yang baik.

Ukuran volume luas atap itu pasti, ada perhitungan yang universal yang bisa dilakukan oleh semua pihak tentunya dengan hasil yang universal pula. Seperti halnya perhitungan 2×2 itu pasti hasilnya 4. begitupun dengan ukuran volume luas atap juga akan sama, antara hasil perhitungan owner/kontraktor akan sama dengan hasil perhitungan luas volume oleh desain enjinir baja ringan. Ukuran luas atap termasuk didalamnya adalah panjang overstek/overhang, sudut kemiringan, jenis atap (perisai, pelana atau kombinasi keduanya atau variasi lainnya sesuai desain). Rumus umum yang digunakan untuk menghitung volume atap adalah luas bangunan+overstek dibagi cosinus sudut kemiringan atap.

Pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur misalnya sebut saja alat ukur laser memiliki akurasi yang tinggi terbukti sangat efektif dibandingkan dengan menggunakan alat ukur yang konvensional semacam meteran tangan yang panjangnya berkisar antara 3-10m, ataupun meteran roll yang panjangnya berkisar antara 30-50meter.

Alat ukur ini menjadi salahsatu support system pekerjaan atap, sebagai alat ukur yang sangat penting bagi desain enjinir untuk melakukan pengukuran lapangan. Setelah ukuran bangunan didapat maka volume luas atap pun akan didapatkan pula dan sebagai costumer rangka atap baja ringan anda bisa membandingkan luas dengan hasil perhitungan kontraktor sebagai pembanding luas atap tersebut.

Supporting system ini menjadi penting dalam pekerjaan rangka atap baja ringan, karena kelancaran dalam pekerjaan akan menentukan kualitas dari pekerjaan itu sendiri, jadi pastikan bahwa setiap pekerjaan yang melibatkan ukuran volume diukur dengan cermat oleh ahlinya.

oleh: Iden Wildensyah

Comments (1)

alat ukur waterpass dan theodolit

Waterpass dan Theodolite

Waterpass digunakan untuk menentukan elevasi/ peil untuk lantai, balok, dan lain-lain yang membutuhkan elevasi berdasarkan ketinggian titik yang diketahui. Alat ini digunakan untuk mengecek ketinggian penulangan agar tidak melebihi tinggi rencana dan mengecek ketebalan lantai saat pengecoran, sehingga lantai yang dihasilkan dapat datar. Selain itu juga dapat digunakan untuk pembuatan tanda/marking pada kolom/dinding sebagai acuan pekerjaan lain, seperti acuan untuk pekerjaan dinding panel precast, serta dapat digunakan dalam pengecekan settlement bangunan. Untuk keperluan pekerjaan struktur diperlukan keakuratan dibawah 1 mm pada jarak tidak melebihi 30 meter. Dalam penggunaannya, waterpass didirikan pada tripod (kaki tiga).

waterpass

Gambar 1.1 Detail dan Penggunaan Waterpass/Auto Level untuk Pengecekan Elevasi Tulangan

Spesifikasi Alat :

Type : Topcon AT-G6

Kapasitas            : 300 m

Theodolite digunakan untuk menentukan titik as bangunan, ketegaklurusan bangunan, menentukan elevasi bangunan, dan membuat sudut-sudut bangunan. Theodolite digunakan pada awal pelaksanaan proyek untuk menentukan peil dasar bangunan dan menentukan as-as bangunan. Setelah itu digunakan untuk penentuan as kolom, balok, core wall/shear wall, plat lantai dan lain-lain. Cara kerja alat ini adalah dengan mengatur nuvo dan unting-unting di bawah theodolite. Kemudian menetapkan salah satu titik sebagai acuan. Setelah itu, menembak titik-titik yang lain dengan patokan titik awal yang ditetapkan tadi. Theodolite dapat mengecek kondisi dalam arah vertikal, juga untuk menentukan ketinggian suatu titik. Obyek theodolite dalam hal ini antara lain as-as bangunan, titik penggalian, dan elevasi-elevasi/ peil-peil bangunan. Untuk keperluan pekerjaan struktur diperlukan keakuratan dibawah 1 mm pada jarak tidak melebihi 30 meter. Dalam penggunaannya, theodolite didirikan pada tripod (kaki tiga).

theodolit

Gambar 1.2 Detail dan Penggunaan Theodolite untuk Marking As Bangunan

Spesifikasi Alat :

Type : Topcon DT-200 Series (Digital Theodolite)

Kapasitas            : 300 m

Oleh : Chairil nizar

Comments (39)

Garis kontur adalah

Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian yang sama dari suatu datum/bidang acuan tertentu. Konsep dari garis kontur dapat dengan mudah dipahami dengan membayangkan suatu kolam air. Jika air dalam keadaan tenang, maka tepi permukaan air menunjukkan garis yang mempunyai ketinggian yang sama dan garis tersebut akan menutup pada tepi kolam membentuk garis kontur.
Jika permukaan air turun, sebagai contoh permukaan air turun 5 meter, maka tepi dari permukaan air akan membentuk garis kontur yang kedua. Demikian selanjutnya setiap permukaan air turun akan membentuk garis kontur yang lainnya (gambar 10.1.1.1)

garis kontur

Garis-garis kontur merupakan garis-garis yang kontinu dan tidak dapat bertemu atau memotong garis kontur lainnya dan tidak pula dapat bercabang menjadi garis kontur yang lain, kecuali pada hal kritis seperti jurang atau tebing.

Gambar 10.1.2 memperlihatkan gambar garis kontur dan gambar irisan dari pulau tersebut. Garis pasang di sebelah kiri ditunjukkan dengan garis kontur yang mempunyai ketinggian nol, jika permukaan air naik setiap l0cm pada jarak tertentu, maka tepi permukaan air pada permukaan tanah akan membentuk garis kontur yang mempunyai ketinggian 10 m, 20 m, 30 m, dan 40 m.

potongan kontur

Kemiringan tanah
Ketinggian antara garis-garis kontur yang berurutan disebut selang vertikal atau selang kontur dan besarannya selalu tetap pada peta. Pada irisan dari selang vertikal diperlihatkan oleh garis AB. Jarak mendatar antara dua buah kontur digambarkan oleh jarak BC. Jarak tersebut disebut jarak horizontal.
Kemiringan permukaan tanah antara titik A dan C adalah :

kemiringan AB/BC = Selang Vertikal/Jarak Horisontal

Karena selang vertikal merupakan besaran yang tetap pada kemiringan masing-masing peta, maka akan berubah jika jarak horizontal berubah.
Contoh :

Kemiringan sepanjang AC=10/100 = 1/10 = 1:10

Ilmusipil.com

Comments (8)

jasa penyelidikan tanah bangunan

berikut ini kami rekomendasikan sebuah  perusahaan dalam bidang penyelidikan tanah dan jalan raya yang memiliki laboratorium di Yogyakarta. Ditangani para ahli yang kompeten di bidangnya, sehingga siap membantu proyek-proyek penyelidikan tanah dan jalan raya di seluruh Indonesia.

CV-Chrisma

(Soil Mechanics Laboratory Division)

Perwakilan Yogyakarta: Sedan Gang Kurma 48 B – Rt.3/Rw.33 -(Selatan Hotel Hyatt) Sariharjo, Sleman, Yogyakarta – Telp.0274 – 869443

Kantor Pusat: Jl.Cocak II/11 Sidorejo – Surakarta-Telp.0271-716328

I. Lingkup pelayanan:

  1. Penyelidikan tanah untuk rencana pondasi bangunan sipil.
  2. Penyelidikan tanah untuk jalan raya
  3. Pemeriksaan laboratorium untuk sifat-sifat teknis tanah.

II. Peralatan pendukung:

  1. Lapangan:
  1. Bor mesin dengan pengambilan sampel disturbed dan undisturbed
  2. Uji permeabilitas lapangan (Packer test).
  3. Uji SPT
  4. Sondir 2,5 ton
  5. Bor tangan tipe Iwan auger
  6. Uji DCP
  7. Uji CBR
  8. Plate load test

b. Laboratorium

  1. Uji berat jenis tanah.
  2. Berat volume tanah
  3. Analisis saringan
  4. Uji hidrometer
  5. Uji batas-batas Atterberg
  6. Uji permeabilitas
  7. Uji Geser langsung
  8. Uji konsolidasi
  9. Uji triaksial
  10. Uji tekan bebas
  11. Uji CBR
  12. Uji pemadatan standar Proctor

III. Pengalaman kerja:

  1. Penyelidikan tanah untuk perencanaan Bendung Saphon
  2. Penyelidikan tanah untuk proyek SID Embung Semin
  3. Penyelidikan tanah untuk stabilitas lereng di Kulon Progo
  4. Penyelidikan tanah untuk rencana pabrik susu Produgen Kalasan Yogyakarta.
  5. Penyelidikan tanah untuk rencana gedung rumah sakit bersalin Semar Babarsari Yogyakarta
  6. Penyelidikan tanah untuk rencana gedung rumah sakit Brayat Minulyo Surakarta
  7. Penyelidikan tanah untuk rencana gedung show room Suzuki Medan Jaya Motor jalan Mataram Yogyakarta
  8. Penyelidikan tanah untuk rencana rumah tinggal dua lantai Ny. Sri Hartati di Condong Catur Yogyakarta
  9. Penyelidikan tanah untuk rencana gedung Kollese De Brito Yogyakarta
  10. Penyelidikan tanah untuk rencana rumah tinggal dua lantai di jalan Cokrodiningratan
  11. Penyelidikan tanah untuk perbaikan selokan Mataram di talang Babarsari dan Candisari pasca Gempa.
  12. Penyelidikan tanah untuk rencana gedung Program Internasional Fak. Kedokteran UGM Yogyakarta.
  13. Penyelidikan tanah untuk cek ulang penurunan Gedung Grha Saba UGM Yogyakarta pasca gempa.
  14. Penyelidikan tanah untuk rencana gedung flat SATBRIMODA DIY Gondowulung Yogyakarta
  15. Penyelidikan tanah untuk rencana gedung auditorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
  16. Penyelidikan tanah untuk rencana gedung Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah jalan Lowanu Yogyakarta pasca gempa
  17. Penyelidikan tanah untuk rencana gedung auditorium Universitas Sanata Darma Yogyakarta.
  18. Penyelidikan tanah untuk penelitian sistem cakar ayam jalan  Demak-Kudus.
  19. Penyelidikan tanah untuk rencana jalan ring road III Balikpapan Kalimantan Timur.
  20. Uji Laboratorium Bendung Embung Pakel, Semin, Gunung Kidul.
  21. Penyelidikan tanah Sungai Serayu  Opak, Semanu, Gunung Kidul.
  22. Penyelidikan tanah untuk rencana jalan batu-bara Tapin Kalimantan Selatan.
  23. Penyelidikan tanah untuk detail design S. Winongo Kecil Propinsi DIY.
  24. dan lain-lain.

IV. Tenaga Ahli/tenaga teknik/non teknik:

  1. Dr. Ir. Hary Christady Hardiyatmo, M.Eng., DEA Ahli Geoteknik
  2. Tri Wibowo Kadarusman ST  Ahli mekanika tanah (manager laboratorium)
  3. Ir. Anung Priyoko  Ahli geologi

Informasi lebih lanjut. Silahkan hubungi.

Kammagama 0274 326 27 54 atau 081 80 40 80 330

Atau ke silahkan datang ke kantornya di Yogyakarta:

Sedan 48 B. RT 03 / 33. Sariharjo, Sleman, Yogyakarta. (Selatan Hotel Hyatt)

demikian, semoga dapat jadi bahan referensi :-)

Comments (9)