Teknik Sipil ITB

Bicara tentang jurusan teknik sipil, tentunya semua orang sudah tidak asing lagi dengan salah satu perguruan tinggi tertua sekaligus ternama di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB). Jurusan Teknik Sipil ITB berada dalam Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL). Saat ini FTSL memiliki sembilan kelompok keahlian, yakni meliputi rekayasa struktur, rekayasa geoteknik, teknik sumber daya air, rekayasa transportasi, manajemen dan rekayasa konstruksi, teknik kelautan, rekayasa air dan limbah cair, pengelolaan udara dan limbah serta teknologi pengelolaan lingkungan.

teknik sipil itb

Dari sembilan kelompok keahlian yang terdapat di Teknik Sipil ITB, rekayasa struktur merupakan kelompok keahlian yang terbesar sekaligus terkuat. Kelompok keahlian ini didukung oleh enam lektor, delapan lektor kepala, dan empat guru besar. Berbagai penelitian yang dilakukannya pun juga memiliki cakupan yang cukup luas, seperti perilaku struktur, material konstruksi serta pengembangan software penelitian. Berikut ini beberapa proyek penelitian yang pernah dilakukan:

(1) Perencanaan struktur berbasis kinerja;

(2) Pengembangan peraturan perencanaan dan pembebanan bangunan gedung Indonesia; dan

(3) Pengembangan perencanaan jembatan panjang berpilar tinggi, khususnya di daerah rawan gempa. Adapun kontribusi yang pernah diberikan Teknik Sipil ITB bagi pengembangan perencanaan gedung dan peraturan pembebanan di Indonesia.

 

Di antaranya meliputi:

(1) Peraturan mengenai perencanaan kayu struktur untuk pembangunan gedung (SNI T-02-2003);

(2) Peraturan mengenai perencanaan baja Struktur untuk pembangunan gedung (SNI-03-1729-02);

(3) Peraturan mengenai perencanaan beton struktur untuk pembangunan gedung (SNI-03-2847-03); dan

(4) Peraturan mengenai perencanaan gempa untuk bangunan gedung (SNI-03-1726-02).

 

Teknik Sipil ITB merupakan salah satu program studi yang tertua di Indonesia, yakni berdiri sejak 3 Juli 1920. Pada masa kolonial Belanda berkuasa di tanah air ITB menggunakan nama Technische Hoogeschool Bandoeng. Dan satu-satunya fakultas yang ada pada waktu itu hanyalah de Fakulteit van Technische Wetenscappen dan juga hanya dengan satu jurusan yang mempelajari jalan dan struktur pengairan, yakni de Afdeling der Weg en Waterbouw. Baru setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1959 nama Institut Teknologi Bandung resmi digunakan.

 

Pada tahun 2011, Teknik Sipil ITB berhasil menyumbangkan sejumlah prestasi cemerlangnya. Antara lain berhasil menduduki posisi puncak dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah bertemakan Pengelolaan Sedimen Merapi di Universitas Gajah Mada (UGM), juara kedua Lomba Desain Gerbang Tol di Civil Expo Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS), juara tiga Lomba Fotografi Bangunan Sipil di Civil Expo Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya.

 

Untuk menunjang kelengkapan sarana pembelajaran, Teknik Sipil ITB telah dilengkapi dengan sejumlah laboratorium penting seperti Laboratorium Rekayasa Struktur, Laboratorium Mekanika Tanah, Laboratorium Rekayasa Jalan dan Lalu lintas, Laboratorium Rekayasa Sumber Daya Air, Laboratorium Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, dan sejumlah laboratorium penting lainnya.

3 Comments

  1. achmad kusuma wijaya 16 February 2012
  2. luthfi 18 November 2012
  3. Helmi Ramadhan 7 December 2014

Leave a Reply