Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

sipil taman taman kota di bandung

Catatan ini adalah rekaman sebagian pengalaman dengan Taman Kota di Bandung, masih banyak Taman Kota di Bandung yang menarik untuk dituliskan. Ibarat tubuh manusia, Taman Kota merupakan jantung yang memompakan udara segar ke seluruh tubuh. Rerimbunan pohon berfungsi menapis polusi udara dan suara sehingga lingkungan menjadi bersih, segar, nyaman dan tenang.

Salahsatu aspek penting dalam perkotaan adalah Taman Kota. Fungsinya beragam, bisa menjadi tempat rekreasi, olah raga, kegiatan-kegiatan dan estetika. Fungsi lainnya yang tidak kalah penting adalah penyerap CO2 (karbondioksida). Dalam ilmu biologi diterangkan proses fotosintesis, menyerap CO2 dan melepas O2 (oksigen). Hakekatnya O2 yang dihirup manusia salahsatunya berasal dari tumbuhan.

Tumbuhan, tentu saja menjadi sangat penting di sebuah Taman Kota. Apalah artinya taman kota jika tidak ada pepohonan. Gersang dan hanya sebuah ruang terbuka yang begitu saja adanya. Pepohonan membuat teduh, udara menjadi sejuk dan suara bising kendaraan bisa diminimalisasi.

Saya sangat senang berada di sebuah Taman Kota, selain membaca buku juga menyerap udara yang terasa bersih. Taman Kota yang sering saya kunjungi adalah Taman Cilaki (belakangan berganti nama menjadi Taman Lansia). Di taman kota ini ada banyak kenangan, dari mulai yang pribadi sampai yang berhubungan dengan banyak orang. Bukan saya saja, ada banyak orang yang memanfaatkan taman kota. Entah sekedar ngobrol, diskusi atau berkegiatan. Dahulu, taman cilaki dipagari tidak lebih dari 1 meter, pagarnya pun bisa diloncati. Tetapi kini hampir semua pinggiran taman dipagari dengan beton dan tralis setinggi lebih dari 1 meter. Taman menjadi asing bagi mereka yang ada diluarnya. Pagar itu membuat akses ke taman menjadi terbatas, jika seperti ini rasa memiliki, menjaga terhadap taman bisa hilang. Masyarakat bisa saja menganggap taman sudah di privatisasi. Tetapi bisa jadi dipagari juga bukan tanpa alasan, mungkin karena masyarakat yang ‘terlalu’ merasa memiliki atau kualitas taman menjadi tidak baik.

Di daerah sukajadi atas, didepan rumah makan ada sebuah taman kota yang menurut saya keren. Ada kolam air mancur, pepohonan, tempat duduk dan tidak dipagari berlebihan. Setiap hari minggu taman ini banyak dikunjungi masyarakat. Saya melihat sedemikian antusiasnya masyarakat bermain di sebuah taman kota. Sayangnya, pada beberapa bulan yang lalu ‘noise’ untuk memancarkan air hilang. kemana lagi kalau bukan dicuri tangan-tangan jahil. Kalau sudah begini, saya hanya mengelus dada. Rasa kepemilikan yang ‘terlalu’ besar bisa merugikan orang lain.

Ada satu lagi taman favorit saya, namanya Taman Isola. Saya menamakan demikian saja, karena saya tidak tahu nama taman aslinya. Taman Isola ada di depan dan belakang Villa Isola di Jalan Setiabudi, Bandung. Di taman ini ada kolam bernama Kolam Fakri, saya juga menyebutkan sesuai nama yang sering beredar. Dinamakan demikian karena Rektor perguruan tinggi di jalan setiabudi itu bernama Fakri. Sama halnya dengan Taman di Sukajadi, di Taman Isola juga ada air mancur. Sayangnya air mancur ini sudah tidak berfungsi.

Saya melewatkan banyak kenangan di taman ini, sekedar membaca buku, menulis catatan, ngobrol, berdiskusi bahkan bertemu pertama kali dengan seseorang selepas KKN di Subang juga di Taman ini. Berkegiatan di Taman Isola adalah saat yang menyenangkan, suasananya rileks, udaranya segar dan pepohonannya rindang. Kalau hari minggu, kadang banyak masyarakat yang berkunjung ke Taman ini, ada yang jalan-jalan atau berkegiatan seperti melibatkan anak-anak.

Taman ini pernah menjadi kegiatan terakhir wisuda salahsatu fakultas di universitas setiabudi, kegiatannya tidak mencolok, hanya mencebur-ceburkan para wisudawan ke kolam fakri. Kekonyolan ini kontan saja menjadi tontonan masyarakat yang lewat di seputaran jalan setiabudi. Melihat besarnya antusiasme masyarakat untuk bermain di sebuah Taman Kota seperti di Taman Sukajadi dan Taman Cilaki, harusnya menjadi acuan bagi pemerintah untuk menambah jumlah Taman Kota. Taman kota bisa menjadi sebuah arena bersosialisasi warga kota. Saling bertegus sapa, saling berkomunikasi dan saling peduli satu sama lain. Kalau sudah begini, rasanya tidak salah jika taman kota bisa membuat hidup sebuah kota mati. Minimal penyeimbang dari pembangunan mall-mall yang semakin hari semakin bertambah besar merebut ruang publik.

Ini sebagian Taman Kota yang direkam:

oleh iden wildensyah

(foto taman di update kemudian)

  1. Taman Kota Sebagai Lahan Basah

2 Responses to “taman taman kota di bandung”

  1. Lukman says:

    Bagaimana cara analisa perhitungan RAB taman dan harga tanaman untuk pembuatan sebuah taman ? Apa ada softwarenya ?

  2. Atoy says:

    Taman merupakan tempat unutk melepaskan segala permasalahan dan kesibukan setelah seharian bekerja dengan sibuknya dan lelah serta jenuh, setelah berada di taman maka akan menjadi lapang pandangan dan napas menjadi lega.
    di indonesia pada umunya tidak pada memperhatikan tentang taman, padahal masyarakat secara umum sangat membutuhkan, dengan tulisan tersebut sangat baik untuk informasi maupun penyemangat bagi pembaca, artikel diatas sebenarnya akan sangat baik bila ditambahkan dengan gambar dan foto tentang taman yang dimaksud.
    sebagai contoh lokasi dikomplek perumahan yang sangat lengkap; di kota-kota besar,
    bahkan saya pernah ke kawasan kuala kencana, lokasi Perumahan tambang PT Freeport di Timika irian, betapa takjubnya, dari perencanaan, pengelolaan sampai dengan pemeliharaan yang cukup bagus, tentunya berbiaya mahal,
    semoga indonesia yang subur ini dapat dikelola dengan baik dan benar, sehingga nayaman untuk kehidupan tidak hanya manusia tapi juga tumbuhan dan hewan

    salam

Leave a Reply

Current ye@r *