Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

sipil SISTEM SANITARY LANDFILL

Oleh : Chairil Nizar

Landfill adalah penimbunan sampah pada suatu lubang tanah, dan ini bukanlah metode yang berdiri sendiri. Karena dapat juga sistem campuran, yang disebabkan oleh air mengalir, menembus tempat ini, ketika air hujan berinfiltrasi ke permukaan landfill, dan ketika air ini mengalir keluar dari landfill akan membawa berbagai mineral dan zat organik dalam bentuk suspensi yang tak dapat dipisahkan.

Jumlah dari hasil saringan berhubungan dengan suhu dan sifat geologi tanah, maka aliran air akan cenderung berbentuk vertikal dan tak mempengaruhi sumber air tanah dan tidak akan menyebabkan polusi yang berasal dari landfill.

Leaching secara horizontal sampai pada titik celah kedap air dan menyebabkan terkontaminasinya air permukaan, sanitary landfill sebagai suatu tempat untuk pembuangan sampah padat tanah tanpa menimbulkan bahaya atau gangguan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

A. Prosedur

Ada dua metode yaitu “area method” dan trench method”. Metode “trench” disebut sebagai metode pemotongan dan pengisian.

Sebuah trench (Parit) digali di bawah permukaan tanah dan sampah ditempatkan dalam parit dan ditutup. Cara lain yaitu dua buah parit digali sekaligus, sampah diisikan pada salah satu parit dan lumpur dari salah satu lubang galian digunakan sebagai material penutup.

Jika lokasi landfill yang direncanakan terletak di bawah tanjakan seperti lembah atau ngarai, metode “area” digunakan. Lokasi landfill lebih tinggi dari tempat lain yang ada disekitarnya, maka metode pengisian area landfill digunakan.

Area-Methode

Gambar Area Method

Trench-method

Gambar Trench Method

B.  Pemilihan letak dan struktur geologi

Suatu hal yang perlu dipertimbangkan suatu sanitary landfill adalah struktur geologi dan topografi serta permeabilitas dari tanah. Pertimbangan lain adalah kedalaman air tanah, lapisan tanah sampai lapisan batuan. Lokasi landfill akan menimbulkan efek yang merugikan bagi air permukaan dan air tanah yang terletak di bawah dasar landfill. Dalam keadaan demikian, maka tanah dapat diberikan beberapa renovasi untuk menghadapi leachate. Dengan cara demikian dapat ditingkatkan kualitasnya sebelum dipisahkan dengan air permukaan atau air tanah, aliran dari tanah ini dapat membentuk suatu materiil penutup. Sehingga dapat menciptakan suatu renovasi yang optimum menghadapi leachate.

Lokasi landfill harus dipilih secara teliti dari lokasi yang tersedia yaitu basah dan berlumpur dapat digunakan sebagai tempat yang baik dan cukup luas bagi santary landfill.

Ketika sebuah sanitary landfill ditempatkan pada area yang tersebar dekat dengan suplay air bersih, hal yang perlu diperhatikan adalah kedalaman dari tempat bebatuan dan air tanah.

Mekanisme dari formasi leachate tak diketahui secara pasti, penelitian terakhir yang dilakukan oleh Fungaroli dan Stuiner (1969). Bahwa leachate sebagian besar merupakan akibat dari sanitary landfill. Metode hidrologi menunjukkan dengan sedikit air hujan maka leachate akan terbentuk, maka sanitary landfill dipikirkan keberadaannya sebagai sumber polusi.

C. Peralatan untuk penimbunan limbah dan pengoperasiannya

Culham (1969), Stone dan Courad (1969) menyelidiki suatu jenis landfill yang lebih besar diperoleh suatu peralatan tambah untuk mengerjakan hal-hal tertentu, alat pengikis yang cepat untuk mengangkut dan menyingkirkan material yang menutupinya, sebuah alat penyiram pengontrol/debu, jenis peralatan tanah yang langsung dioperasikan, traktor, bulldozer.

Sanitary landfill mempunyai potensi untuk dimanfaatkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak dapat dipakai. Sehingga besar dimanfaatkan kembali, sehingga menambah nilai ekonomis.

D. Aktifitas biologi

Dari sisi kehidupan sebuah sanitary landfill akan mengalami, proses dekomposisi, secara aerob maupun anaerob ketika pertama kali material diletakkan dalam pengisian, maka proses dekomposisi mengarah pada peristiwa aerob, ketika komponen oksigen dikonsumsi, maka landfill dianggap mengalami kondisi anaerob, lamanya tergantung pada suhu dan oksigen yang tersedia. Periode dekomposisi aerob lebih cepat dibanding dengan periode anaerob dalam proses ini.

drainase

Hasil yang diperoleh dari dekomposisi aerob adalah asam dan alkohol, yang dikonsumsi oleh mikroorganisme yang akan menghasilkan methana dan karbon dioksida. Gas methana menyebabkan kondisi gas masuk ke rumah. Fist (1967) melaporkan konsentrasi ledakan dalam penelitiannya gas lain yang diproduksi secara anaerob adalah hidrogen sulfida yang berbau busuk dan mudah meledak.

Untuk itu pada system Sanitary Landfill terdapat pipa-pipa yang akan menyalurkan Gas Metana yang terbentuk ke udara bebas agar menghindari menumpuknya Gas Metana di dalam timbunan yang akan menyebabkan terjadinya ledakan sewaktu-waktu.

  1. Cara menentukan luas DAS
  2. Kegagalan Drainase Kota
  3. air pengairan dan lingkungan
  4. Analisa dampak reklamasi pada daerah pesisir pantai
  5. Cara Mendesain Jaringan Irigasi

9 Responses to “SISTEM SANITARY LANDFILL”

  1. Tatit P. Prapanca says:

    Untuk mengurangi jumlah dari infiltrasi air hujan kedalam landfill, maka untuk landfill aktif harus ditutup oleh terpal atau plastik selama masa operasi. Sedangkan untuk landfill yang sudah direstorasi (final earth), harus dibangun suatu jaringan drainasi permukaan di area tersebut untuk meminimalisasi jumlah aliran hujan yang dapat masuk kedalam landfill.
    Sistem sanitary landfill itu sendiri sangatlah kompleks, karena untuk pengamanan dari bocornya leachate (lindi) yang dapat merusak air tanah itu sendiri maka keamanan ini haruslah berlapis. Leachate secara berkala haruslah dipompa dan dikeluarkan dari landfill dan ditransfer ke suatu sistem pengolahan limbah cair (waste water treatment). Sistem drainasi ini dibuat dengan mengunakan pipa tipe HDPE yang dibuat berpori dan dibungkus dengan lapisan geocomposite dan gravel untuk mengalirkan leachate ke suatu tempat dan setelah leachate terakumulasi akan di pompa untuk dikeluarkan secara periodik dari dalam landfill.
    Secara umum proteksi dari kebocoran yang mungkin terjadi, maka struktur landfill harus dilapisi dengan membrane dan juga lapisan lempung dengan nilai kedap air atau permiability yang sangat tinggi.
    Landfill di Indonesia terdiri dari 3 macam yaitu landfill kelas 1 (untuk limbah B3), landfill kelas 2 (limbah non-B3) dan kelas 3 (limbah rumah tangga/organik)

  2. zaki says:

    penyebab dekomposisi aerob lebih cepat dari pada dekomposisi anaerob

  3. Wahyu says:

    Untuk Tatit
    Bagaimana sistem pengumpulan leachate di dalam landfill dan sistem pemompaannya ?

  4. dudum says:

    penyebab sulit diterapkanya sanitary landfill di indonesia itu apa ya? selain pencarian lahan yang cocok

  5. pen pen says:

    penyebab lainnya itu adalah masyarakat itu sendiri. di masyarakat sudah terlekat pikiran negatif tentang TPA

  6. uy says:

    gan, gmna file nya, ga bsa unduh. copas aj gmna, um?

  7. merilda kristalya says:

    saya mahasiswa fakultas teknik sipil dan lingkungan itb kak, pake artikel kakak buat tugas pengenalan rekayasa infrastruktur. great post kak!
    peekatwist.blogspot.com

  8. Danang says:

    kenapa pengertian nya ndak ada

  9. yogi gunawan says:

    apa tujuan metode land fill ?

Leave a Reply

Current ye@r *