Category “Material bangunan”

Aerated Autoclaved Concrete Blocks

Aerated Autoclaved Concrete Blocks (AACB)/Bata Ringan Aeroblock/ selcon

Aerated Autoclaved Concrete Blocks (AACB) atau bata ringan Aeroblock merupakan pengganti batu bata biasa, yang memiliki ukuran lebih besar namun ringan karena pada saat pembuatannya mengalami proses aerasi. Untuk itu, pekerjaan dapat lebih cepat selesai dan beban konstruksi dapat berkurang. Selain itu bata ringan merupakan bahan pelindung yang baik terhadap bahaya kebakaran karena terbuat dari bahan pasir silika yang tidak mudah terbakar.

Dibandingkan dengan dinding batu bata, dinding bata ringan memberikan perlindungan lebih besar terhadap suara dari luar. Bata ringan Aeroblock mempunyai kekuatan yang besar, kuat tekannya rata-rata ≥3,5 N/mm2 dengan panjang 600 mm, tinggi 200 mm, dan lebar 75 mm. Selain itu, keuntungan lain dari penggunaan bata ringan adalah adukan/campuran mortar utama lebih sedikit. Proyek ini menggunakan bata ringan karena permukaan bata ringan lebih halus sehingga dapat menghemat acian.

Dengan menggunakan bata bringan membuat pekerjaan dinding lebih cepat selesai, pekerjaannya lebih mudah, waktu pekerjaan lebih singkat.

Spesifikasi bata ringan Aeroblock antara lain:

  1. Berat jenis normal             :    600 ± 50 kg/m3
  2. Kekuatan tekan                   :    ≥3,5 N/mm2
  3. Konduktivitas termal          :    0,13 W/mk

bata ringan

Gambar 1.1 Bata ringan Aeroblock

Kawat Bendrat

Kawat bendrat berfungsi sebagai pengikat antar baja tulangan agar dapat membentuk struktur seperti yang dikehendaki. Kawat bendrat yang digunakan adalah berdiameter 1 mm dan dalam penggunaanya digunakan tiga lapis kawat agar lebih kuat dalam mengikatkan baja tulangan. Agar baja tulangan saling terikat dengan kuat maka kawat bendrat yang digunakan harus dengan kualitas yang baik dan tidak mudah putus.

Paku

Paku yang digunakan dalam proyek sangat beragam ukuran dan kegunaannya. Proyek ini menggunakan 4 jenis ukuran paku, yaitu  2″, 3″, 4″, dan 5″. Masing-masing digunakan untuk dimensi kayu yang berbeda-beda.

Kayu dan Plywood Film

  1. a. Kayu

Kayu digunakan sebagai perkuatan dan pengaku pada bekisting. Penguat/pengaku ini digunakan untuk mencegah lendutan plywood akibat pembebanan selama pengecoran agar didapat hasil pengecoran yang sempurna. Proyek Kalibata Residences ini menggunakan 3 jenis ukuran kayu, yaitu  4/6-400, 5/7-400, dan 6/12-400

  1. a. Plywood Phenol Film

Plywood phenol film digunakan sebagai bahan bekisting karena akan menghasilkan permukaan beton yang halus. Plywood phenol film yang digunakan adalah kayu lapis dengan permukaan dilapisi laminated plastic yang mempunyai ketebalan 18 mm.

Leave a Comment

Bahan Bangunan

Bahan/material yang digunakan dalam pelaksanaan proyek, persyaratan mutunya harus sesuai dengan dokumen kontrak. Bahan yang digunakan memenuhi persyaratan dan peraturan yang ditetapkan, antara lain:

  1. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI 1971)
  2. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan Indonesia (PUBI 1982)
  3. Peraturan Muatan/ Pembebanan Indonesia (PMI 1981)
  4. Peraturan Semen Portland Indonesia (NI-08)
  5. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI 1983)
  6. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI 1961)
  7. Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia (PUIL 1977)

Selain itu material tersebut juga mudah diperoleh sehingga menghemat waktu dan biaya serta menjaga kelancaran pekerjaan. Pengiriman bahan disesuaikan dengan keperluan dan jadual pelaksanaan proyek, sehingga bahan tidak disimpan terlalu lama dan memakan tempat yang nantinya dapat merusak kualitas dari bahan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan dan penyiapan bahan bangunan adalah:

  1. Pemilihan kualitas bahan bangunan yang baik.
  2. Penyimpanan material yang baik sesuai dengan sifat dan kepekaan material terhadap kondisi lingkungan.
  3. Jumlah material yang disediakan sesuai dengan kebutuhan.
  4. Biaya untuk pembelian bahan bangunan diusahakan seminimal mungkin tanpa mengurangi kualitas bahan bangunan.
  5. Bahan bangunan sebisa mungkin berasal dari daerah sekitar lokasi proyek sehingga mudah untuk transportasinya.
  6. Stocking material (penumpukan material) yang baik sehingga urutan pemakaian material konstruksi sesuai dengan urutan kedatangan material.
  7. Pemakaian bahan bangunan harus sesuai dengan kebutuhan proyek.

Beberapa bahan bangunan yang dipakai pada tempat penulis kerja praktek antara lain :

  • Semen portland
  • Agregat ( halus dan kasar )
  • Air kerja
  • Baja tulangan
  • Beton Ready Mix
  • Bata ringan Aeroblock
  • Kawat bendrat
  • Paku
  • Kayu dan Plywood film
  • Plywood Phenol Film
  • Calbond (Super bonding agent) / Lem Beton
  • Kawat ayam
  • Oli Bekisting (oil form)
  • Curing Compound
  • Decking
  • Smart Grip ALC-Thin Bed (Perekat bata ringan)
  • Embedded Precast Panel

Oleh : Chairil Nizar

Untuk penjelasan dari masing-masing bahan bangunan akan dijelaskan pada artikel berikutnya ..

Comments (3)

semen portland

Semen Portland

Semen merupakan bahan pengikat yang berfungsi untuk mengikat agregat halus dan agregat kasar dengan air dalam suatu adukan, seperti adukan beton atau plesteran. Pada ’tempat penulis kerja praktek’, kontraktor membuat berita acara untuk persetujuan pemakaian tipe atau merk semen yang digunakan dan tidak boleh merubah tipe atau merk tanpa alasan yang kuat dan khusus serta persetujuan dari pihak konsultan Menajemen Konstruksi (MK). Semen yang digunakan adalah semen Holcim. Jenis semen Portland ini telah memenuhi mutu yang ditetapkan dalam RKS  meliputi:

  1. Peraturan Semen Portland Indonesia ( NI.8 – 1972 ).
    1. Peraturan Beton Indonesia ( NI.2 – 1971 ).
    2. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Gedung SNI–03-2847-2003
    3. Mempunyai sertifikat Uji (test sertificate).
    4. Mendapat Persetujuan Perencana / Konsultan MK.

Untuk keperluan pembuatan campuran beton, semen harus memenuhi syarat-syarat sesuai dengan standar Normalisasi Indonesia   (NI)-8 sebagai berikut.

  1. Waktu pengikatan awal untuk segala jenis semen tidak boleh kurang dari 1 jam (60 menit).
  2. Pengikatan awal semen normal 60 – 120 menit.
  3. Air yang digunakan memenuhi syarat air minum, yaitu bersih dari zat organis yang dapat mempengaruhi proses pengikatan awal.
  4. Suhu ruangan 23° C.

semen-portland

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan dan penyimpanan semen antara lain:

  1. Semua semen yang akan dipakai harus dalam satu merk yang sama (tidak diperkenankan menggunakan bermacam-macam jenis / merk semen untuk suatu konstruksi / struktur yang sama), dalam keadaan baru dan asli, dikirim dalam kantong-kantong semen yang masih disegel dan tidak pecah.
  2. Semen harus terlindung dari kelembaban atau keadaan cuaca lain yang merusak.
  3. Setiap pengiriman baru harus ditandai dan dipisahkan, dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya.
  4. Semen diletakkan di atas papan kayu dengan ketinggian 30 cm dari lantai gudang untuk menghindari kelembaban.
  5. Untuk semen yang diragukan mutunya dan terdapat kerusakan akibat salah penyimpanan, dianggap rusak, sudah mulai membatu, dapat ditolak penggunaannya tanpa melalui test lagi.
  6. Semen ditumpuk tanpa menyinggung dinding gudang dengan jarak bebas 30 cm.
  7. Tiap tumpukan tidak boleh lebih dari 10 kantong / melampaui 2 m untuk menghindari mengerasnya semen di bagian bawah karena tekanan.
  8. Gudang harus terlindung dari cuaca, memiliki ventilasi dan cukup lapang untuk memuat semen dalam jumlah cukup besar.

Perlu diingat karena penimbunan semen dalam waktu yang lama juga akan mempengaruhi mutu semen, maka diperlukan adanya pengaturan dalam penyimpanan (diberi alas kayu) serta perlu adanya pengaturan penggunaan semen secara teliti. Sehingga dalam hal ini semen lama harus dipergunakan terlebih dahulu.

Oleh : Chairil Nizar

Leave a Comment

air kerja baja tulangan beton ready mix

Air Kerja

Air merupakan salah satu bahan bangunan yang sangat penting dalam pekerjaan suatu proyek. Selain sebagai bahan campuran untuk membuat beton dan plesteran, air dipakai untuk mencuci bahan bangunan seperti pasir dan kerikil dan juga untuk perawatan beton setelah pengecoran.

Air yang digunakan dalam campuran pasangan/campuran beton harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam  PBI 1971 antara lain, air yang tidak mengandung unsur minyak, asam alkali, garam-garaman, bahan-bahan organis, atau bahan-bahan lain yang dapat merusak atau menurunkan mutu pekerjaan (merusak beton dan atau baja tulangan). Pada ’tempat penulis kerja praktek’ air kerja berasal dari pengeboran sumur di lokasi proyek.

Baja Tulangan

Baja tulangan yang dipakai pada ’tempat penulis kerja praktek’ adalah :

  1. Baja tulangan polos ( BJTP ) dengan mutu baja fy 240 Mpa (U 24) untuk tulangan  Ø < 13 mm.
  2. Baja tulangan ulir ( BJTD ) dengan mutu baja fy 400 MPa (U 40) untuk tulangan D ≥ 10 mm.

Semua baja tulangan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat:

  1. Bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak-minyak, karat dan tidak   cacat (retak-retak, mengelupas, luka dan sebagainya).
  2. Bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan PBI 1971 (NI.2 – 1971).
  3. Mempunyai penampang yang sama rata.
  4. Ukuran disesuaikan dengan gambar-gambar.
  5. Penyimpanan baja tulangan terlindungi dari air, cuaca dan tidak boleh berhubungan langsung dengan tanah.

Karena penyimpanan baja tulangan dilakukan di tempat terbuka, maka pengadaan baja tulangan disesuaikan dengan pelaksanaan pekerjaan supaya waktu penyimpanan tidak terlalu lama. Di bawah tumpukan baja tulangan diberi bantalan dari balok kayu agar tidak berhubungan langsung dengan tanah selain itu juga ditutupi agar tidak terkena air hujan sehingga mengurangi terjadinya korosi pada baja tulangan. Baja tulangan yang digunakan dalam proyek ini adalah baja produksi PT. Krakatau Steel, PT. Jakarta Cakratunggal Steel Mills dan PT. Inter World Steel Mills Indonesia.

Pengujian mutu baja tulangan yang akan dipakai, sesuai dengan petunjuk Konsultan MK. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Konsultan MK. Jumlah tes baja tulangan dengan interval setiap 100 ton = 1 buah tes baja tulangan. Percobaan mutu baja tulangan juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Konsultan MK.

besi-tulangan

Gambar 1.1 Baja Tulangan dengan Berbagai Ukuran di Proyek

Beton Ready Mix

Bangunan gedung ini volumenya besar, maka tidak efisien terhadap waktu, biaya, dan tenaga kerja jika pengecorannya dilakukan secara manual serta untuk menjaga kualitas campuran (jaminan keseragaman mutu beton). Untuk itu digunakan sistem campuran beton siap pakai (beton ready mix). Beton ready mix adalah beton siap pakai yang dibuat dan diolah sesuai mutu pesanan untuk keperluan pengecoran. Beton yang dipakai adalah sesuai dengan spesifikasi kekuatan karakteristik (mutu beton) dari PBI 1971 tentang spesifikasi kuat beton.

mixer beton

Pencampuran di tempat (site mix) hanya dilakukan jika beton ready mix tidak tersedia atau bila keperluannya sedikit, seperti pekerjaan spesi pada pasangan bata. Pencampuran site mix dilakukan dengan cara manual (menggunakan tangan).

oleh: chairil nizar

Comments (2)

Alat bahan dan tenaga kerja proyek

SISTEM PENGADAAN

ALAT, BAHAN, DAN TENAGA KERJA

Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan serta tenaga kerja pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pekerjaan. Penggunaan alat dan bahan yang dipilih, serta kebutuhan tenaga kerja harus sesuai dengan standar dan kondisi di lapangan.

Peralatan kerja yang digunakan terdiri dari alat-alat berat dan alat-alat pelengkap lainnya, baik yang digerakkan secara manual atau mekanis. Pemilihan jenis peralatan yang akan digunakan dalam suatu pekerjaan merupakan faktor penting yang mempengaruhi proses penyelesaian suatu pekerjaan secara cepat dan tepat. Pertimbangan dari segi biaya sehubungan dengan penggunaan peralatan harus tetap ada, artinya harus ada optimasi dari harga produksi per satuan waktu untuk setiap peralatan yang digunakan. Selama pelaksanaan pekerjaan di proyek, pemeliharaan dan perawatan peralatan terutama untuk alat-alat berat harus dilakukan secara rutin, sehingga kondisi alat selalu baik dan siap pakai. Hal ini sangat penting agar dalam pelaksanaan nanti tidak terhambat karena adanya kerusakan pada peralatan kerja.

Penyimpanan bahan-bahan bangunan perlu mendapat perhatian khusus, mengingat bahan yang » Continue reading “Alat bahan dan tenaga kerja proyek”

Leave a Comment