struktur gedung

Siklus pekerjaan struktur gedung per lantai 5 hari

Pelaksanaan pekerjaan struktur gedung itu memerlukan metode serta strategi yang tepat agar bisa selesai sebelum berakhirnya hari kontrak. salah satu strateginya yaitu berusaha agar setiap lantainya bisa selesai sesuai siklus pekerjaan struktur gedung per lantai 5 hari. jadi kalau total jumlah lantai gedungnya ada 30lt, maka total pekerjaan struktur bisa diselesaikan dalam waktu 30lt x 5hari = 150hari.

 

Contoh jadwal pekerjaan struktur gedung per lantai selesai dalam waktu 5 hari

  1. Pembesian kolom = 0,5 hari.
  2. Bekisting kolom =0,5 hari.
  3. Cor kolom = 0,5 hari.
  4. Pembongkaran bekisting kolom =0,5 hari.
  5. Pemasangan bekisting balok plat lantai = 1 hari.
  6. Pembesian balok =0,5 hari.
  7. Pembesian plat lantai =0,5 hari.
  8. Pengecoran balok dan plat lantai = 1 hari.
  9. Pembongkaran bekisting balok dan plat lantai = 1 hari (dikerjakan diluar siklus).

Total hari = 0,5+0,5+0,5+0,5 + 1 + 0,5+ 0,5 + 1 = 5 hari.

struktur gedung

struktur gedung

Pada kenyataanya ada beberapa item pekerjaan yang dapat dilakukan dalam waktu bersamaan, jadi total waktu 5 hari tersebut sebenarnya masih bisa dioptimalkan lagi agar bisa selesai lebih cepat, Untuk pekerjaan pembongkaran bekisting tidak dimasukan kedalam siklus karena waktu bongkarnya minimal umur cor beton sudah 14 hari atau menunggu 28 hari setelah mengeras sempurna. jadi itu dilakukan ketika sudah selesai mengerjakan tiga lantai struktur diatasnya, kondisi tersebut bisa dijadikan acuan dalam menyiapkan material bekisting sesuai dengan siklus 3 lantai untuk satu kali masa pakai, kemudian dibongkar untuk dipakai pada lantai diatasnya.

 

Setelah dibuat rencana seperti itu maka langkah selanjutnya yaitu berusaha agar masing-masing item pekerjaan bisa selesai sesuai target waktu yang telah direncanakan. berbagai upaya bisa dilakukan untuk memastikan agar tujuan tersebut tercapai, dari mulai penyediaan alat kerja yang sesuai kebutuhan, jumlah tenaga kerja yang produktifitasnya sesuai dengan target waktu, stock material juga disesuaikan agar jangan sampai terjadi kekurangan ketika pekerjaan sedang berlangsung, juga berbagai macam masalah non teknis yang perlu diatasi agar pekerjaan bisa tetap berjalan sesuai dengan rel yang sudah menjadi rencana. apalagi yang namanya keterlambatan proyek itu resikonya bisa terkena denda 1/1000 perhari dari nilai kontrak proyek, sebuah harga yang cukup besar untuk kontrak struktur gedung yang rata-rata nilianya sekian ratus milyar rupiah.

Beri Komentar

Alamat Email tidak akan ditampilkan.

*