Sarjana itu pintar atau bodoh?

Banyak sarjana yang mengaku pintar dan menganggap orang lain adalah bodoh, hal ini merupakan sebuah pola pikir yang 100% salah karena kita tahu bahwa masing-masing orang mempunyai kelebihan (kepintaran) pada sisi tertentu dan pada sisi lain pasti punya kekurangan (kebodohan). Bisa jadi seseroang pintar pada suatu bidang namun bodoh dalam bidang yang lain, jadi akui saja kebodohan itu agar tidak menjadi beban bagi diri sendiri dan menjadi hambatan dalam berkarya. Kecuali seorang manusia terbaik teladan kita yang tergolong cerdas namun tetap rendah hati dan tidak menyombongkan kecerdasanya. siapa dia? “Muhammad” buktinya apa! banyak sekali, misalnya menurut hasil penelitian ilmuwan Astro Fisika Pada tahun 1978, Michael H. Hart asal Amerika serikat dengan menerbitkan buku “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History” atau terjemahan dalam bahasa indonesianya “100 orang yang paling berpengaruh dalam sejarah (dunia)” menyatakan bahwa Muhhamad SAW masuk sebagai peringkat satu orang paling pintar, sukses dan berpengaruh di dunia sepanjang sejarah sampai saat ini. Sepintar apapun seorang sarjana, ia tetap punya kebodohan karena pasti punya kekurangan pada sisi tertentu, pasti banyak yang tidak setuju ๐Ÿ™‚ tidak perlu khawatir karena justru banyak keuntungan menjadi sarjana yang bodoh.

 

Definisi bodoh menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI)

bodoh/boยทdoh/ a 1 tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dan sebagainya): anak ini — benar, masakan menghitung lima tambah lima saja tidak dapat; 2 tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman): penjajah sengaja membiarkan rakyat — agar mudah diperintah; 3 cak terserah (kepadamu): kalau tidak menurut nasihatku, –;

Dari arti kata diatas terlihat bahwa bodoh itu juga berarti tidak memiliki pengetahuan, pendidikan atau pengalaman. sedangkan kita sebagai manusia tidak mungkin tahu atau berpengalaman dalam segala hal.
sarjana bodoh

Beberapa hal yang bisa membuktikan bahwa sarjana itu punya kebodohan

  1. Tidak mungkin 100% pelajaran yang diajarkan dosen dikampus bisa diserap semua, kalaupun ada yang berhasil mendapat IPK kumlaud 4,00 pasti ada beberapa ilmu yang tidak dimengerti, atau menggunakan metode belajar hafalan sehingga saat ujian bisa menjawab semua namun lupa dikemudian hari.
  2. Akhir-akhir ini banyak yang mengejar IPK tinggi hanya untuk bisa memenuhi syarat minimal lulus tes PNS pegawai negeri sipil, BUMN atau lolos tes masuk perusahaan besar.
  3. Ada juga sarjana yang kuliahnya hanya mencari gelar untuk bekal ikut pilkada, supaya namanya terlihat gagah pada spanduk pemilu dengan harapan banyak yang memilih. padahal setelah meninggal maka gelarnya adalah almarhum.
  4. Banyak sarjana yang pintar menggunakan software tertentu tapi tidak tahu pola pikir perangkat lunak tersebut, jadi jika softwarenya salah maka hasilnya juga ikut keliru.
  5. Banyak sarjana yang bersembunyi dibalik kebesaran nama kampus, kemudian setelah lulus bersembunyi lagi dibalik kebesaran nama instansi entah itu departemen pemerintah atau perusahaan besar.
  6. Dosen atau guru juga termasuk sarjana bodoh, bedanya hanya pada kemauan untuk mempelajari ilmu lebih awal dibanding murid sehingga bisa mengajarinya.
  7. Banyak sarjana yang lebih memilih menempelkan titel dibelakang namanya agar terlihat kesarjanaanya, padahal seharusnya yang diperlihatkan adalah ilmu dan karya yang bisa memberikan manfaat pada sesama.

Oleh karena itu ucapan terimakasih di sampaikan kepada para sarjana yang merasa punya kebodohan dalam dirinya, sekaligus mengenal dimana sisi kepintaranya sehingga bisa mengantisipasi kekuranganya dengan terus belajar atau bekerjasama dengan sarjana lain sehingga dapat memberikan karyanya agar dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan dunia. Nah.. bagi yang merasa sebagai sarjana paling pintar ๐Ÿ™‚ย  akui saja kekurangan kita agar lebih mudah dalam berkarya, jika masih saja merasa pintar, coba jawab pertanyaan sederhana ini!!!

  1. Berapa jumlah rambut di kepalamu?
  2. Berapa jumlah ikan di lautan indonesia?
  3. Seperti apa wajah calon anak atau keturunanmu?
  4. Kapan dunia ini akan kiamat?

Dijamin jawabanya pasti “tidak tahu” kalaupun bisa menjawab pasti tidak tepat ๐Ÿ™‚

 

Intinya adalah yang namanya kebodohan atau kekurangan itu ada pada diri seseroang, bedanya hanyalah pada masalah tertutup atau terlihat. Yang bagus tentu saja tertutup agar yang nampak hanya kepintaranya saja, ibarat sekarung beras pasti ada kerikil kecilnya, namun karena kerikil itu ukuranya kecil dan jumlahnya sedikit jadi kotoran itu tidak terlihat karena tertutup oleh indahnya beras. Jadi marilah kita jadikan kebodohan itu sebagai bekal untuk koreksi diri dan modal untuk berkarya dengan maksimal. Bagi yang tidak setuju atau sependapat bahwa “sarjana itu selain pintar juga bodoh” silahkan memberikan koreksi, kritikan, saran atau masukan dibawah ๐Ÿ™‚

39 Comments

  1. boedy 4 February 2013
    • Guru Privat 25 July 2014
  2. Dani 4 February 2013
  3. omdoang 6 February 2013
  4. susamto 6 February 2013
  5. ahmad fauzi 7 February 2013
  6. yusuf 8 February 2013
  7. Sukarno 11 February 2013
  8. randa 23 February 2013
    • irul 8 March 2013
    • gak perlu tau 19 November 2016
  9. hasan HS 23 February 2013
  10. Bahar 26 February 2013
  11. hada maulana 28 February 2013
  12. agus tantan 8 March 2013
  13. imamsbd 10 March 2013
  14. dvan 15 March 2013
  15. edi 23 March 2013
  16. gudel 24 March 2013
  17. keanu.reaves 15 April 2013
  18. rudi 20 June 2013
  19. icank 21 June 2013
  20. LAH 12 October 2013
  21. CENDOL IJO 18 October 2013
  22. Hilman 20 March 2014
  23. Jahsin 30 March 2015
  24. bodoh 21 April 2015
  25. aryo wicaksono jati 5 May 2015
  26. ArulBahar 8 June 2015
  27. agus 10 June 2015
  28. fi 15 August 2015
  29. Yen Net Com 5 November 2015
  30. rakyat jelata 29 January 2016
  31. Own 8 February 2016
  32. reste 27 February 2016
  33. Andy Harahap ST.,MT. 2 April 2016
  34. heri setiawan 24 May 2016
  35. Tau Diri 13 September 2016
  36. Tata 2 March 2017

Leave a Reply