Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

sipil rangka atap masjid dengan struktur baja ringan

Membangun atap masjid dengan struktur rangka atap baja ringan memiliki kekhasan tersendiri. Selain karena bentuknya selalu tidak umum, struktur yang harus dipasangnya juga termasuk struktur yang rumit. Rumitnya memasang struktur rangka atap baja ringan ini bukan menjadi alasan untuk menghindari baja ringan pada atap masjid. Melihat karakteristik masjid di Indonesia yang beragam, maka ini menjadi tantangan enjinir perencana baja ringan untuk mewujudkan bentuk atap sesuai dengan ciri yang ada tanpa mengesampingkan kekuatan strukturnya.

 

Sejumlah masjid yang dibangun di berbagai daerah senantiasa menonjolkan unsur–unsur daerah dengan nilai–nilai tradisionalnya. Oleh karena keterikatannya dengan budaya lokal tradisional sangat kuat, masjid dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama, karena itu pada awal perkembangan Islam di Indonesia, masjid tampil sebagai bangunan yang bercorak tradisional daerah. Sebutlaah seperti arsitektur. Masjid Agung Demak, wujud arsitekturalnya merupakan pengembangan bentuk pendopo. Demikian pula masjid Menara Kudus adalah wujud akulturasi Islam dengan Hindu yang gerbangnya bercorak bangunan Majapahit. Dalam konteks arsitektur/lingkungan binaan terdapat sisi universalitas dalam konteks spiritualnya, yang menjadikan masjid mampu bertemu dan berdialog dengan beragam lokalitas di semua tempat dan zaman.

 

Pada perkembangan awal, masjid jelas tidak menggunakan bentuk kubah sebagai ciri atau simbol seperti yang telah difahami oleh sebagian besar masyarakat umum saat ini. Masjid Nabi di Madinah ketika dulu dibangun pada masal awal juga sama sekali tidak ada unsur kubah itu. Atap Kubah awalnya diduga berasal dari bangunan Bizantium dan Persia, yang merupakan jenis atap berbentuk bulat atau setengah bulatan yang berfungsi untuk menutup bangunan dasar berbentuk segi empat, bundar atau bersegi banyak. Ketika Islam menyebar dan berinteraksi dengan budaya dan peradaban lain, tampaknya Islam tidak segan-segan untuk mengambil pilihan-pilihan bentuk yang sudah ada itu, termasuk teknik dan cara membangun yang memang sudah dimiliki oleh masyarakat setempat tersebut.

 

Perkembangan teknologi baja ringan menawarkan solusi membangun rangka atap masjid yang sesuai dengan karakteristik Indonesia. Beberapa bentuk struktur atap masjid yang sudah menggunakan rangka atap baja ringan diantaranya sebagai berikut:

rangka atap baja ringan

Tiga contoh di atas menunjukan bahwa perkembangan ke depan, rangka atap baja ringan bisa menjadi solusi untuk membangun struktur rangka atap masjid dengan berbagai ragam bentuk sesuai dengan karakteristik daerah Indonesia.

  1. Baja Ringan Carport dan Kanopi
  2. Sejarah Baja dan Baja Ringan
  3. baja ringan tidak ramah lingkungan
  4. Cara menghitung biaya atap baja ringan
  5. Self Driling Screw Baja Ringan
  6. Membeli Material Baja Ringan Batangan
  7. Perbandingan Kayu dan Baja Ringan
  8. Rangka atap baja ringan
  9. Kanopi baja ringan untuk rumah minimalis
  10. tumpuan sendi roll pada atap baja ringan
  11. Alumunium foil atap baja ringan
  12. Mengganti Konstruksi Atap Kayu dengan Baja Ringan
  13. Baja Ringan Mix
  14. Attic Dan Rangka Atap Baja Ringan
  15. Ragam Atap Baja Ringan
  16. design rumah Baja Ringan
  17. atap baja ringan bentang lebar
  18. Rangka Atap Baja Ringan Galvalum-Zincalum dan Plafon gypsum

2 Responses to “rangka atap masjid dengan struktur baja ringan”

  1. kontraktor kubah masjid enamel says:

    Konstruksi baja ringan untuk bentang atap kubah masjd bentang lebar saya rasa kurang aman, jadi pakai rangka truss cremona, WF, dan Space Truss

  2. erna irvan philya says:

    kalau digunakan untuk bentang lebar memang berbahaya karena dikawatirkan tidak bisa menahan beban diatasnya..dianjurkan untuk menggunakan WF ini dibuat berdasarkan pengalaman dilapangan dengan bentang 18m

Leave a Reply