Proyek konstruksi tidak lagi membutuhkan banyak tenaga tukang bangunan

Proyek konstruksi tidak lagi membutuhkan banyak tenaga tukang bangunan karena dalam beberapa jenis pekerjaan pelaksanaanya sudah beralih menggunakan mesin atau alat berat. contohnya untuk menggali tanah pada zaman dahulu dibutuhkan puluhan tukang gali lengkap dengan cangkulnya, namun dewasa ini hanya digantikan oleh sebuah alat excavator dengan seorang operator saja. Untuk membuat jalan raya juga hanya memerlukan sedikit tenaga manusia, batu yang tadinya dipanggul oleh tenaga manusia digantikan oleh truck. berikut beberapa contoh item pekerjaan yang sudah tidak lagi memerlukan banyak tenaga kerja karena sudah digantikan oleh alat berat.

 

Tukang Gali digantikan oleh excavator

Menggali tanah merupakan pekerjaan yang sangat erat kaitanya dengan pembangunan, apalagi jika yang dibuat berupa infrastruktur entah itu jalan raya, jembatan, pelabuhan serta sejenisnya. keberadaan tukang gali disini tidak begitu diperlukan kecuali hanya untuk pekerjaan perapihan saja, sedangkan penggalian skala besar digantikan oleh alat berat excavator.

Tukang aduk beton digantikan oleh Truck mixcer batching plant beton

Mengaduk beton merupakan rutinitas dalam membuat bangunan struktur beton bertulang, pembuatanya bisa dilakukan secara manual oleh pekerja atau kenek bangunan. Namun dewasa ini banyak masyarakat yang lebih memilih beton jadi dengan volume m3 sesuai kebutuhan , misalnya untuk mengecor plat lantai 2 rumah yang tadinya perlu puluhan tukang agar bisa selesai dalam sehari, banyak yang menggantikanya dengan memesan beton truck mixer ditambah dengan menyewa concrete pump sehingga hanya tinggal tuang dan meratakan saja, dengan metode ini maka hanya dibutuhkan beberapa tukang saja.

Dan masih banyak lagi penggantian tenaga kerja manusia dengan mesin atau alat berat pada item pekerjaan yang lainya.

 

 

Disatu sisi ini merupakan kemajuan teknologi dibidang konstruksi yang terbilang bagus karena bisa mempercepat, mempermurah,  sekaligus mempermudah pembangunan. Namun persaingan tenaga kerja berubah menjadi ketat. oleh karena itu diperlukan upgrade sumber daya manusia, hanya tukang bangunan terampil dan produktif yang bisa bertahan ditengah ketatnya persaingan. sebagai saran hendaknya para tukang bangunan berjuang menyekolahkan anaknya sampai menjadi sarjana teknik sipil sehingga kelak bisa bekerja sebagai insinyur, solusi lainya yaitu pengalihan tenaga kerja ke bidang pekerjaan lain seperti pertanian, perikanan, industri pabrik serta yang lainya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.