Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

teknik sipil Pile cap dan tea beam

Pada struktur bangunan gedung bertingkat tinggi kita bertemu dengan pile cap dan tea beam yang merupakan bagian dari pondasi bangunan. struktur ini terbuat dari beton bertulang dengan ukuran dan jumlah besi tulangan menyesuiakan hasil perhitungan. Pile cap di gunakan sebagai pondasi untuk mengikat tiang pancang yang sudah terpasang dengan struktur di atasnya yaitu te beam dan slab, berikut ini contoh gambar shop drawing pile cap dan tea beam pada sebuah gedung

 

pile cap tea beam

 

Contoh Langkah pelaksanaan pile cap sebagai berikut :-)

  1. Setelah galian tanah mencapai elevasi yang di tentukan, maka tiang pile atau pancang di potong dan dilebihkan besi stek untuk pengikatan struktural dan di sisakan beton setinggi 7.5 cm untuk selimut beton.
  2. Pembuatan lantai kerja setebal 5 cm
  3. Meletakan pembesian pile cap yang sudah di pabrikasi.
  4. Memasang bekisting batako untuk memberi bentuk pile cap dan memisahkan beton dengan tanah.
  5. Merangkai dengan pembesian tea beam dan slab agar menjadi satu kesatuan.
  6. Pengecoran yang di lakukan bersamaan antara tea beam dan pile cap.

 

Tea beam adalah balok yang terletak atau bertumpu pada permukaan tanah. Tea beam biasanya di gunakan untuk menghubungkan antara pile cap yang satu dengan pile cap yang lainya, tea beam juga berfungsi untuk menopang slab atau plat lantai yang berhubungan langsung dengan permukaan tanah. langkah pengerjaan tea beam hampir sama dengan pile cap.

 

Permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan pembangunan pile cap dan tea beam yaitu bertemu dengan sumber air tanah sehingga harus dilakukan penyedotan air dahulu sampai kering atau disebut juga dengan pekerjaan dewatering, masalah lain yaitu elevasi ketinggian kepala tiang pancang yang terlalu dalam atau tinggi, jika terlalu dalam maka harus dilakukan penyembungan sehingga pondasi bisa bekerja dengan baik, atau jika tiang pancang terlalu tinggi maka dilakukan pekerjaan penghancuran beton sebagai rizki tukang bobok :D hal ini dapat dipantau saat melakukan pekerjaan pemancangan agar posisi tiang pancang benar-benar tepat pada titik dan ketinggian yang telah direncanakan ;-)

ilmu sipil
  1. Pemancangan Dengan Alat Jack in Pile
  2. Langkah Merancang Pondasi Telapak Gabungan
  3. Perhitungan pondasi tc tower crane
  4. Pondasi Telapak Gabungan
  5. Konstruksi pondasi cakar ayam
  6. menghitung pondasi TC
  7. Perencanaan Pondasi tiang pancang
  8. Pertimbangan Perancangan Pondasi Berdasarkan Jenis Tanah
  9. PDA test pondasi dalam
  10. Menghitung RAB Pondasi plat jalur

24 Komentar

  • Inra Saragih says:

    Info Yang bagus Pak, I’m Waiting for new artikel :lol:

  • Ahmad Adey says:

    senang nya hati ku… dapat info berharga seperti ini… semoga amal baiknya sampai ke akhirat ya pak.. saya saksinya… tq bangeeet.

  • iraL,ST says:

    pak ahadi emailnya ATAU no.telp.yg bs dihubungi brp,saya ingin berkonsultasi seputar ilmu tehnik sipil.terimakasih

    • ahadi says:

      @iraL,ST, email: admin@ilmusipil.com , :-) , saya gak begitu bisa masalah teknik sipil pak, untuk berdiskusi bapak bisa posting tulisan atau pertanyaan melalui ilmusipil.com biar bisa ditanggapi teman – teman yang lain atau saya jika kebetulan bisa :-)

  • juharwadi says:

    info nya sangat bagus, gak nyesel langganan, trm ksh pak atas segalanya, kalo boleh mo tanya untuk menentukan ukuran besi dan jumlah tulangan pada kolom gmn caranya pak ? contohnya kalo kita buat kolom 20×40 berapa banyak tulangan besinya dan diameter yang berapa yang akan kita pakai ?. banyak2 terima kasih atas jawabannya pak. Salam

    • ahadi says:

      @juharwadi, waalaikumsalam… semoga bermanfaat :-), untuk menghitung tulangan besi pada kolom membutuhkan proses yang cukup panjang pak, pertama kali kita menghitung beban meliputi berat lantai atau barang – barang yang akan disokong kolom tersebut. yang dalam istilah tekniksipil nya biasa disebut ilmu gaya, mekanika teknik, statistika, atau mekanika rekayasa. nah setelah ketemu kekuatan kolom yang harus dipakai untuk dapat menanggung beban diatasnya, berikutnya kita menentukan jenis beton, jumlah tulangan besi dan diameternya bisa dengan memnggunakan rumus SNI ( standar nasional indonesia ), ACI ( American COncrete institute ) , PBI ( Peraturan beton indonesia ). jika bapak menginginkan perhitungan yang lebih cepat bisa menggunakan software SAP 2000 atau ETAB namun terlebih dahulu harus memahami mekanika teknik sebagai dasar menjalankan software tersebut. :-)

  • ayee says:

    Thhxxx ..bgt boss… kerjaan gw bsa cepet beres nehh hehe dapat info pile cap, pa ahadi saya minta contact personnya donk ,emailakan ke “yuwadri_2004@yahoo.ie”

    Sya punya kasus pembebanan dengan alat yang bergerak atau dinamis diatasnya, semacam simulator gitu…,berapa yah dimensinya saya harus desainkan pile cap nya…?ada yang bsa bantu?????

    Semoga bermanfaat untuk pembangunan negara qta pa…

  • forkiano says:

    bagai mana cara menghitung ketebalan poer???? minta tolong dong, cara menghitungnya!!!!!!

  • forkiano says:

    bagai mna cara mendisain ketebalan poer??????

  • Dwie-okta says:

    pak, bgmn apabila pondasi tsb menyambungkan 4 tiang pancang tetapi slah satu tiang pancang tidak terikat langsung dgn pembesian pondasinya?? karena dalam kasus ini saat pemotongan tiang pancang sambungannya lepas sedangkan jaraknya dari tulangan utk pondasi sekitar 5cm…bgmn pak??

  • ahadi says:

    Sebaiknya dibuat sebuah tulangan besi baru untuk menghubungkan tiang pancang dengan pile cap nya pak, karena fungsi dari pile cap adalah menerima beban struktur diatasnya menjadi satu kesatuan kemudian disalurkan ke masing-masing tiang pancang :-)

  • andi says:

    mohon bantuannya, saya mau menanyakan berapa jarak yang direkomendasi dalam pemasangan tiang pancang dengan bangunan di sekitarnya dan kira2 ada tidak peraturan yang mengatur tentang hal tersebut, terima kasih.

  • beni says:

    bantuanya dong saya mau tanya tentang gambar struktur bangunan pada pile cap ada angka 2d13 apa maksudnya??????????????????????????

  • Yunardi says:

    Thanks infonya……………..banyak ilmunya

  • bagus says:

    tie (mengikat)
    beam (balok)

  • timotius says:

    Bagaimana menghitung dimensi pile cap akibat titik bore pile (single) bergeser dari rencana?. anggaplah bergeser 15 cm dari titik rencana. terimakasih..

  • Davied Insja says:

    Sebaiknya disajikan pula dasar penentuan tinggi/tebal, cara menghitung tulangan pokok pile cap. Sehingga tidak terkesan kedua hal ini hanya ditaksir belaka. Lebih cocok mana ya, disebut Tie-Beam atau tea Beam?

  • endang aliyudin says:

    alhamdulillah, saya pelajar smk jurusan teknik gambar bangunan sangat berterima kasih atas informasi yang sangat bermanfaat ini.. alhamdulillah luar biasa..

  • nur says:

    untuk smua pengerja’an bobok beton/tiang pancang hbngi.081904342592

  • Roeby says:

    Numpang tanya pak….apakah ada aturan panjang besi tulangan borepile? dan apabila panjang besi tersebut kurang akibat elevasi bangunan naik sehingga harus di sambung, apakah penyambungannya cukup 40 diameter besi tulangan?

  • bekti says:

    saya mau tanya pak ahmadi
    apakah balok t beam dangan slof sama fungsinya ?
    klo d satu bangunan terdapat 2 atau 3 macam dimensi tbeam yg berbeda apakah ada pengaruhnya dengan konstruksi bangunan tersebut….(mohon bantuannya pak ahmadi)

  • Mandiri Pile says:

    Menarik sekali infonya ,sangat bermanfaat,biasanya digabungkan dengan pondasi dalam pancang atau Bor Pile

  • ruth says:

    Selamat siang pak, mau tanya apakah bisa bila dasar sloof itu sejajar dengan pile cap (pile cap tinggi 35cm,sllof 40cm jd sloof nongol 5cm diatas pilecap, jd sloof jd satu kesatuan dgn pile cap). Lebih kuat mana sllof diatas pile cap atau jd satu dgn pile cap atau diatas pile cap?terima kasih

Komentari

*
*