Pile cap dan tea beam

Pada struktur bangunan gedung bertingkat tinggi kita bertemu dengan pile cap dan tea beam yang merupakan bagian dari pondasi bangunan. struktur ini terbuat dari beton bertulang dengan ukuran dan jumlah besi tulangan menyesuiakan hasil perhitungan. Pile cap di gunakan sebagai pondasi untuk mengikat tiang pancang yang sudah terpasang dengan struktur di atasnya yaitu te beam dan slab, berikut ini contoh gambar shop drawing pile cap dan tea beam pada sebuah gedung

 

pile cap tea beam

 

Contoh Langkah pelaksanaan pile cap sebagai berikut ๐Ÿ™‚

  1. Setelah galian tanah mencapai elevasi yang di tentukan, maka tiang pile atau pancang di potong dan dilebihkan besi stek untuk pengikatan struktural dan di sisakan beton setinggi 7.5 cm untuk selimut beton.
  2. Pembuatan lantai kerja setebal 5 cm
  3. Meletakan pembesian pile cap yang sudah di pabrikasi.
  4. Memasang bekisting batako untuk memberi bentuk pile cap dan memisahkan beton dengan tanah.
  5. Merangkai dengan pembesian tea beam dan slab agar menjadi satu kesatuan.
  6. Pengecoran yang di lakukan bersamaan antara tea beam dan pile cap.

 

Tea beam adalah balok yang terletak atau bertumpu pada permukaan tanah. Tea beam biasanya di gunakan untuk menghubungkan antara pile cap yang satu dengan pile cap yang lainya, tea beam juga berfungsi untuk menopang slab atau plat lantai yang berhubungan langsung dengan permukaan tanah. langkah pengerjaan tea beam hampir sama dengan pile cap.

 

Permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan pembangunan pile cap dan tea beam yaitu bertemu dengan sumber air tanah sehingga harus dilakukan penyedotan air dahulu sampai kering atau disebut juga dengan pekerjaan dewatering, masalah lain yaitu elevasi ketinggian kepala tiang pancang yang terlalu dalam atau tinggi, jika terlalu dalam maka harus dilakukan penyembungan sehingga pondasi bisa bekerja dengan baik, atau jika tiang pancang terlalu tinggi maka dilakukan pekerjaan penghancuran beton sebagai rizki tukang bobok ๐Ÿ˜€ hal ini dapat dipantau saat melakukan pekerjaan pemancangan agar posisi tiang pancang benar-benar tepat pada titik dan ketinggian yang telah direncanakan ๐Ÿ˜‰

25 Comments

  1. Inra Saragih 29 December 2009
  2. Ahmad Adey 30 December 2009
    • ahadi 30 December 2009
  3. ahadi 10 March 2010
  4. juharwadi 6 April 2010
    • ahadi 6 April 2010
  5. ayee 22 June 2010
  6. forkiano 29 June 2010
  7. forkiano 29 June 2010
  8. Dwie-okta 25 May 2011
  9. ahadi 25 May 2011
  10. andi 2 August 2011
  11. beni 14 March 2012
  12. Yunardi 22 June 2012
  13. bagus 19 July 2012
  14. timotius 28 September 2012
  15. Davied Insja 5 November 2012
  16. endang aliyudin 25 April 2013
  17. Roeby 20 December 2013
  18. bekti 19 August 2014
  19. ruth 2 October 2014
  20. hangcekcitrabudiman 6 September 2015
  21. Thomas Yanuar 22 September 2015
  22. Thomas Yanuar 22 September 2015
  23. Angwen Quena 10 August 2016

Leave a Reply