perubahan energi menjadi benda

Datangnya Sebuah peradaban dimana ruang sudah tidak berpengaruh dalam kehidupan manusia,ruang sangat berkait dengan waktu dan jarak, berbagai penelitian teknologi dilakukan yang pada dasarnya merupakan proses pencarian jati diri manusia menggunakan akal atau biasa disebut secara ilmiah.

perkembangan teknologi tentang pengaruh ruang dalam kehidupan manusia secara tidak langsung menghasilkan berbagai macam peralatan yang berfungsi menerjemahkan arti ruang dan waktu tersebut sebagai fasilitas hidup manusia

berikut ini alur pemikiran arti ruang dalam kehidupan manusia

Manusia dengan tubuhnya

dalam situasi ini manusia membutuhkan suatu ruang untuk berinteraksi antara tubuh manusia satu dengan yang lainya, sehingga terjadi keterbatasan ruang yang dapat dijangkau oleh manusia itu sendiri, pada zaman ini manusia secara naluri cenderung berpindah-pindah tempat untuk mencari tahu keterkaitan tubuhnya dengan ruang.

Manusia dengan hewan tungganganya

pada zaman ini manusia berinteraksi dengan manusia lainya dalam waktu yang lebih cepat dengan bantuan makhluk lain baik berupa hewan maupun yang lainya baik diwujudkan dengan transportasi kuda, transportasi onta, burung pos dan lain sebagainya, pada zaman ini komunikasi jarak jauh merupakan sesuatu yang tidak mungkin kecuali dilakukan oleh manusia yang menguasai teknologi komunikasi dengan caranya sendiri.

Manusia dengan perjalananya

Sadar akan keterbatasan kemampuan hewan tungganganya kemudian menusia mulai membuat peralatan yang dapat bergerak lebih cepat dari hewan-hewan tersebut, sehingga terciptalah berbagai macam peralatan transportasi seperti sepeda, mobil, pesawat dan sejenisnya, pada zaman ini manusia berusaha mencari tahu tentang arti ruang sampai keluar angkasa dengan menggunakan perlatan transportasi yang telah dibuatnya, namun terjadi lagi keterbatasan alat tersebut untuk mencapai berbagai macam ruang yang diharapkan.

Manusia dengan suaranya

seiring dengan perjalanan waktu, manusia mulai dapat saling berkirim kabar dengan jarak yang tidak terbatas dengan memanfaatkan potensi suara yang dimilikinya dengan menghasilkan berbagai macam peralatan yang dapat memfasilitasi kegiatan manusia pada zaman ini seperti telepon, radio dan sejenisnya

Manusia dengan penglihatanya

setelah pemanfaatan suara dapat mempersempit jarak ruang dan waktu selanjutnya penelitian mengenai kemungkinan penampakan atau penglihatan mulai dilakukan untuk berinteraksi yang tidak terikat oleh waktu yang pada zaman ini menghasilkan berbagai macam peralatan teknologi seperti kamara, telegram dan sejenisnya, pada zaman ini sering disebut era komunikasi dimana hubungan ruang dan waktu dapat dipersingkat dengan cara menjelajahinya dengan menggunakan suara.

Manusia dengan suara dan penglihatanya

gabungan antara pendengaran dan penglihatan pun akhirnya dapat lebih mempersempit ruang dalam jarak yang lebih dekat dengan metode tranfer gambar bersuara yang seringkali disebut dengan video, kejadian pada ruang lain dapat dijangkau oleh manusia dengan berbagai macam peralatan yang mampu mentranfer sebuah ruang seperti televisi, internet, handphone 3g dan sejenisnya.

Manusia dengan perabanya

tidak cukup sampai disitu rasa penasaran manusia untuk membuktikan ruang kemudian mulai juga dilakukan penelitian dengan menggunakan indra perabanya yang menghasilkan berbagai macam peralatan teknologi yang disebut touch scren atau layar sentuh.

Manusia dengan indra penciumanya

perkembangan selanjutnya manusia khususnya para pemilik usaha yang berhubungan dengan aroma mulai berpikir tentang bagaimana konsumen yang hendak membeli barang daganganya secara online dapat menngetahui bagaimana sedapnya barang daganganya, pada zaman ini menghasilkan peralatan yang dapat mentransfer aroma.

Manusia dengan hatinya

pada zaman ini manusia mulai tidak mempercayai otaknya dalam menerjemahkan arti ruang dan waktu sehingga beralih ke hati sebagai alat ilmiah untuk prenelitian lebih lanjut, pada zaman ini lebih fokus tentang bagaimana sebuah perasaan dapat melewati ruang tanpa batas, manusia mulai tidak mempercayai bahwa dirinya merupakan tubuh yang terbatas oleh ruang.

Manusia dengan energinya

pada zaman ini peralatan teknologi lebih berfungsi kepada perubahan energi ke benda, maupun sebaliknya, peralatanya dapat berbentuk lingkaran maupun memanjang seperti tongkat, mengenai perubahan energi menjadi benda telah diuraikan tuhan dengan gambaran kepada manusia sebagai berikut:

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya: “Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang”.

Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: “Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta Alam”.

(Allah berfirman): “Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,

dan lemparkanlah tongkatmu”. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. “Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.

tetapi orang yang berlaku lalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Firaun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik”.

Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: “Ini adalah sihir yang nyata”.

Manusia dengan manusianya

puncak dari proses pencarian arti ruang dan waktu oleh manusia pun akhirnya membuahkan hasil  dengan penciptaan berbagai macam peralatan yang dapat mengantarkan manusia mengarungi tanpa batas ruang dan waktu, berbagai macam peralatan ini sudah pernah diciptakan pada zaman dahulu yang di ceritakan oleh tuhan sebagai berikut

Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman”.

Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung (pesawat) dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata”.

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;

maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”.

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini,

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang besar”.

Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”

Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.

Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang berserah diri”.

Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis (ku)”.

Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan”.

Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.

Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina”.

Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

Dia berkata: “Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal (nya)”.

Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri”.

Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”. Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat lalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Saleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.

Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”.

Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Saleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.

Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.

 

disinilah sebuah gambaran tentang teknologi diceritakan ada sebuah teleportasi, ada peasawat terbang seperti piringan yang sering dikaitkan dengan alien, ada pengubahan energi ke benda dengan alat seperti ular, namun demikian artikel ini hanya sebuah pemikiran yang benar atau tidaknya tuhan yang tahu, lalu bagaimana dengan pendapat lainya? silahkan di lanjutkan dibawah 🙂


One Response

  1. budi 10 July 2012

Leave a Reply