Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

sipil PERMASALAHAN PADA TPA

TPA BANTAR GEBANG MENIMBULKAN PENCEMARAN

Tempat pembuangan akhir sampah Bantar Gebang, Bekasi menimbulkan pencemaran air tanah yang mengakibatkan sebagian besar warga Cikiwul, Ciketing Udik, dan Sumur Batu tidak lagi bisa mengkonsumsi air sumur. Air sumur warga yang tinggal dalam radius sampai lima kilometer dari TPA Bantar Gebang berwarna kekuning-kuningan atau coklat, rasanya tak enak, dan terkadang berbau.

Persoalannya karena pengolahan air lindi sampah di TPA Bantar Gebang sampai saat ini tak pernah beres sehingga mencemari tanah dan merembes ke sumur-sumur warga. Menurut pengelola TPA, pencemaran air lindi hingga mencemari air sumur warga itu memang kenyataan yang diakibatkan ada kebocoran dari saluran air lindi. Kondisi itu disebabkan ada instalasi pengolahan air sampah yang tidak berfungsi karena kebocoran saluran air lindi yang melewati inlet atau sumur isap.

Sejak bertahun-tahun lalu warga sudah merasa was-was akan bahaya sampah terhadap kesehatan masyarakat. Menurut masyarakat setempat, banyak diantara warga Ciketing Udik menderita batuk-batuk, gatal-gatal, penyakit kulit, dan muntaber.

Lain halnya permasalahan yang dihadapi masyarakat dari kelurahan yang sama. Masyarakat yang didominasi petani padi ini selama tiga tahun terakhir mengeluhkan menurunnya hasil padinya setiap kali panen.

 

LONGSOR DI TPA LEUWIGAJAH

Senin subuh, 21 Februari 2005. Bandung diguyur hujan lebat. Air meluap hingga membanjiri di bagian selatan Kota Bandung. Di pagi itu, asap tebal keluar dari timbunan sampah Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi.

TPA Leuwigajah memiliki luas area mencapai 23,5 hektar are. Dihimpit oleh dua bukit, yang terdiri atas batuan vulkanik dan batuan beku. Tinggi sampah mencapai 35 meter.

Warna biru campur merah merayap di permukaan tumpukan sampah 2.000.000 meter kubik Ini adalah api yang menjalar di atas sampah. Diperkirakan api ini muncul akibat panasnya gas Metan. Api muncul juga dipicu oleh petir pada saat hujan.

Terdengar bunyi ledakan diiringi Lembah gunungan sampah terbelah. Sampah bergemuruh. Jatuh dan menggelinding hingga meluluhlantakan dua kampung. Dua kampung ini persis berada di bawah gunungan sampah tersebut.

Kampung Leuwigajah dan Batujajar lenyap. Sedikitnya 143 lebih warga dua desa tersebut hilang tertimbun oleh tumpukan sampah. Ratusan rumah warga hilang dan rusak berat. Sampah menggilas dua kampung tersebut. Sampah yang bergerak cepat meluncur dari puncak lembah. Gunungan sampah yang terjatuh tersebut mencapai lebih 10 meter. Turun dari kemiringan lereng arah tenggara. Sampah terbawa oleh air hujan dan licinnya dari lumpur-lumpur sampah.

Pada tahun 1987 Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwigajah pernah mengalami longsoran kecil. Namun longsoran tersebut tidak sampai memakan korban. Pada tahun 1994 Pemerintahan Kota Bandung membuat rencana pembangunan retaining wall atau tanggul berupa tembok. Namun rencana tersebut tidak pernah terealisasi.

oleh: Chairil Nizar

  1. Budaya Green di rumah yang ramah lingkungan
  2. Tahap Awal Pelaksanaan Proyek
  3. Gotong royong kerja bakti di hari minggu
  4. KOMPOSISI DAN KARAKTERISTIK SAMPAH
  5. PEMANTAUAN LINGKUNGAN TPA
  6. Membuang sampah di sungai
  7. PENGERTIAN SAMPAH
  8. SUMBER SUMBER SAMPAH
  9. Cara mencegah erosi pantai atau pengikisan daratan pinggir laut
  10. Banyak daerah di pulau jawa Indonesia tenggelam
  11. PENGELOLAAN SAMPAH
  12. Kota Demak Jawa Tengah terancam hilang akibat erosi pantai
  13. Di Balik SebuahTrotoar jalan raya

Leave a Reply

Current ye@r *