Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

teknik sipil perencanaan campuran beton

Bagaimana cara membuat perencanaan campuran beton? apakah hanya dicampur aduk begitu saja tanpa adanya peraturan khusus, tentu saja tidak demikian, karena terdapat berbagai macam hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan adukan beton terbaik, salah satunya yaitu melakukan percobaan yang bertujuan untuk menentukan komposisi atau unsur beton basah dengan ketentuan kekuatan tekan karakteristik dan SLUMP rencana, berikut ini gambaran sederhana tentang proses pembuatan adukan beton secara manual :-)

 

PERALATAN
a. Timbangan.
b. Peralatan membuat adukan :

  1. Wadah seperti ember atau tempat yang digunakan untuk membuat adukan beton.
  2. Sendok semen atau biasa disebut juga dengan cetok.
  3. Peralatan pengukur SLUMP
  4. Peralatan pengukur berat volume

 

BAHAN – BAHAN
Unsur beton :

  1. Air untuk mencampur semen dan dan agregat sehingga dapat mengeras menjadi batu beton.
  2. Semen sebagai bahan perekat beton
  3. Agregat halus berupa pasir atau batuan dengan butiran kecil
  4. Agregat kasar berupa kerikil atau batuan dengan ukuran lebih besar dari agregat halus.

Setelah dilaksanakan perencanaan beton tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan campuran beton sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan bahan campuran sesuai dengan rencana berat pada wadah yang terpisah.
  2. Mempersiapkan wadah yang cukup menampung volume beton basah rencana.
  3. Memasukkan agregat kasar dan halus dalam wadah.
  4. Mencampurkan agregat dengan menggunakan sekop atau alat pengaduk.
  5. Menambahkan pada agregat campuran dan mengulangi proses pencampuran sehingga diperoleh adukan kering agregat dan semen merata.
  6. Menambahkan 1/3 jumlah air total kedalam wadah, dan lakukan pencampuran sampai terlihat konsistensi adukan merata.
  7. Menambahkan kembali 1/3 jumlah air kedalam wadah dan mengulangi proses untuk mendapatkan konsistensi adukan.
  8. Melakukan pemeriksaan SLUMP.
  9. Apabila nilai SLUMP sudah mencapai nilai rencana, lakukan perbuatan benda uji silender beton dan kubus. Jika belum tercapai SLUMP yang diinginkan, tambahkan sisa air dan lakukan pengadukan kembali.
  10. Menghitung berat jenis beton.
  11. Membuat empat benda uji silinder dan empat benda uji kubus sesuai petunjuk.
  12. Mencatat hal – hal yang menyimpang dari perencanaan, terutama jumlah air dan nilai SLUMP.

 

Untuk Download file ini beserta hasil hitungan percobaan dalam bentuk Microsoft word 2003 bisa klik dibawah:

http://www.ziddu.com/download/7748373/PERENCANAANCAMPURANBETON.doc.html

http://www.ziddu.com/download/7748372/PELAKSANAANCAMPURAN.doc.html

Penggunaan campuran beton yang baik dan sesuai dengan kebutuhkan diharapkan dapat menghemat biaya bangunan dengan tetap memperhitungkan segi kekuatan dan keindahan, untuk mengetahui kekuatan beton dapat membaca artikel yang khusus membahas tentang cara tes kuat tekan beton :-)

ilmu sipil
  1. kalkulator kebutuhan beton
  2. Keruntuhan pada Beton Bertulang
  3. Menghitung struktur balok
  4. Cara penggunaan lem beton Calbond
  5. Pekerjaan cor beton di malam hari
  6. cara tes slump beton
  7. Tanya perhitungan struktur rumah 2 lantai
  8. Cara membuat bestat besi tulangan
  9. Penyebab pekerjaan beton yang salah
  10. Kelebihan dan kekurangan beton sebagai material bangunan
  11. tes beton
  12. Struktur plat lantai beton bertulang sistem half slab
  13. Memanfaatkan sisa cor beton pada proyek besar
  14. BATCHING PLANT beton
  15. Cara menghitung kebutuhan material dak lantai beton per m2
  16. cara tes kuat tekan beton
  17. Beban struktur plat lantai untuk kantor 250kg per m2
  18. perbandingan campuran beton K
  19. Cara membuat kolom beton bertulang

2 Komentar

  • Wiltor says:

    Halo Pak….terimakasih buat situs hebat ini dan tulisan2 luarbiasanya.
    Maaf Pak…. saya sdh coba download file “PERENCANAAN CAMPURAN.DOC” dan sudah membaca2, namun ada beberapa hal yg kurang saya pahami : yaitu pada baris-baris berikut (nomornya saya sesuaikan dgn nomor-nomor yg bapak cantumkan disisi kirim tabel formulasi campuran: (8), (16),(17),……sampe (24) dan (37)…sampe (40)….
    Mohon maaf Pak, apakah nilai2 pada baris yg saya nomori diatas terjadi kekeliruan saat perhitungan atau bagaimana??

    Terimakasih.
    Salam kenal. W.William W. Toron
    Papua

    • ahadi says:

      halo juga pak, trimakasih atas masukanya.. selanjutnya biar saya cek kembali pada tabel-tabel tersebut bila ada kesalahan… salam :razz:

Komentari

*
*