Penyesuaian harga kontrak proyek

Dalam perjalanan pelaksanaan proyek konstruksi seringkali terjadi perubahan harga akibat hal-hal tertentu, apalagi jika kontraknya menggunakan mata uang yang nilainya bisa naik turun dalam pertukaran mata uang antar negara, belum lagi akibat kebijakan pemerintah yang berpotensi menaikan harga material bangunan, dalam kondisi ini kontraktor tentu mengharapkan adanya penyesuaian harga agar tidak mengalami kerugian, masalahnya mungkin akan berbeda jika kontraknya menggunakan standar harga emas, misalnya proyek pembangunan gedung bertingkat sekian lantai dengan nilai kontrak sebesar sekian ratus kilogram emas, he.. he.. aneh? tidak!! ini mungkin saja terjadi  jika standar uang yang digunakan dalam kontrak proyek adalah Dinar yang bahanya terbuat dari emas atau Dirham yang bahanya terbuat dari perak. Nah.. untuk mengantisipasi perubahan harga tersebut, kontraktor dan owner memerlukan rambu-rambu khusus yang disepakati secara tertulis, ini bisa berbentuk pasal “PENYESUAIAN HARGA” dalam perjanjian kontrak konstruksi, o.k, khusus mengenai hal ini mari kita bahas lebih lanjut 🙂

 

Contoh isi pasal Penyesuaian harga dalam dokumen kontrak proyek

  • Harga satuan lump sum, apapun yang terjadi harga totalnya segitu dan proyek harus diselesaikan kontraktor dengan baik sesuai dengan perjanjian awal.
  • Penyesuaian harga hanya bisa dilakukan apabila ada keputusan serta persetujuan pemerintah secara tertulis.
  • Penyesuaian harga dapat dilakukan dengan kesepakatan bersama antara kontraktor, serta pihak berwenang untuk proyek pemerintah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

harga proyek

 

isi kontrak mengenai penyesuaian harga tersebut bisa menjadi pedoman serta langkah antisipasi bagi kontraktor dalam melaksanakan pembangunan proyek konstruksi agar tidak mengalami kerugian, apalagi jika kontraknya bersifat jangka panjang selama sekian tahun, sehingga dalam perkembanganya tentu akan terjadi perubahan harga. contohnya BBM naik, harga besin dan solar naik maka harga bahan bangunan bisa jadi ikut naik, upah tenaga juga meningkat sehingga biaya produksi proyek menjadi membengkak dan kontraktor berpotensi mengalami kebangkrutan, Bagi owner, dengan adanya pasal tersebut maka bisa menjadi acuan dalam membuat anggaran biaya yang diperlukan sampai dengan selesai. selanjutnya kita bahas mengenai pasal pengelolaan lokasi kerja dalam perjanjian kontrak proyek 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.