penyebab pemborong tidak untung

Pekerjaan pemborong biasanya identik dengan untung banyak, cepet kaya, enak dll. benarkah demikian? jawabanya ada pada diri pemborong masing-masing, yang dimaksud pemborong disini adalah pemborong dalam pekerjaan konstruksi. jika pada artikel sebelumnya kita mencoba menghitung keuntungan borongan yang dapat dilihat disini, dalam artikel kali ini kita coba untuk mengungkap beberapa permasalahan yang menyebabkan kerugian pada pemborong, bagi yang hendak memborongkan pekerjaan harap tidak mempersalahgunakan informasi ini untuk memperkecil keuntungan pemborong 🙂 , dan bagi pemborong semoga dapat mengingatkan kembali hal-hal yang perlu diwaspadai, bagi pemborong pemula barangkali berguna 🙂

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, pemborong dan pemilik pekerjaan (owner) mengadakan perjanjian harga pekerjaan borongan yang telah disepakati baik secara lesan maupun tulisan yang berbadan hukum, dengan adanya harga patokan tersebut maka keuntungan yang akan didapat oleh pemborong sudah dapat diperkirakan, namun terkadang beberapa hal dapat menyebabkan nilai keuntungan diluar perhitungan atau bahkan rugi.

pemborong

Beberapa hal yang dapat membuat pemborong rugi atau tidak mendapat keuntungan antara lain:

Waktu pelaksanaan mundur diluar rencana

Dengan mundurnya waktu pelaksanaan tentu akan menambah biaya upah tenaga kerja, biaya sewa alat serta biaya pekerjaan lainya, untuk mengantisipasinya dapat membuat terlebih dahulu jadwal maing-masing item pekerjaan secara rinci, jadwal ini berisi daftar pekerjaan, biaya pekerjaan, lama pengerjaan pada tiap-tiap item, jadwa pekerjaan dapat dibuat dalam bentuk bagan, bar chart, flow chart, network Planing, kurva s, ms project dll.

 

Adanya gangguan kerja atau bencana alam

Gangguan – gangguan pekerjaan yang mungkin akan terjadi sudah pasti menimbulkan kerugian yang besar baik secara waktu, mutu maupun biaya, sebagai antisipasi sebaiknya terlebih dahulu dibuat list resiko kerja atau biasa dikenal dengan manajemen resiko yang berisi daftar pekerjaan, resiko yang mungkin terjadi, upaya mengatasi dan penunjukan penanggung jawab.

 

Kenaikan harga material

Hal ini biasanya berlaku pada kontrak borongan yang bersifat jangka panjang, bebarapa item pekerjaan yang sebelumnya dihitung dengan material harga lama maka dimasa pertengahan kerja bisa jadi terjadi perubahan harga material, untuk mengantisipasinya dapat memberikan angka keamanan, atau dengan order ke produsen terlebih dahulu dengan perjanjian pengiriman pada waktu yang sudah ditetapkan.

Kecelakan kerja

Kecelakaan kerja merupakan sebuah hal yang tidak diinginkan karena jika terjadi dapat mengakibatkan mundurnya waktu pelaksanaan, apalagi kalau harus berususan dengan kepolisian tuh.. bisa di  pasang garis polis sampai masalahnya beres 🙂 , untuk mengantisipasinya perlu dibuat sebuah perencanaan tentang manajemen kecelakaan, mengikutkan pekerja pada program asuransi, bekerja sama dengan rumah sakit terdekat, dan penunjukan penanggung jawab untuk mengelola resiko kecelakaan yang mungkin terjadi.

sementara 4 dulu, yang lain menyusul, bagi yang punya berbagai macam pengalaman bisa dilanjutkan dibawah 🙂

One Response

  1. didik 21 September 2015

Leave a Reply