Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

Pengertian Beton adalah

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum
digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain – lain. Beton
merupakan satu kesatuan yang homogen. Beton ini didapatkan dengan cara
mencampur agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), atau jenis agregat
lain dan air, dengan semen portland atau semen hidrolik yang lain, kadang –
kadang dengan bahan tambahan (additif) yang bersifat kimiawi ataupun
fisikal pada perbandingan tertentu, sampai menjadi satu kesatuan yang
homogen. Campuran tersebut akan mengeras seperti batuan. Pengerasan
terjadi karena peristiwa reaksi kimia antara semen dengan air.

Beton yang sudah mengeras dapat juga dikatakan sebagai batuan
tiruan, dengan rongga – rongga antara butiran yang besar (agregat kasar atau
batu pecah), dan diisi oleh batuan kecil (agregat halus atau pasir), dan pori–
pori antara agregat halus diisi oleh semen dan air (pasta semen). Pasta semen
juga berfungsi sebagai perekat atau pengikat dalam proses pengerasan,
sehingga butiran–butiran agregat saling terekat dengan kuat sehingga
terbentuklah suatu kesatuan yang padat dan tahan lama.

Membuat beton sebenarnya tidaklah sederhana hanya sekedar
mencampurkan bahan-bahan dasarnya untuk membentuk campuran yang
plastis sebagaimana sering terlihat pada pembuatan bangunan sederhana.
Tetapi jika ingin membuat beton yang baik, dalam arti memenuhi persyaratan
yang lebih ketat karena tuntutan yang lebih tinggi, maka harus
diperhitungkan dengan seksama cara-cara memperoleh adukan beton segar
yang baik dan menghasilkan beton keras yang baik pula. Beton segar yang
baik ialah beton segar yang dapat diaduk, dapat diangkut, dapat dituang,
dapat dipadatkan, tidak ada kecenderungan untuk terjadi pemisahan kerikil
dari adukan maupun pemisahan air dan semen dari adukan. Beton keras yang
baik adalah beton yang kuat, tahan lama, kedap air, tahan aus, dan kembang
susutnya kecil (Tjokrodimulyo 1996 : 2)
Beton memiliki kelebihan dan kekurangan antara lain sebagai berikut
(Tjokrodimulyo 1996 : 2)

beton

beton

Kelebihan Beton :
1. Beton mampu menahan gaya tekan dengan baik, serta mempunyai sifat
tahan terhadap korosi dan pembusukan oleh kondisi lingkungan.
2. Beton segar dapat dengan mudah dicetak sesuai dengan keinginan.
Cetakan dapat pula dipakai berulang kali sehingga lebih ekonomis.
3. Beton segar dapat disemprotkan pada permukaan beton lama yang retak
maupun dapat diisikan kedalam retakan beton dalam proses perbaikan.

4. Beton segar dapat dipompakan sehingga memungkinkan untuk dituang

pada tempat–tempat yang posisinya sulit.
5. Beton tahan aus dan tahan bakar, sehingga perawatannya lebih murah.

Kekurangan Beton :
1. Beton dianggap tidak mampu menahan gaya tarik, sehingga mudah retak.
Oleh karena itu perlu di beri baja tulangan sebagai penahan gaya tarik.
2. Beton keras menyusut dan mengembang bila terjadi perubahan
suhu,sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah
terjadinya retakan – retakan akibat terjadinya perubahan suhu.
3. Untuk mendapatkan beton kedap air secara sempurna, harus dilakukan
dengan pengerjaan yang teliti.
4. Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung dan diteliti
secara seksama agar setelah dikompositkan dengan baja tulangan menjadi
bersifat daktail, terutama pada struktur tahan gempa.

sumber: Unnes

  1. ilmusipil.com analisis specific graviti dan penyerapan agregat kasar
  2. ilmusipil.com pemeriksaan kadar air pada agregat
  3. ilmusipil.com Cara membuat bestat besi tulangan
  4. ilmusipil.com Tanya perhitungan struktur rumah 2 lantai
  5. ilmusipil.com DOUBLY REINFORCED BEAM DESIGN
  6. ilmusipil.com Struktur plat lantai beton bertulang sistem half slab
  7. ilmusipil.com BATCHING PLANT beton
  8. ilmusipil.com cara pengetesan tulangan besi beton
  9. ilmusipil.com pemeriksaan kadar organik dalam agregat halus
  10. ilmusipil.com cara tes slump beton
  11. ilmusipil.com Pengertian Beton adalah
  12. ilmusipil.com tes beton
  13. ilmusipil.com pekerjaan MASS CONCRETE beton volume besar
  14. ilmusipil.com kalkulator kebutuhan beton
  15. ilmusipil.com Jenis-jenis Kolom Beton Bertulang
  16. ilmusipil.com Kelebihan dan kekurangan beton sebagai material bangunan
  17. ilmusipil.com Cara membuat kolom beton bertulang
  18. ilmusipil.com analisa saringan agregat kasar dan halus
  19. ilmusipil.com Menghitung struktur balok

6 Comments

Add a Comment
  1. Banyak perdebatan tentang definisi agregat kasar atau kerikil. Setahu yg saya diterima dibangku kuliah dan dari sejumlah buku, agregat kasar or kerikil yg dimaksud adalah “batu pecah” or Kerikil/batu kali bulat yg dipecah2 di pabrik pemecah batu dan atau batu pecah dr batu gunung dan yg lainnya yg dipecah2 sesuai ukuran yg dibutuhkan………..
    Namun definisi (agregat kasar or kerikil) ini dilapangan dlm pekerjaan beton diterjemahkan sebagai kerikil kali bulat2 atau sejenis pasir batu (sirtu) dan kebanyakan dipakai pada rumah tinggal 1-2 lantai….
    Mohon tanggapan admin dan teman2 di ilmusipil.com…..atas penggunaan kerikil batu bulat ini sbg subtitusi kerikil batu pecah.

    Salam. WT.

  2. Syaloem dan slamat malam pak saya mau bertanya apa sih perbedaan beton dan tanah??? mungkin bapak bisa jelaskan secar garis besar saja ,,,? sbmlmnya makasih atas infonya pak.

    1. usia anda berapa tahun? kok tanya perbedaan beton dan tanah???
      kalau anak TK saya maklumin deh.

  3. misi mau minta penjelasan tentang 20 perbedaan beton pretension dan postension?
    terimakasih sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ilmusipil.com © 2009 - 2014IlmuSipil.com