Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

sipil PENGELOLAAN SAMPAH

Skema Proses Pengelolaan Sampah

  • Sampah
  • Pemilahan
  • Pemanfaatan sampah dirumah tangga; Pengomposan, daur ulang kertas, penggunaan kembali gelas kaca dan plastic.
  • Sampah tak termanfaatkan
  • Pengumpulan
  • Pengangkutan
  • Pembuangan akhir di TPA
  • Pemanfaatan sampah di TPA
  • Pengomposan, daur ulang kertas, Penjualan plastic, kembali gelas kaca Dan plastic.
  • Pemusnahan

 

Pemilahan

Kegiatan pemilahan sampah merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya mengurangi timbunan sampah yang akan dibawa ke TPA. Kegiatan pemilahan ini dilakukan dengan memasukkan sampah ke dalam 3 wadah/tempat berdasarkan jenisnya.

Pengumpulan

Sistem pengumpulan sampah, khususnya sampah rumah tangga yang saat ini dilakukan berdasarkan kondisi dan kultur masyarakat. Umumnya di kota-kota besar terutama di wilayah Jakarta pengumpulan sampah dilakukan sebagai berikut :

  • Tiap Rumah Tangga menyediakan tempat atau wadah sampah tertutup yang dilapisi kantong plastik, untuk menampung sampah yang tidak dapat dimanfaatkan.
  • Dipo adalah tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang meliputi satu kelurahan kurang lebih 30.000 warga, dengan daya tampung sampah sekitar 150 meter kubik.

Gambar Dipo

  • Pool Container, biasanya terletak di pinggir jalan di sebuah lokasi pemukiman dan memiliki volume kurang lebih 6-10 meter kubik, berbentuk sebuah bak penampungan besi. Pool caontainer ini diangkut oleh truk dinas kebersihan dengan sistem hidrolik.

Gambar Pool Container

Pengangkutan

Pengangkutan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA) dilakukan oleh dinas kebersihan. Pengangkutan sampah dilakukan dengan sistem pembagian lokasi, setiap truk pengangkut sampah mempunyai tugas di wilayah tertentu. Jenis angkut yang digunakan dalam pengangkutan sampah ke TPA antara lain:

  • Truk Terbuka, memiliki kapasitas cukup besaruntuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA dengan menutup bagian atas dengan jaring atau terpal.

Gambar Truk Terbuka

  • Truk Kompaktor, mengangkut sampah dari pemukiman sebagai tempat pembuangan sampah sementara.
  • Truk Tripper, mengangkut sampah dari TPS ke TPA.

Gambar Truk Tripper

  • Truk Hidrolik Kontainer, bertugas mengangkut kontainer yang sudah penuh ke TPA.

Gambar Truk Hidrolik Kontainer

Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) harus memenuhi persyaratan umum antara lain:

  1. Sudah tercakup dalam tata ruang kota dan daerah.
  2. Jenis tanah harus kedap air, sehingga mencegah tercemarinya air tanah.
  3. Daerah yang tidak produktif untuk tanah pertanian.
  4. Digunakan minimal 5 sampai 10 tahun.
  5. Tidak berpotensi mencemari sumber air.
  6. Jarak dengan daerah pusat pelayanan kurang lebih 10 km.
  7. Merupakan daerah bebas banjir.
  8. Tidak berlokasi di danau, sungai, atau laut.

Oleh : Chairil Nizar

  1. SUMBER SUMBER SAMPAH
  2. KOMPOSISI DAN KARAKTERISTIK SAMPAH
  3. Di Balik SebuahTrotoar jalan raya
  4. PERMASALAHAN PADA TPA
  5. Gotong royong kerja bakti di hari minggu
  6. PENGERTIAN SAMPAH
  7. Tahap Awal Pelaksanaan Proyek
  8. Membuang sampah di sungai
  9. ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN
  10. Cara mencegah erosi pantai atau pengikisan daratan pinggir laut
  11. Kota Demak Jawa Tengah terancam hilang akibat erosi pantai
  12. PEMANTAUAN LINGKUNGAN TPA
  13. Banyak daerah di pulau jawa Indonesia tenggelam
  14. Budaya Green di rumah yang ramah lingkungan

One Response to “PENGELOLAAN SAMPAH”

  1. kaswanto says:

    tolong saya minta penjelasan tentang usaha jasa pengangkutan sampah,perijinan dan lain2 yg tidak saya ketahui.terima kasih banyak utk penjelasannya

Leave a Reply

Current ye@r *