Pengelolaan lokasi kerja proyek konstruksi

Hal yang tak kalah penting untuk kelancaran pelaksanaan proyek pembangunan adalah pengelolaan lokasi kerja proyek konstruksi, kontraktor perlu memastikan bahwa lahan sudah tersedia atau siap dikerjakan saat gong waktu awal pelaksanaan dimulai serta berkewajiban menyerahkan kembali lahan beserta bangunan yang telah selesai dikerjaan maksimal saat batas akhir waktu kontrak. untuk itu diperlukan landasan hukum berbentuk surat perjanjian kontrak antara kontraktor dan owner yang didalamnya berisi pasal “PENGELOLAAN LOKASI KERJA” adapun isinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, dan yang tak kalah penting adalah keseimbangan hak serta kewajiban kedua belah pihak, contohnya akan kita uraikan disini, o.k langsung saja kita mulai 🙂

 

isi pasal pengelolaan lokasi kerja dalam dokumen kontrak

  1. Owner membuat berita acara serah terima lokasi kerja kepada kontraktor setelah menandatangani surat perjanjian kontrak pengadaan pekerjaan konstruksi.
  2. Kontraktor wajib membuat atau menyediakan sarana dan prasarana untuk keperluan pengamanan dan pengelolaan lokasi kerja.
  3. Setelah serah terima lahan maka seluruh resiko dan kerugian di lokasi kerja menjadi tanggung jawab kontraktor, baik sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari pelaksanaan proyek, dan seluruh beban biaya resiko ini ditanggung kontraktor.
  4. Apabila ditemukan benda bersejarah atau penemuan kekayaan negara dilokasi pekerjaan maka kontraktor wajib memberitahukanya kepada owner atau pihak yang berwenang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
  5. Jika ada desain atau spesifikasi teknis yang tidak sesuai atau terdapat kekurangan maka kontraktor wajib memberitahukan secara tertulis kepada konsultan manajemen konstruksi dengan tembusan kepada owner.
  6. Kontraktor wajib membuat program kerja pengamanan kepada owner, untuk mengamankan proyek sejak serah terima lahan sampai proses pelaksanaan selesai.

disini akan dibangun

 

Pengelolaan lokasi kerja yang baik hendaknya mempertimbangan faktor kenyamanan dalam bekerja, keamanan, keselamatan kerja, dampak gangguan terhadap lingkungan, Green Construction, serta hal-lain yang dapat mendukung kelancaran pelaksanaan proyek, hal-hal tersebut akan mempengaruhi kecepatan waktu pelaksanaan, kualitas produk bangunan serta biaya pelaksanaan proyek. o.k selanjutnya kita uraikan tentang pasal kontrak proyek mengenai jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka dan jaminan pemeliharaan 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.