Pasal Pembayaran pada Surat perjanjian Kontrak Konstruksi

Merupakan sebuah hal penting bagi kontraktor untuk mendapatkan pembayaran sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan, sebaliknya owner juga perlu mendapatkan kepastian bahwa pekerjaan akan selesai dengan baik sesuai dengan pembayaran yang telah diberikan, untuk itu perlu dibuatkan pasal khusus dalam dokumen perjanjian pengadaan pekerjaan konstruksi dengan judul “PEMBAYARAN”, isinya harus menguntungkan kedua belah pihak,  adapun isi pasal pembayaran pada surat perjanjian kontrak konstruksi adalah kurang lebih sebagai berikut 🙂

 

Pembayaran uang muka

  1. Besaran uang muka bagi kontraktor untuk memulai pelaksanaan pembangunan, misalnya owner wajib membayar uang muka paling banyak 15% dari nilai kontrak.
  2. Syarat bagi kontraktor agar bisa mendapat uang muka, misalnya kontraktor bisa mendapatkan uang muka apabila menyetujui rencana penggunaan uang muka dari owner.
  3. Peruntukan uang muka, penjelasan mengenai untuk apa uang muka akan digunakan, misalnya untuk mobilisasi peralatan, personil, pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok bahan/material, dan perisiapan teknik lainya.
  4. Besaran jaminan uang dari kontraktor kepada owner, berapa besarnya jaminan uang muka yang harus disediakan kontraktor untuk owner, misalnya sebesar uang muka yang diterima.
  5. Cara pengembalian uang muka, contohnya pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur pada setiap pembayarn prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas setelah progres pekerjaan mencapai 100%.

Pembayaran Prestasi Pekerjaan

  1. Sistem penghitungan prestasi pekerjaan, Misalnya pembayaran kepada pihak kontraktor hanya bisa dilakukan maksimal senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk peralatan atau bahan yang ada di lokasi pekerjaan.
  2. Syarat kontraktor agar memperoleh pembayaran, contohnya owner melakukan pembayaran apabila kontraktor telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan pekerjaan yang telah disetujui dan disepakati Manajemen Konstruksi, Kontraktor dan owner.
  3. Apabila ada ketidak sesuaian perhitungan prestasi pekerjaan?, misalnya pembayaran hanya bisa dilakukan maksimal sesuai dengan besarnya prestasi pekerjaan menurut perhitungan owner.
  4. Pembayaran angsuran uang muka, pajak, denda (bila ada) dan retensi, misalnya setiap pembayaran dari owner harus memperhatikan hal-hal tersebut.
  5. Pembayaran terakhir, contohnya pembayaran terakhir kepada kontraktor hanya bisa dilakukan setelah pekerjaan mencapai 100%, dan kontraktor telah menyerahkan jaminan pemeliharaan.

Pembayaran lainya

  1. Kewajiban kontraktor mengganti biaya pembuatan Dokumen Kontrak termasuk biaya materai, dan yang lainya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
  2. Kewajiban kontraktor untuk membayar semua biaya yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan dan pajak-pajak sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku.
  3. Kewajiban Kontraktor untuk menyelesaikan segala perizinan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, dan wajib menanggung biaya atas perizinan tersebut.

pembayaran proyek

 

Dengan adanya pasal pembayaran dalam dokumen kontrak tersebut maka kontraktor mengetahui hak dan kewajibanya yang berhubungan dengan proses pembayaran, kapan bisa di bayar, dan apa saja yang harus disiapkan agar memperoleh bayaran, o.k pada artikel selanjutnya akan kita bahas tentang pasal penyesuaian harga dalam perjanjian kontrak proyek Konstruksi 🙂

One Response

  1. eduard siagian 19 October 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.