Menerjemahkan alam semesta kedalam bahasa manusia

Menerjemahkan alam semesta kedalam bahasa manusia itulah arti membaca yang sebenarnya, dengan membaca maka kita bisa melihat,mengetahui dan mengerti tentang hal-hal baru. Namun masing-masing manusia mempunyai kemampuan dan kesempatan yang berbeda sehingga ada yang hanya membaca melalui buku atau tulisan hasil bacaan orang lain, melihat televisi, ada yang membaca melalui penjelasan orang lain dan ada juga yang bisa memahami secara langsung tentang alam semesta untuk kemudian diberitahukan kepada makhluk lain. Permasalahanya adalah begitu besar dan rumitnya alam semesta sehingga terkadang tidak bisa diterjemahkan kedalam bahasa manusia, akhirnya ilmu yang sudah didapat hanya bisa dinikmati sendiri sambil berusaha memberitahukan melalui berbagai cara baru yang sekiranya bisa.

 

Media penerjamah alam semesta kedalam bahasa manusia

  1. Kode atau sandi
  2. Kata – kata yang keluar dari mulut.
  3. Tulisan hasil coretan atau ketikan komputer.
  4. Gambar atau foto.
  5. Video.
  6. Benda.
  7. Dan media lain sesuai dengan kemampuan dan keunikan masing-masing pribadi.

Dengan membaca maka kita bisa mengenal dan mengagumi hasil karya Tuhan yang sangat luar biasa, contohnya dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah yang sampai saat ini manusia belum sanggup menemukan teknologi tercanggih untuk menirunya, namun Tuhan sangat pemurah sehingga selalu mengajarkan manusia dengan perantara kalam, melalui bahasa tingkat tinggi perpaduan suara, benda,gambar dan yang lainya dalam wujud peristiwa dan pemandangan alam semesta. Namun seringkali kita sebagai manusia justru melampui batas karena merasa bisa mencukupi kebutuhan sendiri, karena merasa bisa melakukan yang terbaik. semoga kita tidak termasuk golongan tersebut karena kehidupan terbaik adalah ketika kita bisa mendekat kepada Tuhan sehingga tidak ada kekhawatiran dalam menjalani hidup.

 

Dalam bidang ilmu bangunan juga dapat berkembang sampai saat ini karena pendahulu kita telah membaca alam semesta, ada yang melakukan penelitian bahan bangunan sehingga dapat mengetahui berat jenisnya, ada yang melakukan uji kekuatan bahan bangunan. sehingga dari hasil pembacaan tersebut lalu dapat disimpulkan hasil rata-rata berupa angka-angka maupun istilah kata-kata, dari kesimpulan tersebut kemudian berhasil dibuat rumus standar untuk dipakai generasi penerusnya dalam memperkirakan, merencanakan dan menghitung desain bangunan terbaik di zamanya. jadi silahkan membaca alam semesta sebanyak mungkin, bacalah secara langsung bukan hanya dari buku karya anak indonesia atau hasil terjemahan bahasa asing karena jika begini maka kita tidak bisa menjadi yang pertama dalam memahami alam semesta. dan yang terpenting adalah mau membagikan ilmu tersebut sehingga tidak hilang ketika kematian menghampiri kita, tidak perlu khawatir ilmu kita berkurang apabila membagikanya namun yang terjadi justru sebaliknya yaitu semakin bertambah, mari membaca alam semesta 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.