Kriteria jalan asphalt yang baik agar tidak cepat rusak

Jalan asphalt yang dibangun dengan bagus diharapkan tidak akan cepat mengalami kerusakan, meskipun kelihatanya tidak sulit untuk membuat yang terbaik namun pada kenyataanya banyak kita temui jalan-jalan yang belum lama dibangun tapi sudah banyak muncul lobang disana-sini sehingga tidak layak untuk digunakan, alhasil ada-ada saja tanggapan masyarakat dalam menyikapi hal ini, ada yang lantas bergotong royong untuk memperbaikinya atau melakukan protes dengan cara-cara yang cukup unik seperti menanam pohon pisang ditengah jalan atau menjadikan lobang jalan sebagai tempat memelihara ikan. Kondisi ini tentu sangat tidak diharapkan akan terjadi, lalu apa saja kriteria pengaspalan jalan yang baik agar tidak cepat rusak? mari kita uraikan disini 🙂

 

Kriteria jalan asphalt yang baik

  1. Pembuatan jalan asphalt yang bagus harus dimulai sejak proses perencanaan, pembangunan sampai dengan pemeliharaan agar dapat tercipta jalan yang bagus dan tetap dapat berfungsi dengan baik.
  2. Kondisi tanah yang akan dibangun jalan harus bagus, jika terlalu lunak maka bisa dilakukan penggalian lalu menggantinya dengan timbunan tanah yang lebih keras.
  3. Ketebalan pondasi jalan, ketebalan asphalt harus direncanakan dengan benar dengan mempertimbangkann berat kendaraan yang akan lewat diatasnya.
  4. Menggunakan material yang bagus dan digunakan dengan cara yang benar.
  5. Air yang jatuh kepermukaan jalan harus bisa segera keluar dengan lancar, untuk itu harus dibuat kemiringan jalan yang cukup baik dan adanya saluran drainase yang dapat berfungsi dengan bagus karena kita tahu bahwa aspal paling tidak tahan terhadap genangan air hujan.
  6. Pemadatan material jalan harus dilakukan dengan baik.
  7. Belokan jalan tidak boleh terlalu tajam karena berpotensi menyebabkan kecelakaan yang bisa merusak jalan.
  8. Tanjakan dan turunan juga tidak boleh terlau tajam.
  9. Lebar jalan disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas, jalan yang dibuat terlalu lebar namun sepi akan membuat pengendara melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga bisa berbahaya.
  10. Terdapat trotoar jalan yang disiapkan khusus untuk pejalan kaki.
  11. Terdapat jalur hijau sebagai tempat tumbuhnya pepohonan agar udara tetap segar dan bersih dari polusi asap kendaraan bermotor.
  12. Elevasi jalan rata dan tidak bergelombang.
  13. Jalan yang terlalu lurus dalam jarak jauh tanpa belokan juga tidak baik karena dapat membuat pengendara kurang beraktifitas sehingga berpotensi mengantuk dijalan.
  14. Terdapat lampu penerangan yang cukup sehingga aman untuk berkendara pada malam hari.
  15. Posisi belokan atau area putar balik tidak terlalu jauh dari tempat yang sering menjadi tujuan pengendara, karena berpotensi adanya pengemudi yang melawan arus untuk mencari jalur yang lebih dekat.

Begitulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat jalan asphalt agar bagus dan nyaman digunakan untuk berlalu lintas 🙂

4 Comments

  1. wahyu nugraha 13 July 2013
  2. Unang Budiana 19 September 2013
  3. Seto 16 October 2013
  4. Budhiardjo 16 November 2017

Leave a Reply