Kontraktor ME mekanikal elektrikal VS sipil arsitektur

Kontraktor ME adalah kependekan dari mekanikal elektrikal yang pekerjaaanya khusus menangani kedua bidang tersebut pada proyek konstruksi bangunan, dalam proyek pembangunan gedung biasanya ada perusahaan kontraktor khusus yang menangani bidang ini. Apabila suatu general kontraktor entah itu BUMN atau Swasta melakukan kontrak kerja konstruksi satu bangunan utuh maka dalam pengerjaanya bisa dikerjakan sendiri atau diborongkan kembali kepada kontraktor ME dan sipil arsitektur sehingga statusnya menjadi Sub kontraktor. Nah.. dalam pelaksanaan proyek seringkali ada pertentangan dengan tema “Kontraktor ME mekanikal elektrikal VS sipil arsitektur” apa saja masalahnya? dan bagaimana cara mengatasinya, mari kita bahas disini 🙂

 

Sebelumnya kita cari tahu terlebih dahulu apa saja pekerjaan kedua kontraktor dengan jurusan berbeda tersebut.

Pekerjaan kontraktor ME mekanikal elekterikal

  1. Memasang instalasi listrik pada rumah atau gedung bertingkat tinggi.
  2. Memasang aneka macam mesin pada bangunan seperti mesin pompa lantai basement, Mesin lift, Mesin air mancur dll.
  3. Memasang insalasi elektrikal seperti telepon, jaringan internet, tata suara gedung dan sejenisnya.
  4. Memasang intalasi AC air conditioner, dalam sebuah gedung bisa ditaruh di plafond menggunakan instalas ducting lengkap dengan mesin AHU. atau menggunakan AC split yang ditempelkan pada dinding.

Pekerjaan kontraktor sipil arsitektur

  • Melaksanakan pekerjaan  struktur, arsitektur, landscape dan interior bangunan.
  • Pada proyek bangunan seringkali kontraktor sipil memegang kendali sebagai pucuk managemen yang juga bertanggung jawab atas hasil pekerjaan kontraktor ME.

 

Melihat dua perbedaan job description tersebut maka pada proyek gedung bertingkat tinggi seringkali ada pertentangan antara kontraktor ME dengan Kontraktor sipil arsitektur, agar tidak menyebabkan kerugian maka hal ini perlu diantisipasi dengan membuat metode dan jadwal kerja yang tepat untuk menghasilkan produk bangunan terbaik. contoh pertentangan tersebut antara lain:

  • Kontraktor sipil sudah memasang dinding, memplester dan mengaci dengan baik, namun ternyata ada kabel yang seharusnya ditanam pada dinding, sehingga kontraktor ME melakukan pekerjaan bobok dinding untuk memasang instalasi listrik, hal ini berarti kontraktor sipil harus melaksanakan pekerjaan plester aci ulang pada area tersebut.
  • Pada pekerjaan plafond gypsum seringkali terjadi pelubangan kembali untuk memasang lampu atau instalasi yang berada di atasnya, hal ini sering menyebabkan kontraktor sipil harus bekerja dua kali.
  • Beberapa item pekerjaan mekanikal elektrikal baru bisa dikerjakan setelah struktur atau arsitektur bangunan selesai atau ada juga yang sebaliknya, jadi kontraktor ME harus ngejar-ngejar pemborong yang berkewajiban untuk menyelesaikanya.
  • Untuk bisa memasang instalasi mesin atau listrik berharga mahal maka harus ada konstruksi bangunan yang mampu mendukung keamananya, hal ini berarti berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan sipil.

Dan masih banyak lagi bentuk pertentangan lainya, namun karena tujuanya sama yaitu mewujudkan sebuah bangunan yang berkualitas bagus, murah dan dapat selesai secepat mungkin, maka diperlukan kerjasama yang baik antara kontraktor ME dengan sipil arsitektur 🙂

10 Comments

  1. Anonymous 4 May 2013
  2. Ari Ardianto 1 April 2014
  3. Hendradji 22 May 2015
  4. agus sukarno 25 July 2015
  5. nisya 28 July 2015
    • alfiyanto 9 September 2015
  6. Indra kurnia 24 March 2019
  7. Indra kurnia 24 March 2019
  8. hendri supriyanto 23 June 2019
  9. Harits 7 October 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.