KOMPOSISI DAN KARAKTERISTIK SAMPAH

Jenis-Jenis Sampah

1.  Sampah Anorganik

Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan melalui proses yang cukup lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol kaca, botol plastic, tas plastic, dan kaleng. Kertas, dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas dan karton termasuk sampah Anorganik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastic), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.

Sampah-Anorganik

Gambar Sampah Anorganik

2.  Sampah Organik

Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang berasal dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, rumah tangga atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.

Komposisi dan karakteristik sampah merupakan hal yang terpenting dalam memilih teknologi pengolahan sampah. Komposisi sampah rata – rata di Indonesia mayoritas adalah organik dengan komposisi 73.98%, selanjutnya diikuti oleh bahan anorganik 26.48%.

Sampah-Organik

Tabel 1.1. Komposisi dan karakteristik sampah rata – rata

No Komponen % Kadar Air

(%)

N. Kalor

(kkal/kg)

1 Organik 73.98 47.08 674.57
2 Kertas 10.18 4.97 235.55
3 Kaca 1.75    
4 Plastik 7.86 2.28 555.46
5 Logam 2.04    
6 Kayu 0.98 0.32 38.28
7 Kain 1.57 0.63 42.64
8 Karet 0.55 0.02 7.46
9 Baterai 0.29    
10 Lain – lain 0.86    
Total   100 55.3 1553.96

Sumber : Studi Komposisi Dan Karakteristik BPPT, 1994

Dari penelitian yang pernah dilakukan, komposisi sampah bervariasi antara 70 – 80 %, nilai kalor sampah bervariasi antara 1000 – 2000 kkal/kg dan kadar air bervariasi antara 50 – 70 %. Dari data tersebut maka komponen organik masih merupakan komponen terbesar dan menyebabkan sampah kota mempunyai kadar air yang cukup tinggi. Karakteristik sampah diatas, maka sehari saja sampah dibiarkan menumpuk, maka akan terjadi kegiatan mikroorganisme anaerobik yang menyebabkan sampah berbau tidak sedap. Disisi lain sampah yang tidak terkelola dengan baik akan mengakibatkan berkembangnya berbagai macam penyakit.

Oleh : Chairil Nizar

3 Comments

  1. zahnia 9 January 2013
  2. Zahnia 29 September 2013
  3. Jabbar 26 October 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.