Komplain dan Kesalahan pada konstruksi bangunan

Berbicara tentang Komplain dan Kesalahan pada konstruksi bangunan terdapat sebuah kata mutiara yang dapat menggambarkan tentang hal ini “Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak”(John Naisbitt)

 

Komplain atau keluhan tidak bisa dihindari dalam setiap pekerjaan, baik itu kontraktor maupun owner pasti mengalami hal yang kurang berkenan. Mau atau tidak mau, kita harus bisa menerima kenyataan bahwa pekerjaan rangka atap baja ringan adalah pekerjaan manusia yang tidak akan sempurna, selalu akan terjadi kemungkinan untuk di komplain. Kalau menyadari ini, setiap komplain tidak akan menjadi masalah besar. Terpenting bukan komplain-nya, tetapi bagaimana menyelesaikan komplain dengan baik.

Ada dua jenis komplain, Jenis-jenis komplain itu terdiri dari :

(1) Komplain semu, yaitu komplain yang sebetulnya bukan komplain biasanya berkisar pada costumer yang menginginkan penjelasan saja atau komplain yang sebetulnya bukan masalah teknis tetapi hanya masalah non teknis.

(2) Komplain nyata, yaitu komplain yang secara teknis harus di rubah, karena ada kesalahan pada desain atau kesalahan saat proses pemasangan atau kejadian khusus lainnya yang menyebabkan desain dan struktur harus di ubah.

Faktor utama komplain tentu saja karena telah terjadi sesuatu, misalnya dalam pemasangan rangka atap baja ringan, ada beberapa faktor teknis yang menyebabkan Kesalahan pemasangan tersebut. Beberapa faktor penyebab kegagalan struktur pada rangka apa baja ringan adalah sebagai berikut:

  1.  Kegagalan pada saat perencanaan. Perencanaan yang baik memperhitungkan banyak factor yang harus dihitung, misalnya panjang bentang, tinggi kuda-kuda, sudut kemiringan, jenis genteng, beban angin dan beban orang bekerja, water heater, lebar ring balok, dan lain-lain. Kesalahan pada saat perencanaan misalnya menghitung berat jenis genteng yang dipasang salah, bisa menyebabkan kegagalan struktur.
  2. Kegagalan pada saat pemasangan. Biasanya terjadi karena kecerobohan pemasang. Factor ini bisa ditelusuri juga misalnya karena perencanaan yang kurang matang atau salah menempatkan struktur dari gambar ke pekerjaan teknis. Penempatan braket, penguatan struktur pada titik-titik yang direkomendasikan, pemasangan tali angin, dan ikatan-ikatan lainnya sangat penting untuk diperhatikan agar tidak terjadi kegagalan struktur.
  3. Kegagalan karena factor struktur bawah. Struktur bawah terdiri dari kolom, dinding, dan ring balok. Ketiga struktur di bawahnya sangat penting dalam menopang struktur rangka atap. Keruntuhan akan terjadi misalnya struktur rangka atapnya kuat tetapi struktur bawahnya tidak. Struktur atap tentu saja akan ikut ambruk jika struktur bawahnya ambruk.

 

Pemasangan rangka atap baja ringan memerlukan keterampilan dan kompetensi, hal ini karena perlakuan struktur setiap material berbeda. Kayu, beton dan baja konvensional tidak bisa disamaratakan. Tukang kayu tentu saja tidak bisa serta merta memasang baja ringan, demikian pula sebaliknya.

Peran struktur rangka atap sangat vital menyangga beban diatasnya seperti genting, water heater dll, karena itu pastikan pemasangannya sesuai dengan kaidah-kaidah struktur. Mintalah untuk di supervisi agar pemasangan baik, kualitas terjaga dan kenyamanan penghuni rumah didapatkan. Jika ada komplain, selesaikan dengan baik, fokus pada solusinya bukan pada masalahnya. Setiap hal yang menjadi kendala dilapangan akan bisa diselesaikan dengan baik jika kedua belah pihak membuka komunikasi untuk menyelesaikan komplain. Segeralah menghubungi pihak terkait jika ditemukan kejanggalan dalam pemasangan, tindakan pencegahan lebih baik daripada menunggu terjadinya kegagalan struktur yang lebih parah.

One Response

  1. aliet ramadhan faidz 8 July 2014

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.