Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

teknik sipil Klasifikasi Jalan Menurut Wewenang

Oleh : Chairil nizar

Meningkatnya kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar kota yang diakibatkan bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumberdaya untuk pembangunan jalan raya, dan belum optimalnya pengoperasian fasilitas lalu lintas yang ada, merupakan persoalan utama di banyak kota yang mengakibatkan kemacetan yang tidak bisa di pungkiri. Telah diakui bahwa usaha benar diperlukan bagi penambahan kapasitas, dimana akan diperlukan metode efektif untuk perancangan dan perencanaan agar didapat nilai terbaik bagi suatu pembiayaan dengan mempertimbangkan biaya langsung maupun keselamatan dan dampak lingkungan.

Jaringan jalan raya merupakan prasarana transportasi darat yang memegang peranan yang sangat penting dalam sektor perhubungan terutama untuk kesinambungan distribusi barang dan jasa. Keberadaan jalan raya sangat diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi yang dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang merupakan sentra produksi pertanian.

Penentuan klarifikasi jalan terkait dengan besarnya volume lalu lintas yang menggunakan jalan tersebut. Besarnya kapasitas jalan, keekonomian dari jalan tersebut serta pembiayaan pembangunan dan perawatan jalan.

Klasifikasi Jalan

Berdasarkan Undang-undang No. 38 mengenai jalan, maka jalan dapat diklasifikasikan menjadi 2 klasifikasi jalan yaitu :

  1. Klasifikasi jalan menurut fungsi
  2. Klasifikasi menurut wewenang

Pengelompokkan jalan dimaksudkan untuk mewujudkan kepastian hukum penyelenggaraan jalan sesuai dengan kewenangan pemerintah dan pemerintah daerah. Jalan umum menurut statusnya dikelompokkan ke dalam jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa.

Jalan Nasional

Merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota propinsi dan jalan strategis nasional serta jalan tol.

Jalan Provinsi

Merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota propinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota dan jalan strategis provinsi.

Jalan Kabupaten

Merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk pada Jalan Nasional dan Jalan Propinsi yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan

Jalan Kota

Merupakan jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antar pusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat pelayanan dengan persil, menghubungkan antarpersil, serta menghubungkan pemukiman yang berada di dalam kota.

Jalan Desa

Merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antar pemukiman di dalam desa serta jalan lingkungan.

ilmu sipil
  1. Cara gubernur jakarta mengatasi banjir dan kemecetan
  2. Persimpangan Pada Jalan
  3. jalan dan jalur satwa
  4. LAMPU PENERANGAN LALU LINTAS
  5. Quo Vadis Rekayasa Jalan Raya
  6. Jenis dan Fungsi Lapisan Perkerasan Jalan Raya
  7. PEMISAH LUAR LALU LINTAS dan TROTOAR
  8. Proses pembuatan jalan raya
  9. Klasifikasi Jalan Menurut Fungsi
  10. Kriteria jalan asphalt yang baik agar tidak cepat rusak
  11. Aspal jalan Raya
  12. cara mengatasi kemacetan jalan di jakarta
  13. Dinamika CFD
  14. Penyebab terjadinya kecelakaan mobil di jalan tol
  15. Jembatan untuk menghubungkan seluruh pulau Indonesia
  16. Menghitung tebal perkerasan jalan raya
  17. Cara Memilih Trase Jalan Baru
  18. Tol Cinere Jagorawi dan Efek Positif
  19. Diskriminasi Jalan Raya

1 Komentar

  • Pleonio says:

    Saya Pingin Tanya Apakah jalan NAsional dalam pembiayaannya bisa menggunakan Dana APBD

Komentari

*
*