Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

teknik sipil Jenis Penutup Atap

Atap merupakan salah satu komponen kontruksi yang penting dalam membangun sebuah rumah. Tidak hanya berfungsi sebagai penahan sengatan matahari atau guyuran hujan saja, sekarang atap pun bisa berfungsi sebagai sebuah bentuk estetika dari rumah. Bentuk – bentuk atap ini tentu saja harus lolos uji dari segi ketahanan kontruksi. Karena bagaimanapun juga kekuatan kontruksi atap adalah faktor penting yang menjamin kenyamanan dalam berhuni. Lalu bagaimana dengan material penutup atapnya? Seiring dengan berkembangnya bentuk atap maka bermunculan bahan serta jenis penutup atap yang berbentuk konvensional ataupun modern seperti sekarang ini. Beberapa jenis material penutup atap antara lain :

1. Dak Beton – Terbuat dari campuran besi dan cor beton. Dak beton saat ini banyk digunakan pada rumah – rumah tipe modern atau yang lebih dikenal sebagai rumah tipe minimalis. Dari segi kekuatan kontruksi,material ini sangat kuat.

2. Genteng Tanah Liat – Terbuat dari tanah liat yang dipress dan dibakar. Kekuatannya cukup. Dalam hal pemasangan,genteng membutuhkan rangka untuk pemasangannya dan menerapkan system inter-locking ( saling mengunci dan mengikat). Jenis ini masih banyak dijumpai pada rumah umumnya.
3. Genteng Metal – Bentuknya lembaran,mirip seperti seng.Genteng ini dipasang dengan cara disekrup pada balok gording rangka atap.
4. Genteng Aspal – Terbuat dari campuran aspal dan beberapa bahan kimia yang lain. Di pasar saat ini tersedia dua model yaitu model datar bertumpu pada multipleks yag menempel pada rangka dan model bergelombang yang hanya disekrup pada balok gording.
5. Genteng Keramik – Bahan dasr genteng ini adalah keramik yang telah mengalami proses finishing glazur. Genteng ini bertumpu pada rangka kayu dan beton dan cocok diaplikasikan untuk atap balkon hunian modern.
6. Genteng Kaca – Genteng kaca hanya digunakan pada bagian tertentu dari atap. Biasanya digunakan untuk kebutuhan penerangan secara alami dan jarang dipasang di bagian depan rumah karena tidak cocok.

7. Kain Terpal – Bahan terbuat dari kain terpal dan plastic padat juga elastic. Kain – kain terpasang dan bertumpu pada rangka besi. Pengait menggunakan sekrup agar menempel kuat di dinding. Cocok dipasang pada balkon dan kanopi jendela.
8. Asbes
9. daun alang – alang

oleh: Arif Fadillah

ilmu sipil
  1. memilih warna interior rumah
  2. Gambar Desain denah Atap Rumah
  3. Cara mendapat dana saldo tambahan dari rumah yang masih KPR
  4. Desain Rumah Bambu dan Keuntungannya
  5. bangun rumah di jakarta
  6. syarat membeli rumah kpr
  7. Ruangan rumah sakit kelas 1 2 3 VIP
  8. Berbagai Macam Rumah Adat Indonesia
  9. Desain rumah tahun 2013
  10. Syarat rumah sehat
  11. Cara agar cat luar rumah tidak cepat rusak
  12. Keuntungan Investasi rumah KPR di perumahan
  13. membangun rumah murah
  14. Cara menggunakan asuransi kesehatan di rumah sakit
  15. bisnis jual beli rumah dan properti
  16. RENOVASI RUANGAN
  17. Cara agar ruangan tidak terasa panas
  18. Kelebihan rumah dekat fasum fasilitas umum
  19. Cara developer perumahan kerjasama dengan BANK

3 Komentar

  • joko says:

    sedikit nambahin,jenis atap lainya ada atap seng, atap fiber, atap sirap, atap bambu

  • yasin says:

    jenis dak beton kalo diatasnya ditanamai rumput biar ruangan tidak terasa panas, rusak pa ga?

  • Yoeni says:

    masTer Samidi O_O – Itu lumayan gede bro….paling gak depan 110 bkenlaag sekitar 130-140, tapi buat keamanan dan kenyamanan disesuaikan aja bro, jangan kegedean :wink:

Komentari

*
*