Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi

Pengerjaan proyek konstruksi itu dibatasi oleh jangka waktu tertentu, kapan bisa memulai dan kapan saatnya harus selesai, jika terlambat maka kontraktor terkena denda. dendanya tidak main-main, di indonesia dendanya perhari 1/1000 x nilai kontrak, misalnya jika kontrak proyeknya 200milyar maka setiap hari kontraktor terpaksa membayar denda 200juta, wauw.. berapa total dendanya jika terlambat lebih dari sebulan? ternyata terlambat itu sungguh merugikan. mengingat pentingnya hal ini maka perlu dijelaskan secara khusus dalam surat perjanjian pengadaan perjanjian pekerjaan konstruksi dengan pasal khusus yang berjudul “JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN” berikut penjelasanya 🙂

 

isi pasal jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dalam dokumen kontrak

  1. Batas waktu kewajiban kontraktor menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang disepakati.
  2. Jumlah hari kontrak, berapa total hari pelaksanaan proyek?
  3. Kapan dimulainya waktu pelaksanaan, misalnya satu hari setelah dikeluarkanya surat perintah mulai kerja (SPMK) dari owner kepada kontraktor.
  4. Jangan waktu setiap bagian pekerjaan, misalnya dibuat dalam bentuk time schedule yang dibuat kontraktor dan disepakati oleh manajemen konstruksi saat pelaksanaan proyek.
  5. Perubahan batas akhir waktu pelaksanaan, penjelasan tentang apakah kontraktor berhak mengubah batas waktu penyelesaian proyek akibat hal-hal tertentu yang dianggap merugikan secara waktu, misalnya kontraktor hanya berhak meminta penambahan waktu akibat adanya perintah penambahan pekerjaan, adanya keadaan memaksa (force majure), adanya perubahan yang dianggap perlu oleh kedua belah pihak.
  6. Syarat sah adanya perpanjangan waktu, misalnya harus ada persetujuan dari owner secara tertulis.

 

waktu pelaksanaan proyek

 

Dengan dijelaskanya jangka waktu pelaksanaan proyek maka kontraktor tahu kapan harus memulai dan mengakhiri proyek, dan apabila melakukan keterlambatan maka akan terkena resiko denda atau pemutusan kontrak jika terlambatnya diatas batas yang ditetapkan undang-undang, agar dapat menyelesaikan tepat waktu maka kontraktor bisa membuat jadwal proyek berupa kurva s, bar chart, network planing pekerjaan secara keseluruhan, kemudian didetailkan lagi dengan jadwal tahunan proyek, jadwal mingguan proyek, jadwal harian proyek bahkan jadwal per jam agar tidak terkena denda keterlambatan yang nilainya bisa merugikan kontraktor, pada artikel selanjutnya kita bahas tentang pasal pembayaran dalam dokumen kontrak proyek 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.