Fakultas Teknik Sipil Tidak Sepi Peminat

Fakultas Teknik Sipil memang tidak pernah sepi peminat. Dari tahun ke tahun selalu diserbu calon mahasiswa. Apalagi Fakultas Teknik Sipil memang dimiliki oleh sejumlah Perguruan Tinggi bergengsi di tanah air, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi 10 Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (Undip) serta Universitas 17 Agustus 1945 (Untag).

 

Mengapa Fakultas Teknik Sipil menjadi incaran calon mahasiswa?

Sesuai namanya, Fakultas Teknik Sipil menaungi jurusan Teknik Sipil dan Teknik Sipil sendiri merupakan salah satu cabang dari ilmu teknik yang khusus mempelajari teknik merancang, membangun hingga merenovasi baik berupa gedung, infrasuktur bahkan juga lingkungan. Selama ini banyak yang berasumsi bahwa Teknik Sipil serupa dengan Teknik Arsitektur. Meskipun keduanya sama-sama berada dalam ranah teknik namun ada hal mendasar yang membedakan keduanya. Pada dasarnya, Teknik Sipil lebih memfokuskan pada pemilihan bahan dan konsep dalam mendirikan sebuah bangunan yang berkualitas. Adapun Teknik Arsitektur titik tekannya pada arsitek, yakni konsep mendirikan bangunan yang memiliki kualitas seni tingkat tinggi. Artinya, Teknik Arsitektur mengkonsep bangunan di atas kertas sedangkan Teknik Sipil yang menerjemahkannya ke dalam bangunan nyata termasuk proyek pengerjaan serta perbaikannya.

teknik sipil untag

Fakultas Teknik Sipil memiliki cakupan disiplin ilmu yang sangat luas karena proses pembelajarannya mencakup beberapa disiplin ilmu seperti Fisika, Matematika, Kimia, Geologi, Biologi, komputer, dan juga masalah lingkungan. Dan Jurusan Teknik Sipil yang bernaung di bawah Fakultas Teknik Sipil memiliki beberapa cabang konsentrasi. Antara lain meliputi:

(1)    Hidrologi, mempelajari masalah distribusi dan pengendalian masalah air. Cakupan bidangnya meliputi hidrologi air, hidrolika, kanal.

(2)    Teknik Lingkungan, mempelajari permasalahan lingkungan seperti penyediaan sarana prasarana air bersih, pencemaran sungai, pengelolaan limbah, teknik penyehatan. Pada perkembangannya, Teknik Lingkungan akhirnya berdiri menjadi jurusan sendiri.

(3)    Transportasi, mempelajari sistem transportasi; konstruksi dan manajemen stasiun, terminal bandar udara; konstruksi jalan raya.

(4)    Informatika Teknik Sipil, mempelajari aplikasi komputer untuk pemodelan maupun perhitungan sistem dalam sebuah proyek penelitian maupun pembangunan. Misalnya pemodelan pergerakan limbah, lingkungan, air tanah, struktur bangunan, yakni dengan menerapkan Teknologi Geographic Information System (GIS).

(5)    Struktural, mempelajari struktural dan karakteristik materi bangunan serta perencanaan strukturnya.

(6)    Geoteknik, mempelajari sifat dan struktur macam-macam tanah yang berfungsi menopang bangunan di atasnya. Hal ini dilakukan dengan jalan investigasi keadaan tanah di suatu wilayah serta uji laboratorium.

(7)    Manajemen konstruksi, mempelajari masalah proyek konstruksi yang meliputi time schedule pekerjaan dan pengorganisasiannya, ekonomi, permodalan, biaya operasional, perizinan bangunan sehingga semua berjalan sesuai target dan penyelesaiannya bisa tepat waktu.

 

Keluasan bidang inilah yang membuat lulusan Fakultas Teknik Sipil bisa terjun di banyak lapangan pekerjaan. Misalnya sebagai konsultan (khususnya terkait dengan masalah perencanaan, perancangan, manajemen konstruksi, dan pengawasan), developer, surveyor, dosen, peneliti, perbankan, industri bahan, jasa konstruksi, bidang pertambangan, bidang pertanian, dan sejumlah bidang penting lainnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.