Daftar Negara Peserta Asian Games 2018 di Indonesia

Perhelatan olahraga empat tahunan Asian Games tahun 2018 diadakan di indonesia pada tanggal 18 Agustus 2018 sampai dengan 2 september 2018 yang diikuti oleh banyak negara dikawasan asia. Ada 45 negara yang mengirimkan atlit untuk bersaing memperebutkan gelar juara pada masing-masing cabang olahraga, juara 1 akan mendapat medali emas, juara 2 mendapat medali perak,  sedangkan juara ke 3 mendapatkan medali perunggu. Bukan hanya medalinya yang penting, tapi nama baik bangsa juga dipertaruhkan disini, karena setiap atlit yang berhasil meraih medali akan tercatat dalam sejarah sebagai pengharum nama bangsa khususnya dibidang olahraga pada cabang yang diikutinya.

 

Daftar Negara Peserta Asian Games 2018 di Indonesia

NEGARA KODE
Afganistan AFG
Bahrain BRN
Bangladesh BAN
Bhutan BHU
Brunei Darussalam BRU
Filipina PHI
Hong Kong HKG
INDEPENDENT OLYMPIC ATHLETES (KUWAIT) IOA (KUW)
India IND
Indonesia INA
Irak IRQ
Iran IRI
Japan JPN
Kamboja CAM
Kazakhstan KAZ
Korea KOR
Kyrgyzstan KGZ
Laos LAO
Lebanon LBN
Macau MAC
Maladewa MDV
Malaysia MAS
Mongolia MGL
Myanmar MYA
Nepal NEP
Oman OMA
Pakistan PAK
Palestine PLE
Qatar QAT
RDR Korea PRK
Republik Rakyat Tiongkok CHN
Saudi Arabia KSA
Singapura SGP
Sri Lanka SRI
Suriah SYR
Tajikistan TJK
Thailand THA
Timor Leste TLS
Tionghoa Taipei TPE
Turkmenistan TKM
Uni Emirat Arab UAE
Uzbekistan UZB
Vietnam VIE
Yaman YEM
Yordania JOR
negara peserta asian games 2018

negara peserta asian games 2018

Berikut informasi tentang masing-masing negara dalam partisipasinya di asean games menurut website asiangemes2018.id

Afganistan (AFG)

Negara yang berada di Asia Selatan ini memiliki populasi 32.564.342 (sensus 2015) dan dipimpin oleh Presiden Ashraf Gani. Kabul adalah ibu kota Afghanistan dan ambil bagian untuk pertama kalinya dalam acara Asian Games pertama di New Delhi, India, 1951. Afghanistan adalah salah satu penggagas negara-negara Federasi Asian Games, yang didirikan pada 13 Februari 1949 di New Delhi yang menjadi pelopor berdirinya Dewan Olimpiade Asia (OCA). Afganistan tidak pernah absen dalam 5 Asian Games pertama namun absen pada acara keenam di Bangkok, Thailand 1970. Dari 17 kali Asian Games yang telah diselenggarakan, Asian Games ke-6 di Bangkook tahun 1970, Asian Games ke-13 di Bangkok tahun 1978, Asian Games ke-10 di Seoul tahun 1986 dan Asian Games XIII Bangkok 1998. Prestasi terbaik Afganistan di Asian Games yang diraih di Asian Games ke-16 di Guangzhou tahun 2010, dengan meraih 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Di Asian Games ke-17 di Incheon tahun2014, Afganistan memenangkan 1 medali perak dan 1 perunggu, dan berada di peringkat 35 dari 45 negara peserta.

Bahrain (BRN)

Kerajaan Bahrain yang terletak di Teluk Persia (dikenal sebagai Teluk Arab) dipimpin oleh Raja Hamad bin Isa al Khalifa. Negara kepulauan ini memiliki populasi sekitar 1.378.000 (perkiraan 2016) dengan Manama sebagai ibu kotanya. Asian Games ke-9 di New Delhi tahun 1982 merupakan partisipasi Bahrain pertama di Asian Games. Sejak saat itu, Bahrain tidak pernah absen dalam acara Asian Games. Prestasi Bahrain terbaik di Asian Games dicapai di Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014. Pada saat itu, Bahrain berhasil meraih sembilan medali emas, 6 perak, 4 medali perunggu dan peringkat ke-12 dari 45 negara peserta.

Bangladesh (BAN)

Negara yang terletak di Asia Selatan ini memiliki populasi 168.957.745 (sensus 2015) dengan Dhaka sebagai ibu kotanya. Bangladesh dipimpin oleh Presiden Abdul Hamid. Asian Games ke-8 di Bangkok tahun 1978 adalah partisipasi pertama Bangladesh di Asian Games dan tidak pernah absen dalam sembilan acara berikutnya. Bangladesh meraih medali pertama di Asian Games ke-10 di Seoul tahun 1986, yang merupakan medali perunggu melalui Mosharraf Hossain pada kelas angkat beban ringan (81 kg).

Prestasi terbaik Bangladesh di Asian Games diraih di Asian Games ke-16 di Guangzhou 2010 dengan mengumpulkan 1 medali emas, 1 perak, dan 1 medali perunggu dan menempati peringkat ke 27 dari 45 negara peserta. Di Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014, Bangladesh meraih 1 medali perak, 2 perunggu dan berada di peringkat 32 dari 45 negara peserta.

Bhutan (BHU)

Kerajaan Bhutan yang terletak di Asia Selatan berpenduduk 742.737 (sensus 2012) dengan Thimphu sebagai ibu kotanya. Saat ini, Bhutan dipimpin oleh Jigme Khesar Namgyel Wangchuk sebagai Raja. Asian Games ke-10 di Seoul tahun 1986 merupakan partisipasi Bhutan pertama di Asian Games. Dari delapan kali partisipasi, Bhutan belum berhasil mendapatkan medali apa pun. Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014 adalah partisipasi Bhutan terbesar dengan berpartisipasi dalam tujuh olahraga meskipun tidak mendapat medali. Bhutan berpartisipasi dalam atletik, panahan, tinju, menembak, taekwondo dan tenis.

Brunei Darussalam (BRU)

Kerajaan Brunei Darussalam terletak di bagian utara pulau Kalimantan, Asia Tenggara, dan berpenduduk 415.717 (sensus 2013) dengan Bandar Seri Begawan sebagai ibu kotanya. Sultan Hassanal Bokiah adalah pemimpin Brunei Darussalam saat ini. Partisipasi pertama Brunei Darussalam di Asian Games adalah di Asian Games ke-11 di Beijing tahun 1990, dan tidak pernah absen setelah itu. Dari total tujuh partisipasi Asian Games, Brunei Darussalam mengumpulkan empat medali perunggu; dua dari Karate di Asian Games ke 12 di Hiroshima tahun 1994, satu dari Sepak Takraw di Asian Games ke-13 di Bangkok tahun 1998, dan satu dari Karate di Asian Games ke-16 di Busan tahun 2002. Di Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014, Brunei Darussalam gagal meraih medali.

Filipina (PHI)

Filipina yang memegang nama resmi Republik Filipina saat ini dipimpin oleh Presiden Rodrigo Duterte. Negara ini memiliki populasi 100.981.437 jiwa (sensus 2015) dan beribukota di Manila. Filipina turut memeriahkan Asian Games pertama di New Delhi tahun 1951. Sebagai salah satu penggagas Asian Games, Filipina tidak pernah absen dari ajang bergengsi ini. Filipina pernah menjadi tuan rumah Asian Games II tahun 1954 dan juga menghasilkan prestasi terbaik dengan 14 medali emas, 14 perak, 17 perunggu. Dari semua penampilan di Asian Games, Filipina berhasil mengumpulkan total 63 medali emas, 112 perak, 215 perunggu. Pada tahun 2014 di Asian Games Incheon, Filipina meraih 1 medali emas, 2 perak, 12 perunggu dan berada di peringkat 22.

Hong Kong (HKG)

Hong Kong adalah wilayah administratif khusus Republik Tiongkok, berpartisipasi dalam Asian Games sejak Asian Games di Manila tahun 1954. Secara keseluruhan, Hong Kong telah berpartisipasi 16 kali di Asian Games. Hong Kong memiliki populasi 7.234.800 (sensus 2014). Selama Asian Games, Hong Kong mendapatkan 30 medali emas, 62 perak dan 92 perunggu. Prestasi terbaik Hong Kong adalah di Asian Games ke-16 di Guangzhou tahun 2010, dengan perolehan delapan medali emas, 15 perak dan 17 perunggu. Di Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014, Hong Kong meraih 6 medali emas, 12 perak dan 24 perunggu.

INDEPENDENT OLYMPIC ATHLETES/KUWAIT (IOA/KUW)

Kuwait, negara kaya minyak di Timur Tengah, berpartisipasi dalam Asian Games sejak tahun 1974 di Teheran. Emirat Kuwait, dengan ibu kotanya Kuwait City, saat ini dipimpin oleh Emir Sabah Ahmad Al-Sabah. Menurut sensus 2016, penduduk Kuwait adalah 4.348.395. Sejak berpartisipasi dalam Asian Games di Teheran pada tahun 1974, Kuwait tidak pernah absen sampai Asian Games di Incheon tahun 2014. Prestasi Kuwait, sebagai negara kecil tidak buruk di Asian Games. Dari total 11 kali partisipasi, Kuwait mengumpulkan 23 emas, 29 perak, 33 perunggu. Kuwait meraih prestasi terbesar di Asian Games Doha XV 2006, saat mereka berhasil mendapatkan 6 medali emas, 5 perak, 3 perunggu dan peringkat ke-17. Pada Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014, Kuwait mengumpulkan 3 medali emas, 5 perak, 4 perunggu dan berada di peringkat 18.

India (IND)

India yang beribukota di New Delhi, memiliki populasi 1,29 miliar orang, menurut perkiraan 2016. India saat ini dipimpin oleh Presiden Pranab Mukherjee sebagai Kepala Negara dan Perdana Menteri Narendra Modi selaku Kepala Pemerintahan. India telah mengikuti Asian Games 17 kali, dengan partisipasi pertama sebagai tuan rumah Asian Games yang pertama di New Delhi tahun 1951. India telah dua kali menggelar Asian Games. Di samping Asian Games yang pertama di tahun 1951, India menjadi tuan rumah Asian Games ke-9 tahun 1982 yang juga diadakan di New Delhi. India selalu berada di urutan 10 besar dalam 16 event Asian Games, kecuali di Asian Games ke-11 di Beijing 1990 yang hanya mampu menempati peringkat ke-11. Di Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014, India berada di peringkat 8 dengan perolehan 11 medali emas, 10 perak dan 36 perunggu.

Indonesia (INA)

Sebagai tuan rumah Asian Games ke-18 tahun 2018 mendatang, Indonesia adalah satu dari tujuh negara yang berpartisipasi secara konsisten dalam Asian Games sejak pertama kali diadakan pada tahun 1951 di New Delhi. Ke tujuh negara tersebut adalah India, Indonesia, Jepang, Filipina, Sri Lanka, Singapura, dan Thailand. Asian Games ke-18 mendatang adalah acara Asian Games kedua yang diadakan di Indonesia, setelah Asian Games ke-4 pada tahun 1962 di Jakarta sebagai ibu kota negara ini. Negara kepulauan ini berada di Asia Tenggara, memiliki populasi terpadat keempat di dunia, setelah Republik Rakyat Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Populasi Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 255.461.700 (perkiraan 2015). Saat ini Indonesia dipimpin oleh Joko Widodo sebagai Presiden. Selama Asian Games, penampilan terbaik yang pernah diraih Indonesia adalah di Asian Games ke-4 pada tahun 1962. Saat itu Indonesia meraih 11 medali emas, 10 perak dan 28 perunggu dan menduduki peringkat kedua di bawah Jepang. Pada Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014, Indonesia berada di peringkat 17 dengan 4 medali emas, 5 perak dan 11 perunggu.

Irak (IRQ)

Asian Games tahun 1974 di Teheran menjadi tahun pertama Iran berpartisipasi Irak di event olahraga terbesar di Asia ini. Saat ini, negara ini berpenduduk 38.146.025 dengan ibu kota Baghdad dan dipimpin oleh Presiden Fuad Masum. Setelah Asian Games ke-10 di Seoul pada 1986, Irak sempat absen dalam beberapa acara seperti Olimpiade Beijing 1990, Hiroshima 1994, Bangkok 1998 dan Busan 2002. Irak kemudian kembali berpartisipasi dalam Asian Games 2006 di Qatar sampai Asian Games 2014 di Incheon.

Prestasi terbaik Irak dalam Asian Games adalah di Asian Games ke-8 di Bangkok tahun 1978, meraih 2 medali emas, 4 perak dan 6 perunggu dan berada di peringkat 12. Di Asian Games di Incheon tahun 2014, Irak berada di peringkat ke-25 dengan 1 emas dan 3 perunggu.

Iran (IRI)

Iran telah mengikuti Asian Games sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 1951 di New Delhi. Iran hanya absen tiga kali yaitu pada tahun 1958 di Tokyo, 1962 di Jakarta, dan 1978 di Bangkok. Saat ini, Iran memiliki nama resmi Republik Islam Iran, yang dipimpin oleh Presiden Hassan Rouhani, dan memiliki 79,2 juta populasi (perkiraan 2016) dengan ibu kota Teheran. Iran menjadi tuan rumah Asian Games sekali pada Asian Games ke-7 di Teheran pada tahun 1974 dan mendapat prestasi tertinggi. Pada Asian Games 1974, Iran meraih 36 medali emas, 28 perak dan 17 perunggu dan berada di peringkat kedua di bawah Jepang. Di Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014, Iran beada di peringkat kelima, merebut 21 medali emas, 18 perak dan 18 perunggu. Itu adalah prestasi terbaik Iran setelah Asian Games 1974 di Teheran.

Japan (JPN)

Jepang saat ini dipimpin oleh Kaisar Akihito dan salah satu negara paling kuat di dunia olahraga di Asia dan dunia. Negara maju di Asia Timur dengan populasi 127.110.047 (sensus 2015), dengan ibukotanya di Tokyo, adalah satu-satunya peserta yang mampu merebut lebih dari 20 medali emas secara konsisten, di setiap Asian Games. Jepang berpartisipasi dalam Asian Games pertama yang diadakan di New Delhi 1951 dan tidak pernah absen hingga 2014 di Incheon. Jepang mengambil peran sebagai tuan rumah Asian Games yang ke-3 di Tokyo tahun 1958 dan Asian Games ke-12 di Hiroshima tahun 1994. Prestasi terbaik Jepang adalah di Asian Games ke-5 di Bangkok tahun 1966 dengan merebut 78 medali emas, 53 perak dan 33 perunggu. Sejak Asian Games di New Delhi 1951 sampai ke Bangkok tahun 1978, Jepang selalu menjadi juara. Namun, sejak Asian Games di New Delhi tahun 1982, Jepang selalu dikalahkan oleh Republik Rakyat Tiongkok. Pada Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014, Jepang berada di urutan ketiga di belakang Tiongkok dan Korea Selatan dengan merebut medali emas, 76 perak dan 77 perunggu.

Kamboja (CAM)

Kerajaan Kamboja yang terletak di Asia Selatan berpenduduk 15.458.332 (sensus 2014) dengan Pnomh Penh sebagai ibu kotanya. Kamboja dipimpin oleh Norodom Sihamoni sebagai kepala negara dan Perdana Menteri Hun Sen sebagai kepala pemerintahan. Partisipasi pertama Kamboja di Asian Games adalah di Asian Games Manila 1954 yang diikuti oleh 18 negara. Dari total 11 partisipan Asian Games, Kamboja memperoleh performa terbaik di Asian Games Incheon ke – 17 tahun 2014. Saat itu, untuk pertama kalinya meraih medali emas yang didapat dari atlet wanita taekwondo kelas menengah (73 kg) , Sorn Seavmey.

Kazakhstan (KAZ)

Kazakstan adalah negara terbesar tanpa batas laut (terkurung daratan) di dunia. Terletak di Asia Tengah, Kazakstan memiliki populasi 17.693.500 (Sensus 2016) dan memiliki ibu kota Astana. Kazakstan dipimpin oleh Presiden Nursultan Nazarbayev. Kazakstan berpartisipasi dalam Asian Games yang ke-12 di Hiroshima pada tahun 1994 setelah detasemen Uni Soviet. Kazakstan tidak pernah absen dari Asian Games sejak saat itu. Sebagai mantan negara Eropa, prestasi Kazakstan di Asian Games pun langsung melesat. Dalam debut Asian Games, mereka langsung menempati peringkat ke-4, dengan merebut 27 medali emas, 25 perak dan 27 perunggu. Kazakstan terus meraih peringkat lima besar sampai Asian Games 2014. Di Asian Games Incheon, Kazakstan meraih 28 medali emas, 23 perak, 33 perunggu dan peringkat No 4. Ini adalah prestasi terbaik Kazakstan di Asian Games.

Korea (KOR)

Korea Selatan berpartisipasi dalam Asian Games 16 kali, kecuali Asian Games yang pertama di New Delhi, India pada tahun 1951. Korea Selatan telah tiga kali menjadi tuan rumah Asian Games, yakni di Seoul tahun 1986, Busan tahun 2002 dan Incheon tahun 2014.

Prestasi Korea Selatan di Asian Games adalah salah satu yang terbaik dari semua peserta. Mereka hanya bisa disaingi oleh Republik Tiongkok dan Jepang. Bahkan, sejak Asian Games 1998 di Bangkok, Korea Selatan belum bergeser dari posisi runner-up. Peralihan medali terbesar bagi Korea Selatan adalah di Asian Games Busan tahun 2002, dengan 96 emas, 80 emas, 84 perunggu. Di Asian Games di Incheon, Korea Selatan meraih emas, 71 perak, 84 perunggu.

Kyrgyzstan (KGZ)

Kirgizstan negara dengan ibukota bernama Bishkek adalah sebuah negara yang terkurung daratan di Asia Tengah dan memiliki populasi 6.000.000 (Sensus 2015). Kirgizstan saat ini dipimpin oleh Presiden Almazbek Atambayev. Sebagai bekas pecahan Uni Soviet, Kirgizstan baru saja bergabung dengan Asian Games di Hiroshima tahun 1994. Kirgizstan belum berhasil mendapatkan emas dalam debutnya di Asian Games. Di Hiroshima, Kirgizstan hanya meraih 4 perak dan 5 perunggu. Emas pertama Kirgizstan di Asian Games diakuisisi di Busan 2002, yang berada di 1 emas, 5 perak, 6 perunggu. Hasil di Busan 2002 merupakan prestasi terbaik negara ini. Pada Asian Games ke-17 Incheon tahun 2014, Kirgizstan memperoleh 2 perak dan 4 perunggu.

Laos (LAO)

Laos, atau secara resmi Republik Rakyat Demokratik Laos, beribukota di Vientiane. Negara dengan populasi 6.803.699 jiwa ini (sensus 2014) dipimpin oleh Presiden Bounnhang Vorachith. Partisipasi Laos pertama di Asian Games adalah di Teheran tahun 1974. Laos tidak hadir di Bangkok tahun 1978 namun hadir lagi di New Delhi tahun 1982 dan belum pernah absen lagi. Pencapaian terbaik Laos di Asian Games adalah pada tahun 2014 di Incheon, dengan perolehan 1 medali perak dan 2 perunggu, menduduki peringkat 32 dari 45 negara peserta.

Lebanon (LBN)

Republik Lebanon terletak di Asia Barat dengan ibukota di Beirut. Saat ini, Lebanon memiliki populasi 6.184.701 jiwa (sensus 2015) dan dipimpin oleh Presiden Michel Aoun. Lebanon pertama kali mengikuti Asian Games di Bangkok tahun 1978, dan terus berpartisipasi. Prestasi terbaik Lebanon daat Asian Games di Doha tahun 2006, dengan mengumpulkan 1 emas dan 2 perunggu. Di Asian Games Incheon ke -17 tahun 2014, Lebanon memenangkan 1 medali perak dan 1 perunggu.

Macau (MAC)

Makau merupakan daerah administrasi khusus Republik Tiongkok yang mulai berpartisipasi dalam Asian Games di Beijing tahun 1990, setelah Komite Olimpiade Macau bergabung dengan Komite Olimpiade Asia pada tahun 1989. Dalam debut Asian Games di Beijing, Makau merebut 9 medali perak dan 18 perunggu. Prestasi terbaik Macau di Asian Games didapat di Guangzhou tahun 2010, dengan hasil 1 emas, 1 perak, 3 perunggu. Di Asian Games ke-17 Incheon, tahun 2014, Macau berhasil meraih 3 perak dan 4 perunggu.

Maladewa (MDV)

Republik Maladewa adalah negara kepulauan di Samudera Hindia dengan populasi 393.253 jiwa (sensus 2015). Maladewa memiliki ibu kota Malé dan dipimpin Presiden Abdulla Yameen. Partisipasi pertama Maladewa di Asian Games adalah di Asian Games IX New Delhi tahun 1982. Sejak debutnya, Maladewa tidak pernah melewatkan ajang Asian Games. Sayangnya, dari 9 kali partisipasi dalam Asian Games, Maladewa belum bisa mendapatkan medali apapun.

Malaysia (MAS)

Malaysia berpartisipasi pertama kali di Asian Games Manila tahun 1954. Saat itu, Malaysia masih menyandang nama Malaya hingga Asian Games IV 1962 di Jakarta. Negara ini memiliki populasi 31.284.000 jiwa (sensus 2016) dengan ibu kota Kuala Lumpur. Malaysia mulai menggunakan namanya sejak Asian Games V Bangkok tahun 1966. Saat ini, Malaysia dipimpin oleh Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdul Halim dari Kedah sebagai Kepala Negara dan Perdana Menteri Najib Razak sebagai Kepala Pemerintahan. Dari total 16 kali partisipasi dalam Asian Games, Malaysia telah mengumpulkan 56 medali emas, 88 perak, 132 perunggu. Di Asian Games Incheon XVII 2014, Malaysia meraih 5 medali emas, 14 perak, 14 perunggu dan menduduki peringkat 14 dari 45 peserta.

Mongolia (MGL)

Dengan ibukota Ulaanbaatar, Mongoloa dipimpin oleh Presiden Tsakhiagiin Elbergdorj dan memiliki 3.081.677 penduduk (sensus 2016). Mongolia pertama kali bergabung dengan Asian Games di Teheran, 1974. Setelah itu, Mongolia selalu berpartisipasi dalam ajang ini namun tidak ikut di tahun 1986 karena boikot. Selama mengikuti Asian Games, Mongolia selalu meraih medali emas. Mongolia mendapatkan emas paling banyak di Asian Games XVII Incheon 2014, dengan hasil 5 medali emas, 4 perak, dan 12 perunggu.

Myanmar (MYA)

Terletak di Asia Tenggara, Myanmar secara resmi dikenal sebagai Republik Persatuan Myanmar dan juga dikenal sebagai Burma. Negara ini berpenduduk 51.486.253 jiwa (sensus 2014) dan dipimpin oleh Presiden HtinKyaw. Ibu kota Myanmar berada di Naypyidaw. Myanmar telah berpartisipasi dalam Asian Games sejak pertama kali diadakan di New Delhi pada tahun 1951, dengan nama Burma hingga New Asian Games 1982. Hanya sekali Myanmar absen saat memboikot Asian Games Seoul 1986. Dari 16 kali berpartisipasi dalam Asian Games, Myanmar mengumpulkan 100 medali; 16 emas, 31 perak, 53 medali perunggu. Di ajang Asian Games XVII Incheon 2014, Myanmar meraih 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Semua prestasi Myanmar di Incheon didapat dari sepak takraw.

Nepal (NEP)

Nepal memiliki nama resmi Republik Demokratik Federal Nepal, setelah perubahan Kerajaan Nepal pada tahun 2007. Ibukota Nepal adalah Kathmandu, jumlah penduduk hampir 27 juta orang, dan dipimpin oleh Presiden Bidhya Devi Bandhari. Nepal turut ambil bagian di Asian Games pertma di New Delhi tahun 1951. Nepal hanya absen 2 kali dari Asian Games di Manila 1954 dan Jakarta 1962. Nepal belum pernah memenangkan medali emas di Asian Games. Prestasi terbaik Nepal adalah di tahun 1998 di Bangkok saat memenangkan 1 medali perak dan 3 perunggu. Pada Asian Games Incheon XVII 2014, Nepal meraih 1 medali perunggu.

Oman (OMA)

Kesultanan Oman dipimpin oleh Sultan Qaboos bin Said al Said. Negara ini terletak di muara Teluk Persia dengan populasi 4.441.448 jiwa (sensus 2016), dan ibu kota Muscat. Oman pertama kali ikut serta di Asian Games New Delhi tahun 1982, dan sejak itu Oman tidak pernah absen. Dari 9 penampilan di Asian Games, Oman berhasil mengumpulkan 4 medali: 1 emas dan 3 perunggu. Satu-satunya medali emas Oman diperoleh di Beijing tahun 1990. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Oman gagal membawa pulang medali.

Pakistan (PAK)

Republik Islam Pakistan memiliki ibu kota Islamabad dengan penduduk 201.995.540 jiwa (sensus 2016) dan dipimpin oleh Presiden Mamnoon Hussain sebagai Kepala Negara, serta Perdana Menteri Nawaz Sharif sebagai Kepala Pemerintahan. Partisipasi Pakistan di Asian Games dimulai di Manila pada tahun 1954, dan sejak saat itu tidak pernah absen. Pakistan mengumpulkan 199 medali sepanjang 16 kali partisipasi dalam Asian Games. Medali tersebut terbagi menjadi 44 emas, 64 perak dan 91 perunggu. Pakistan menunjukkan penampilan terbaik di Asian Games IV Jakarta pada 1962, dengan merebut 8 medali emas, 11 perak, 9 perunggu. Pada tahun 2014 di Incheon, Pakistan mengumpulkan 1 medali emas, 1 perak, 3 perunggu dan berada di peringkat 23.

Palestine (PLE)

Palestina dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas dan saat ini memiliki populasi 4.550.368 jiwa (sensus 2014). Negara ini mulai berpartisipasi dalam Asian Games di Beijing tahun 1990 dan tidak pernah melewatkan acara Asian Games. Dari 7 kali partisipasi, Palestina berhasil mengumpulkan 1 perunggu. Satu-satunya medali untuk Palestina diciptakan di Asian Games XIV Busan 2002, melalui Munir Abu-Keshek dalam cabang olahraga tinju.

Qatar (QAT)

Qatar dipimpin oleh Emir Tamim bin Hamad Al Thani. Negara berbentuk kerajaan ini memiliki ibu kota Doha dan berpenduduk 2.383.705 jiwa (sensus 2016). Qatar menjadi tuan rumah Asian Games 2006, yang diadakan di Doha. Qatar pertama kali berpartisipasi dalam Asian Games di Bangkok tahun 1978. Sejak saat itu, Qatar tidak pernah absen dari Asian Games. Prestasi terbaik Qatar bukan diraih saat Asian Games Doha, namun di Incheon tahun 2014. Di Doha, Qatar mengumpulkan 9 medali emas, 12 perak, 11 perunggu, sementara di Incheon berhasil memenangkan 10 medali emas dan 4 perunggu.

RDR Korea (PRK)

Korea Utara, yang dikenal sebagai Republik Rakyat Demokratik Korea, mulai berpartisipasi dalam Asian Games sejak Asian Games ke-7 di Teheran tahun 1974. Setelah itu, negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un dan Pyongyang sebagai ibu kotanya ini mulai absen di Asian Games Seoul 1986 dan Hiroshima 1994. Korea Utara menghadiri Asian Games ke-17 tahun 2014 yang diadakan di Incheon, Korea Selatan. Korea Utara saat ini diperkirakan memiliki populasi 24.895.000 (sensus 2013). Korea Utara menduduki peringkat lima besar pada Asian Games di Teheran tahun 1974, Bangkok 1978, New Delhi 1982 dan Beijing 1990. Namun, mereka tidak dapat berhasil masuk lima besar sejak Asian Games di Bangkok tahun 1998 hingga Asian Games terakhir. Di Asian Games Incheon 2014, Korea Utara berada di peringkat ketujuh dengan merebut 11 medali emas, 11 perak dan 14 perunggu.

Republik Rakyat Tiongkok (CHN)

Partisipasi pertama Republik Rakyat Tiongkok di Asian Games, sebagai salah satu negara terkuat di dunia olahraga, berada di Asian Games ke-7 di Tahaker tahun 1974. Namun, prestasi terbaik Republik Rakyat Tiongkok yang berpenduduk lebih dari 1,3 miliar dimulai pada Asian Games ke-9 di New Delhi, India tahun 1982. Saat ini, negara ini dipimpin oleh Presiden Xi Jinping dan Beijing sebagai ibu kotanya menjadi penguasa olahraga Asia dan tak tergoyahkan sejak 1982. Di Asian Games ke-17 di Incheon tahun 2014, Republik Tiongkok memimpin arena dengan merebut 151 medali emas, 109 medali perak, dan 85 medali perunggu. Republik Rakyat Tiongkok diprediksi masih mendominasi kompetisi Asian Games ke-18 mendatang di Jakarta – Palembang. Republik Rakyat Tiongkok menjadi tuan rumah Asian Games dua kali, yakni pada Asian Games ke-11 di Beijing tahun 1990 dan Asian Games ke-16 di Guangzhou tahun 2010.

Saudi Arabia (KSA)

Kerajaan Arab Saudi dipimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz. Negara dengan populasi 30.770.375 jiwa ini (sensus 2014) beribukota di Riyadh. Arab Saudi mulai berpartisipasi dalam Asian Games sejak 1978 di Bangkok. Setelah itu Arab Saudi hanya absen 1 kali, yaitu pada tahun 1998. Saudi Arabia mencapai prestasi terbaik di Asian Games Doha 2006 dengan mengumpulkan 8 medali emas dan 6 perunggu. Di Asian Games Incheon 2014, Arab Saudi memperoleh 3 medali emas, 3 perak, 1 perunggu

Singapura (SGP)

Singapura adalah negara kepulauan yang terletak di antara Malaysia dan Indonesia. Negara kecil yang kaya ini dipimpin oleh Presiden Tony Tan sebagai Kepala Negara dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong selaku Kepala Pemerintahan. Populasi Singapura diperkirakan mencapai 5,6 juta pada tahun 2016.

Singapura adalah salah satu pelopor Asian Games, dan tidak pernah melewatkan ajang ini sejak tampil pertama kali di New Delhi tahun 1951. Singapura meraih prestasi terbaik di Asian Games Doha tahun 2006 dengan 8 medali emas, 7 perak, 12 perunggu. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Singapura menyabet 5 medali emas, 6 perak, 13 perunggu.

Sri Lanka (SRI)

Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka dipimpin oleh Presiden Maithripala Sirisena dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe. Sri Lanka adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di selatan India, berpenduduk sekitar 21 juta orang dan ibu kota Kolombo.

Saat pertama kali berpartisipasi dalam Asian Games di New Delhi1951, Sri Lanka masih menggunakan nama Ceylon. Nama itu digunakan sampai Asian Games 1970 di Bangkok. Dalam 17 kali partisipasi, Sri Lanka mengumpulkan 11 medali emas, 11 perak, 24 perunggu. Di Asian Games Incheon 2014, Sri Lanka mencetak 1 emas dan 1 perunggu dari kriket.

Suriah (SYR)

Suriah memiliki nama resmi Republik Arab Suriah. Negara berpenduduk sekitar 17 juta orang ini dipimpin oleh Presiden Bashar al-Asaad. Suriah memiliki ibu kota Damaskus. Sejak pertama kali berpartisipasi dalam Asian Games di Bangkok 1978, Suriah hanya sekali absen dalam Asian Games Seoul 1986. Dalam 9 kali partisipasi, Suriah mengumpulkan 9 medali emas, 8 perak, 14 perunggu. Pencapaian terbaik negara ini dihasilkan pada Asian Games Doha 2006, dengan 2 medali emas, 2 perak, 2 perunggu. Di Asian Games Incheon 2014, Suriah gagal meraih medali.

Tajikistan (TJK)

Tajikistan merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet di Asia Tengah. Negara ini berpenduduk 8,6 juta berdasarkan sensus 2015 dan dipimpin oleh Presiden Emomali Rahmon. Ibu kota Tajikistan adalah Dushanbe.

Tajikistan mulai berpartisipasi dalam Asian Games di Hiroshima, tahun 1994. Pada kesempatan pertama, Tajikistan memenangkan 2 medali perunggu. Prestasi terbaik Tajikistan diraih di Asian Games Doha 2006, dengan perolehan 2 medali emas dan 2 perunggu. Tajikistan merebut 1 medali emas, 1 perak, 3 perunggu di Asian Games Incheon 2014. Medali emas Tajikistan di Doha, Guangzhou, dan Incheon dihasilkan lontar martil dan tinju.

Thailand (THA)

Kerajaan Thailand dipimpin oleh raja baru, Maha Vajiralongkorn, menggantikan Raja Bhumibol Adulyadej yang tutup usia pada bulan Oktober 2016. Pemerintahan Thailand dipimpin oleh Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha. Beribukota di Bangkok, Thailand memiliki populasi 68 juta jiwa pada tahun 2015. Thailand berpartisipasi sejak Asian Games pertama di New Delhi tahun 1951. Menariknya, negara ini adalah negara yang paling sering menyelenggarakan Asian Games, yaitu 4 kali. Bangkok menjadi tuan rumah Asian Games di Thailand, pada tahun 1966, 1970, 1978 dan 1998. Prestasi terbaik Thailand diperoleh saat menjadi tuan rumah pada tahun 1998, dengan perolehan 24 medali emas, 28 perak, 38 perunggu. Pada Asian Games Incheon 2014, Thailand meraih 12 medali emas, 7 perak, 28 perunggu.

Timor Leste (TLS)

Republik Demokratik Timor-Leste terletak di sisi timur Pulau Timor, tetangga Indonesia. Negara ini dipimpin oleh Presiden Taur Matan Ruak, dengan ibukota Dili dan 1.167.242 penduduk berdasarkan sensus 2015. Sebagai negara baru yang melepaskan diri dari Indonesia pada tanggal 20 Mei 2002, Timor Leste juga baru berpartisipasi dalam Asian Games di Doha tahun 2006. Hingga Asian Games Incheon 2014, Timor Leste selalu berpartisipasi namun belum berhasil memenangkan medali.

Tionghoa Taipei (TPE)

Taiwan yang juga dikenal sebagai Cina Taipei, memiliki populasi 23.508.362 (perkiraan 2016) dengan Taipei sebagai ibu kotanya. Taiwan saat ini dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen. Asian Games ke-2 di Manila tahun 1954 merupakan partisipasi pertama negara ini dengan menggunakan nama Republik Cina. Secara keseluruhan, Taiwan berpartisipasi dalam 11 acara Asian Games. Dari semua partisipasi, Taiwan merebut 82 medali emas, 125 medali perak, dan 255 medali perunggu. Di ajang Asian Games ke-17 di Incheon 2014, Taiwan menduduki peringkat ke-9 dengan merebut 10 medali emas, 18 medali perak, dan 23 medali perunggu.

Turkmenistan (TKM)

Turkmenistan adalah sebuah negara di Asia Tengah yang terletak di tepi Laut Kaspia. Negara pecahan Uni Soviet ini beribukota di Ashgabat, dengan populasi 5,2 juta jiwa menurut sensus 2014. Saat ini pemimpin Turkmenistan adalah Presiden Gurbanguly Berdimuhamedow. Negara ini mulai ambil bagian dalam Asian Games di Hiroshima, 1994. Dalam 3 kali partisipasi pertama di Hiroshima tahun 1994, Bangkok tahun 1998 dan Busan tahun 2002, Turkmenistan selalu mendapatkan 1 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Di Asian Games Doha tahun 2006, Guangzhou tahun 2010, dan Incheon tahun 2014, Turkmenistan hanya mendapatkan 1 medali perak dan 1 perunggu. Di Asian Games Incheon 2014, Turkmenistan memenangkan 1 medali perak dan 5 perunggu.

Uni Emirat Arab (UAE)

Beribukota di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dipimpin oleh Presiden Khalifa bin Zayed Al Nahyan sebagai Kepala Negara dan Perdana Menteri Mohammed bin Rashid Al Maktoum sebagai Kepala Pemerintahan. Populasi Uni Emirat Arab diperkirakan 5,7 juta jiwa berdasarkan sensus 2015. Uni Emirat Arab pertama kali berpartisipasi dalam Asian Games di Bangkok tahun 1978, dan sejak itu tidak pernah absen. Pencapaian terbaik Uni Emirat Arab di Asian Games Doha 2002 saat berhasil mengumpulkan 3 medali emas, 4 perak, 3 perunggu.

Uzbekistan (UZB)

Uzbekistan merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet yang saat ini dipimpin oleh Presiden Shavkat Mirziyoyev, menggantikan Islam Karimov yang meninggal pada 2 September 2016. Ibukota Uzbekistan adalah Tashkent, dan negara ini memiliki populasi 31,5 juta berdasarkan sensus 2016. Seperti negara bekas Uni Soviet lainnya di Asia Tengah, Uzbekistan juga mulai berpartisipasi dalam Asian Games di Hiroshima, 1994. Dari 6 penampilan di Asian Games sejak 1994, Uzbekistan berhasil mengumpulkan 63 medali emas, 96 perak, 115 perunggu. Asian Games Busan 2002 menandai puncak pencapaian Uzbekistan, saat berhasil merebut 15 medali emas, 12 perak, 24 perunggu. Pada Asian Games Incheon 2014, kontingen Uzbekistan memperoleh 9 medali emas, 14 perak, 21 perunggu.

Vietnam (VIE)

Republik Sosialis Vietnam beribukota di Hanoi. Negara berpenduduk 91,7 juta ini dipimpin oleh Presiden Tran Dai Quan. Vietnam sudah 14 kali berpartisipasi dalam Asian Games sejak Asian Games di Manila tahun 1954. Vietnam pernah absen 3 kali; di New Delhi 1951, Bangkok 1978 dan Seoul 1986. Dari 14 kali berpartisipasi dalam Asian Games, Vietnam berhasil mengumpulkan 13 medali emas, 55 perak, 74 perunggu. Vietnam meraih prestasi terbaik di Asian Games Busan 2002 dengan mengumpulkan 4 medali emas, 7 perak, 7 perunggu. Di Asian Games Incheon 2014, Vietnam memperoleh 1 medali emas, 10 perak, 25 perunggu.

Yaman (YEM)

Ibukota Yaman adalah Sanaa dan terletak di ujung selatan Jazirah Arab. Yaman berbatasan dengan Arab Saudi di utara, Laut Merah di Barat, Oman di timur dan Laut Arab di Selatan. Negara berpenduduk 25,5 juta ini dipimpin oleh Presiden Abdul Rabbuh Mansur Hadi. Yaman telah 7 kali berpartisipasi dalam Asian Games, sejak 1990 di Beijing, namun pencapaian Yaman belum setinggi tetangganya di Jazirah Arab. Dari 7 kali partisipasi, Yaman hanya berhasil mengumpulkan 2 medali perunggu. Perunggu pertama Yaman diraih melalui taekwondo di Asian Games Busan 2002, sementara perunggu kedua dimenangkan atlet wushu di Asian Games Doha 2006. Di Asian Games Incheon tahun 2014, Yaman tidak memperoleh medali apapun.

Yordania (JOR)

Yordania bergabung pada Asian Games ke-10 untuk pertama kalinya yang diadakan di Seoul tahun1986. Tapi Jordan absen empat tahun kemudian di Beijing, sebelum akhirnya konsisten mengikuti Asian Games ke-12 di Hiroshima tahun 1994 sampai Asian Games di Incheon tahun 2014. Yordania adalah sebuah kerajaan di Asia Barat yang dipimpin oleh Raja Abdullah II, dan Amman sebagai ibu kotanya. Menurut sensus tahun 2016, Yordania memiliki populasi 9.852.371. Dari tujuh kali berpartisipasi dalam Asian Games, performa terbaik diraih di Guangzhou 2010. Saat itu, Yordania meraih 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Asian Games Incheon XVII 2014, Yordania meraih 2 medali perak dan 2 perunggu.
sumber: AsianGames2018.id, diakses tanggal 09 maret 2018.

Dari seleuruh negara peserta asian games 2018 tersebut manakah gerangan yang akan menyabet juara umum alias mendapat medali emas terbanyak? jika melihat sejarah dari sejak dimulainya pesta olahraga ini tahun 1951 ternyata hanya ada dua negara yang pernah menyandang gelar sebagai juara umum yaitu japan (1951 sampai dengan 1978) dan republik rakyat tiongkok (1982 sampai dengan 2014), melihat kondisi tersebut maka prediksi juara umum asian games 2018 akan disandang kembali oleh republik rakyat tiongkok, atau bisa juga negara lain yang juga sedang berusaha meningkatkan kualitas olahraganya seperti korea dan thailand. oh ya, berbagai negara pernah menjadi tuan rumah penyelanggaraan pertandingan empat tahunan ini, bisa lihat di daftar negara tuan rumah asian games dari mulai tahun 1951

Leave a Reply