Contoh pasal pelaksanaan pekerjaan borongan

Pelaksanaan pekerjaan borongan perlu dijalankan dengan tertib agar menghasilkan bangunan yang sesuai dengan kesepakatan kontrak, perlu dibuat aturan jelas yang menjadi  acuan kedua belah pihak, aturan tersebut bisa dibuat secara tertulis berupa surat perjanjian borongan yang didalamnya menjelaskan tentang pasal pelaksanaan pekerjaan, seperti inilah contohnya.

 

Contoh pasal pelaksanaan pekerjaan borongan

  1. PIHAK KEDUA tidak dibenarkan untuk menyerahkan atau mengsubkontrakkan sebagian atau seluruh Pekerjaan Pondasi rumah semut tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari PIHAK PERTAMA.
  2. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan pemberitahuan kepada pihak-pihak yang berwenang dan memperoleh segala lisensi dan ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan Pekerjaan Pondasi rumah semut serta membayar segala biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. PIHAK KEDUA wajib menyediakan fasilitas lapangan sementara  yang  diperlukan untuk pelaksanaan Pekerjaan Pondasi rumah semut..
  4. PIHAK KEDUA harus bekerjasama dengan PIHAK PERTAMA dan sub kontraktor lain yang pekerjaannya saling berkaitan dalam pelaksanaan   Pekerjaan, termasuk berperan-serta dalam pembuatan bagan kemajuan pekerjaan (jadwal pelaksanaan) dan gambar kerja gabungan. PIHAK KEDUA harus memberitahu PIHAK PERTAMA mengenai adanya interferensi dengan  kontraktor/subkontraktor lain.
  5. PIHAK KEDUA wajib mencegah terjadinya kerusakan pada pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK PERTAMA atau kontraktor/subkontraktor lain. Apabila terjadi kerusakan pada pekerjaan tersebut yang diakibatkan oleh  kelalaian PIHAK KEDUA, PIHAK KEDUA wajib memperbaiki kerusakan tersebut atas biayanya sendiri hingga diterima baik oleh PIHAK PERTAMA dan Pemberi Tugas/Pengawas Pekerjaan.
  6. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi Pekerjaan dari kotoran/  puing yang timbul dari pelaksanaan Pekerjaan Pondasi rumah semut.
  7. Apabila PIHAK PERTAMA memberikan teguran atau peringatan kepada PIHAK KEDUA, maka dalam waktu selambat-lambatnya 2 x 24 jam PIHAK KEDUA harus memberikan jawaban secara tertulis yang memuat rencana terinci untuk menanggulangi hal-hal dimaksud dalam teguran atau peringatan tersebut.
  8. PIHAK KEDUA wajib membayar semua bahan/barang, peralatan dan   tenaga-kerja yang digunakannya untuk pelaksanaan Pekerjaan Pondasi rumah semut sesuai dengan pembayaran yang telah diterimanya dari PIHAK PERTAMA dan menunjukkan  bukti-bukti pembayarannya jika diminta oleh PIHAK PERTAMA.
  9. PIHAK PERTAMA dan Pengawas Pekerjaan berhak melaksanakan kunjungan/pemeriksaan berkala ke lokasi Pekerjaan Pondasi rumah semut dan ke tempat fabrikasi atau tempat lain yang digunakan oleh PIHAK KEDUA untuk  persiapan pelaksanaan Pekerjaan Pondasi rumah semut atas biaya PIHAK KEDUA.

 

itu hanya sebagai contoh saja, dalam penerapanya bisa disesuaikan dengan kondisi proyek masing-masing, berikutnya kita kupas tentang pasal pimpinan dan anggota pelaksana, serta safety house keeping.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.