Cara tukang bangunan menjadi mandor atau pemborong

Bekerja sebagai tukang bangunan terkadang terbesit dalam pikiran seandainya bisa menjadi mandor yang kerjanya hanya mengatur dan mengawasi tentu akan enak, hal ini boleh saja karena semua punya kesempatan dalam berjuang untuk memperoleh kehidupan yang terasa lebih baik. disini mari kita bahas cara yang dapat dilakukan tukang bangunan agar bisa menjadi mandor atau pemborong pekerjaan bangunan, sebelumnya kita coba uraikan terlebih dahulu metode pemborongan yang mungkin tuntuk dilakukan.

 

Borongan upah tenaga

Keuntungan yang didapat dari sistem borong upah tenaga adalah selisih antara waktu kerja normal dengan sistem kerja borongan, oleh karena itu dalam menentukan besarnya biaya borong harus memperhitungkan perkiraan waktu dan jumlah tenaga tukang yang akan dikerahkan. selain itu harus meminta kepastian kepada pemilik bangunan untuk menyediakan material yang dibutuhkan dalam pelaksanaan agar sedia setiap saat agar tidak terjadi waktu menganggur akibat kekurangan bahan bangunan sehingga menimbulkan kerugian pada sisitem borong upah tenaga.

 

Borongan bahan bangunan berikut upah tenaga

Sistem borong disini sama dengan borongan upah namun ada tambahan berikut bahan bangunan yang diadakan sendiri oleh pemborong, jadi pada sistem ini masih ada peluang tambahan keuntungan yaitu dari selisih harga bahan. namun diperlukan pengetahuan khusus mengenai harga pasar dan kualitas bahan agar bisa memberikan pelayanan pekerjaan borongan terbaik.

 

Nah.. selanjutnya kita bahas hal-hal yang dapat menjadi peluang penyeberangan dari profesi tukang menjadi mandor, sebagai permulaan kita buat daftar yang selanjutnya dapat ditambahkan oleh yang sudah berpengalaman dan mau berbagi ๐Ÿ™‚

  1. Menjadi tukang bangunan yang ahli dan disiplin waktu bisa menjadi kelebihan tersendiri karena nama seorang tukang bangunan yang sudah bekerja bagus selama waktu tertentu dapat dikenal orang sebagai tenaga yang terampil dan baik dalam bekerja, hal ini tentu dapat memberikan nilai lebih ketika banyak tawaran kerja sehingga harus mengajak teman-teman tukang untuk menyelesaikan proyek dengan sistem borongan.
  2. Kemampuan bersilaturahmi dan menjaga hubungan baik sesama tukang juga sangat membantu profesi pemborong, karena jika kita hendak memborong sistem upah maka otomatis memerlukan modal tenaga yang mau bekerja bagus dengan bayaran dibelakang, hal ini tentu tidak jadi masalah ketika kita mempunyai hubungan bagus dengan teman tukang.
  3. Jujur adalah kunci keberhasilan segala usaha, karena semua pasti tidak mau jika dibohongi oleh karena itu bawalah sekeping uang kejujuran dimanapun berada maka kita dapat membeli apapun dengan itu. misalnya karena seorang tukang terkenal jujur maka bisa jadi dipercaya oleh pemilik perusahaan kontraktor untuk memegang keuangan bayaran tukang yang lain, dan ini adalah sebuah gerbang emas untuk bisa menjadi mandor.
  4. Pengelolaan keuangan hasil kerja dengan baik sehingga terkumpul modal uang yang cukup untuk melangkah menjadi pengusaha kedepanya. hambatan terbesar bagi seorang tukang bangunan dalam menabung mungkin terletak pada keinginan untuk memiliki barang-barang karena tergiur dengan promosi atau hanya sekedar ingin menaikan rasa gengsi, oleh karena itu diperlukan upaya pengendalian diri untuk bisa melangkah kedepan.
  5. Selain usaha maksimal juga diimbangi dengan banyak berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa yang sanggup membolak-balikan derajat manusia dimata manusia lainya meskipun yang terbaik adalah bagus dari sudut pandang tuhan.
  6. Beginilah diantara hal-hal yang dapat dilakukan sebagi cara tukang bangunan agar bisa menjadi mandor atau pemborong, jika ada koreksi atau tambahan bisa dimasukan dibawah ๐Ÿ™‚

74 Comments

  1. wahyu nugraha 25 March 2012
    • ahmad 29 April 2012
    • Irwan 2 June 2017
  2. suyono 27 March 2012
  3. santoso 29 March 2012
    • fathur 30 August 2012
      • agus mikha 20 April 2015
    • mudji 30 November 2012
      • subakir 28 April 2016
    • pulalo 12 October 2013
    • gg 21 July 2014
      • iwan 5 September 2015
      • Mulyo utomo 19 September 2015
      • irwan 20 November 2016
  4. zai 29 July 2012
  5. ardian 28 August 2012
  6. Firman syahputra 31 December 2012
    • Evan Andriansyah 21 January 2013
  7. Evan Andriansyah 21 January 2013
  8. andry wardani 13 March 2013
  9. ari 3 April 2013
  10. SHITO 6 April 2013
    • irwan 20 November 2016
  11. Heri 18 February 2014
  12. ikrom wahyudin 10 April 2014
  13. Ismail Hasan 13 August 2014
  14. siswanto 24 August 2014
  15. dimaz 26 September 2014
  16. Markuat 9 October 2014
  17. suma 21 December 2014
  18. agusta 30 December 2014
  19. Efendi 6 January 2015
  20. nono 24 January 2015
  21. sis 7 February 2015
  22. eko 12 February 2015
    • natmin 27 February 2015
    • rumah kita 12 June 2015
  23. hendra 30 March 2015
  24. puji rahayu 21 April 2015
  25. jon henri p 8 May 2015
  26. Achmad Shofiyudin 29 May 2015
  27. yunus 31 May 2015
  28. nandy 12 June 2015
  29. delin 3 July 2015
  30. deddy talumantak 7 July 2015
  31. dibya utama 20 July 2015
  32. buyek 6 August 2015
  33. riyan 23 August 2015
  34. wawan 26 August 2015
  35. wawan 26 August 2015
  36. Edho 29 September 2015
  37. pujianto 22 November 2015
  38. sigit sugiarto 5 March 2016
  39. rian 6 April 2016
  40. Nauval 10 April 2016
  41. Bondet konang 19 April 2016
    • Ahadi 19 April 2016
  42. husen 21 April 2016
  43. fajar bintang hidayat 27 April 2016
  44. mohammad Dwiyulianto 23 June 2016
  45. mamannugraha 24 June 2016
  46. Wid 27 June 2016
  47. yasmadi 13 September 2016
  48. aris witanto 17 October 2016
  49. alex 2 November 2016
    • Ahadi 2 November 2016
  50. Ade sanjaya 7 December 2016
  51. jatmiko 9 January 2017
  52. dani sopian 12 January 2017
  53. Rafa 25 January 2017
  54. Achmad Ibrahim 3 March 2017
  55. Achmad Ibrahim 3 March 2017
  56. abdulkoharudin 22 June 2017
  57. abdulkoharudin 22 June 2017

Leave a Reply