Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

cara tes slump beton

Berikut ini cara tes slump beton, Percobaan ini bertujuan untuk menentukan konsistensi suatu campuran beton berdasarkan satuan SLUMP. Suatu campuran beton memiliki konsistensi yang berbeda-beda sesuai kebutuhan suatu bangunan yang akan di beton. Konsistensi itu dapat sangat kering, kering, plastis, plastis cair, cair, dan sebagainya.

 

PERALATAN

  1. Apparatus bagi pemeriksaan SLUMP yang terdiri dari :Cetakan,Timbangan,Alat ukur,Tongkat pemadat dengan diameter 10mm, panjang  cm.
  2. Ujung dibulatkan dan sebaiknya dari bahan baja anti karat.
  3. Pelat logam dengan permukaan rata dan kedap air.
  4. Sendok cekung.

BAHAN – BAHAN
Untuk memulai tes slump beton dapat disiapkan contoh beton segar sesuai dengan isi cetakan, diambil secara acak dari adukanyang dibuat agar dapat mewakili beton secara keseluruhan.

 

PROSEDUR PERCOBAAN

  1. Cetakan dan pelat dibasahi dengan kain basah.
  2. Letakkan cetakan diatas pelat.
  3. Isi cetakan dengan beton segar sampai penuh dalam tiga lapis. Tiap kira- kira 1/3 isi cetakan. Setiap lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 kali tusukan secara merata. Tongkat pemadat harus masuk tepat sampai lapisan bagian bawah tiap tiap lapisan. Pada bagian bawah atau lapisan pertama, penusukan bagian tepi dilakukan dengan tongkat dimiringkan sesuai dengan kemiringan dinding cetakan.
  4. Setelah selesai pemadatan, ratakan permukaan benda uji dengan tongkat, tunggu selama ½ menit dan dalam jangka waktu ini, semua lapisan kelebihan beton segar disekitar cetakan harus dibersihkan.
  5. Cetakan diangkat perlahan “ lahan tegak lurus keatas.
  6. Balikkan cetakan dan letakkan disamping benda uji.
  7. Ukur SLUMP yang terjadi dengan menggunakan perbedaan tinggi cetakan dengan tinggi rata “ rata dari benda uji.

 

PERHITUNGAN SLUMP

Nilai SLUMP = Tinggi cetakan “ Tinggi rata rata benda uji
alat slump beton
alat tes slump beton

slump beton
Gambar pemeriksaan slump beton

Untuk Download file ini beserta hasil hitungan percobaan dalam bentuk Microsoft word 2003 bisa klik dibawah:

http://www.ziddu.com/download/7748185/menentukanslumpbeton.doc.html

dengan nilai slump beton yang baik maka penggunaan beton bisa disesuaikan dengan kebutuhan misalnya pada lokasi pengecoran yang harus encer maka dapat menggunakan beton dengan nilai slump rendah agar memudahkan dalam pemadatan :-)

  1. ilmusipil.com Klasifikasi Agregat
  2. ilmusipil.com Cara membuat kolom beton bertulang
  3. ilmusipil.com BATCHING PLANT beton
  4. ilmusipil.com tes beton
  5. ilmusipil.com Pengertian Beton adalah
  6. ilmusipil.com Contoh menghitung kebutuhan cor beton
  7. ilmusipil.com Cara Pembuatan benda uji untuk tes beton
  8. ilmusipil.com analisis specific graviti dan penyerapan agregat kasar
  9. ilmusipil.com analisa saringan agregat kasar dan halus
  10. ilmusipil.com Plat lantai komposit baja dan beton metode bondek
  11. ilmusipil.com cara tes kuat tekan beton
  12. ilmusipil.com Cara membuat bestat besi tulangan
  13. ilmusipil.com Cara Pemeriksaan Beton Pada Bangunan Publik
  14. ilmusipil.com DOUBLY REINFORCED BEAM DESIGN
  15. ilmusipil.com perbandingan campuran beton K
  16. ilmusipil.com Beton Fiber
  17. ilmusipil.com Struktur plat lantai beton full precast
  18. ilmusipil.com Keruntuhan pada Beton Bertulang
  19. ilmusipil.com ACI Mix design Procedure

3 Comments

Add a Comment
  1. mohon pencerahan :
    saya marketing beton di salah satu perusahaan di cilegon,yang saya ingin tanyakan adalah bagaimana agar ruang lingkup market saya tidak terbatas maksudnya saya bisa memasarkan beton bisa lebih jauh lagi untuk pemasaranya sekitar 6,7,atau bisa menjangkau 10jam perjalanan mobil mixer.bagaimana trik untuk menjaga kesetabilan mutu/kualitas beton?terimakasih.

    1. @eri hidayat

      sampai saat ini blum ada additif yg mampu menahan setting beton diatas 4 jam jadi menurut saya jika Bapak ingin memasarkan produk bapak dengan lama perjalanan diatas 3 jam lebih baik bapak mendirikan plant lain yang menjangkau target pemasaran bapak. thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ilmusipil.com © 2009 - 2014IlmuSipil.com