cara penyambungan bambu dan kegunaannya

Cara penyambungan bambu dan penggunaanya pada konstruksi bangunan antara lain :

  1. Untuk dinding rumah. Bambu yang digunakan untuk dinding biasanya dibelah dan dibuat anyaman. Jenis bambu yang cocok untuk anyaman adalah bambu ater, bambu petung, bambu tutul, bambu talang dan bambu plymorpha.
  2. Untuk rangka bangunan. Biasanya bambu digunakan untuk membuat kuda-kuda, reng dan usuk (kasau). Sambungannya menggunakan sambungan pen bambu, tali ijuk atau kombinasi keduanya. Jenis bambu yang cocok untuk konstruksi ini adalah bambu petung, bambu duri, bambu duri ori, bambu gombong, bambu sembilang dan bambu polymorpha.
  3. Untuk tiang. Bambu digunakan untuk tiang-tiang yang berfungsi untuk menempelkan dinding dari anyaman bambu, untuk tiang-tiang panggung penyangga kuda-kuda. Jenis ambungan yang digunakan adalah sambungan lubang dan pen bambu dikombinasikan dengan tali ijuk. Jenis bambu yang cocok adalah bambu petung, bambu duri, bambu duri ori, bambu gombong, bambu sembilang, bambu balcoa dan bambu polymorpha.
  4. Untuk lantai. Biasanya bambu dibuat anyaman atau bambu hanya dibelah saja kemudian dirapikan/ditata sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai lantai. Jenis bambu yang cocok untuk konstruksi ini adalah bambu petung, bambu ater, bambu talang, bambu gombong, bambu sembilang dan bambu balcoa.
  5. Untuk langit-langit. Jenis anyamannya sama dengan jenis anyaman dinding. Jenis bambu yang cocok untuk konstruksi ini adalah bambu petung, bambu talang, bambu gombong.
  6. Untuk konstruksi bekesting, tangga, dll.

Sistem sambungan pada bambu adalah dengan pen dan lubang serta tali ijuk.


cara pengawetan pada bambu

Pengawetan bambu bertujuan agar bambu bisa tahan lama dan tidak mudah diserang bubuk (insekta). Untuk mencapai tujuan tersebut maka getah yang terdapat dalam bambu harus dikeluarkan sehingga bambu monad awet, mempunyai daya lenting tinggi, tidak mudah patah dan mudah dianyam.  Untuk mencegah bambu lapuk karena pengaruh cuaca dan serangan ham, bambu dilapisi dengan cat, kapur, ter atau vernis.

Pengawetan bambu pada dasarnya dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  1. Dengan mengeluarkan getah yang terdapat dalam bambu dan memasukkan zat-zat yang tidak disukai serangga. Cara yang paling sederhana yang biasa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan jalan merendam bambu dalam air kurang lebih selama 2 bualn. Setelah bambu direndam kemudian dikeringkan di tempat yang teduh terhindar dari panas matahari. Selain merendam dengan cara di atas, dapat dilakukan juga dengan merendam bambu pada larutan 5 % asam boraks yang dimasukkan ke dalam air yang digunakan untuk merendam bambu.
  2. Dengan melapisi bambu dengan cat, vernis, kapur dan ter.

3 Comments

  1. amar 10 June 2010
  2. Terminal Bambu 25 September 2011
  3. masmoel 13 December 2012

Leave a Reply