Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

Cara pengecatan dinding

Persiapan permukaan dinding tembok

  1. Dinding batu
  • Biarkan  permukaan kering sempurna +_ 1 (satu) bulan setelah plesteran sempurna dikerjakan
  • Bersihkan permukaan dari debu, kotoran dan bekas percikan plesteran dengan kape dan amplas
  • Perbaiki bagian-bagian yang retak dan kurang rata dengan  plamir dan biarkan mongering
  • Haluskan permukaan dengan amplas dan bersihkan dengan debu, kemudian ulaskan cat tembok emulasi
  • Untuk permukaan yang sangat menyerap, cat tembok emulasi agar diencerkan dengan air bersih 30% – 50%
  1. Dinding tembok yang pernah dicat dengan cat emulasi
  • Bila cat lama dalam keadaan baikdan masih kuat daya lekatnya, maka bersihkanlah permukaan dari debu dan kotoran
  • Perbaiki bagian – bagian yang retak dan kurang rata dengan plamir dan biarkan mongering
  • Haluskan permukaan dengan amplas dan bersihkan dari debu, kemudian ulaskan cat tembok emulasi
  1. Bila cat lama dalam keadaan kurang baik, mudah mengelupas dan adanya bercak maka:
  • Cat lama dikerok sampai habis
  • Permukaan tembok tersebut diamplas dan dibersihkan dari debu dan kotoran
  1. Bila dinding timbul lumut dan jamur maka:
  • Harus diperbaiki terlebih dahulu kondisi dinding temboknya
  • Bila perlu plesteran diganti dengan plesteran yang kedap air

Persiapan Bahan

  1. Cat tembok emulasi (bahan pengecet air)

Untuk pemakaian menggunakan kuas atau roller pada:

  • Permukaan halus
  • Permukaan kasar

Penggunaan Plamir

  • Dinding dihaluskan permukaannya dengan amplas kasar dan dibersihkan
  • Untuk menutup pori – pori pada permukaan digunakan plamir
  • Permukaan diratakan lagi dengan amplas halus setelah kering
  • Dianjurkan tidak mempergunakan bahan plamir pada pengecatan dinding yang berhubungan langsung dengan cuaca luar

Pengecetan

  1. Tahap pengecetan
  • Penggunaan plamir
  • Penggunaan cat penutup (cat emulasi)
  • Pengecatan ulang setelah kering sampai rata (30 – 40 mikro), atau sesui petunjuk yang terdapat pada kemasan masing – masing produk
  • Pengecatan yang dilakukan sekaligus tebal, hasilnya akan  kurang baik
  • Diusahakan sebelum umur pengecatan 1 hari tidak terkena air / hujan.
  1. ilmusipil.com metode kerja kolom gedung
  2. ilmusipil.com metode pemasangan pintu besi
  3. ilmusipil.com Cara pemancangan pondasi tiang pancang
  4. ilmusipil.com metode pemasangan baja ringan
  5. ilmusipil.com metode kerja pemasangan plafond
  6. ilmusipil.com Metode cara pemasangan waterproofing membrane
  7. ilmusipil.com Memahami Konsep Bangunan Hijau
  8. ilmusipil.com Mengerjakan proyek bangunan saat musim hujan
  9. ilmusipil.com cara membuat batako
  10. ilmusipil.com cara cor nad keramik yang baik
  11. ilmusipil.com PEMBONGKARAN BEKISTING dan PERAWATAN KOLOM
  12. ilmusipil.com PABRIKASI BEKISTING BALOK DAN PELAT LANTAI
  13. ilmusipil.com kontrak kerja proyek konstruksi
  14. ilmusipil.com Daftar kesulitan dalam membuat kurva S
  15. ilmusipil.com pembangunan gedung bertingkat
  16. ilmusipil.com Konstruksi Berkelanjutan
  17. ilmusipil.com waller beam lantai basement
  18. ilmusipil.com cara waterproofing beton
  19. ilmusipil.com Cara Memasang Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat

5 Comments

Add a Comment
  1. Kalo mau ngecat mah, gk usah pake teori,, tukang bangunan aja bisa..
    jangan memperumit keadaan, itu intinya.. :D

  2. bagaimana cara membersihkan plamir di tembok yang baru di terpasang ( dengan bahan yang termurah & tembok bisa bersih lagi dari plamir). aku tunggu segera jawabanya. tks

  3. Bagi ilmu dong…untuk tembok bagian luar yang langsung kena sinar matahari vernis yang bagus pakai apa ya…?supaya tidak mudah mengelupas….? Dan tahan lama…makasih..

  4. gimana cr pengecatan pd tembok baru yang agak lembab,bahan pa ja yg hrs saya gnkan? tembok sdh saya keringkan dr acian slm 2,5 bln. trims…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ilmusipil.com © 2009 - 2014IlmuSipil.com