Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

teknik sipil Cara pengawetan kayu bahan bangunan

Sebuah konstruksi kayu yang kokoh perlu dihitung secara teliti dalam perencanaanya agar dapat diketahui dimensi kayu yang kuat serta ekonomis, struktur kayu yang kuat belum tentu bertahan lama jika tidak dilakukan pengawetan kayu sebelum dipasang maupun masa perawatan, hal ini tentu dapat menyebabkan pengeluaran biaya ganda untuk sebuah bagunan, berikut ini beberapa cara pengawetan kayu yang mungkin bisa dilakukan.

cara pengawetan kayu adalah:


Pengawetan kayu dengan Cara Pemulasan dan penyemprotan

Cara pengawetan yang paling sederhana dan menghasilkan pengawetan yang kurang baik karena van pengawet yang masuk dan diam pada kayu hanya sedikit serta van pengawet mudah luntur. Keuntungannya hádala : alat yang digunakan sederhana, mudah penggunaannya dan murah. Dianjurkan hanya dipakai sementara, serangan perusak kayu tidak ganas dan untuk pengawetan kayu yang sudah terpasang. Contohnya memberi lapisan cat pada kayu, melabur kayu dengan ter, dll.

Pengawetan kayu dengan Cara Rendaman

Kayu direndam dalam bak larutan bahan pengawet yang telah ditentukan kepekatannya selama beberapa hari. Kayu harus terendam semua.

Ada tiga cara pengawetan dengan rendaman, yaitu : rendaman dingin, rendaman panas dan rendaman panas-dingin.

Bahan pengawet yang digunakan berupa garam.

Keuntungannya : Penetrasi dan retensi van pengawet lebih banyak, kayu dalam jumlah banyak dapat diawetkan bersama, larutan dapat digunakan berulangkali.

Adapun keruguian pengawetan kayu dengan cara rendaman adalah :waktunya lama terutama rendaman dingin, peralatannya mudah kena karat, pada proses rendaman panas kayu dapat terbakar dan kayu basah sulit diawetkan dengan cara ini.

Pengawetan kayu dengan Cara Tekanan dan vakum (cara modern)

Keuntungannya : penetrasi dan retensi bahan pengawet tinggi sekali, waktunya singkat dan dapat mengawetkan kayu basah atau kering.

Kerugiannya adalah : biayanya mahal, perlu ketelitian tinggi dan hanya digunakan untuk perusahaan komersiil.

Menurut cara kerjanya, proses ini dibagi menjadi :

  1. Proses sel penuh, dimana pada proses ini bahan pengawet mengisi seluruh lumen sel kayu.  Metode sel penuh ada 2 cara yaitu metode bethel dan Bernett.
  2. Proses sel kosong, yaitu bahan pengawet hanya mengisi ruang antar sel kayu. Ada dua cara yaitu cara Rueping, menggunakan tekanan awal 4 atmosphere dinaikkan sampai dengan 8 atm. Cara kedua yaitu cara Lawry menggunakan tekanan awal 7 atm.

Urutan cara kerja proses sel penuh, yaitu :

  1. Kayu dimasukkan ke dalam tangki tertutup rapat.
  2. Dilakukan pengisapan udara (vakum) dalam tangki dengan tekanan 60 cm/Hg ± 90 menit.
  1. Sambil divakum, bahan pengawet dimasukkan ke tangki sampai penuh.
  2. Setelah tangki penuh, vakum dihentikan diganti dengan proses tekanan ± 8 – 15 atmosphere ± 2 jam
  1. Tekanan dihentikan, bahan pengawet dikeluarkan
  2. Dilakukan vakum terakhir ± 40 cm/Hg ± 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari bahan pengawet.

Urutan cara verja proses sel kosong :

  1. Kayu dimasukkan ke tangki tertutup rapat.
  2. Langsung diberi tekanan ke dalam tangki ± 4 atmosphere ± 10 – 20 menit.
  3. Bahan pengawet dimasukkan ke dalam tangki sampai penuh.
  4. Tekanan ditingkatkan sampai 7-8 atmosphere selama 2 jam.
  5. Tekanan dihentikan, bahan pengawet dikeluarkan
  6. Dilakukan vakum terakhir ± 60 cm/Hg ± 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari bahan pengawet.

begitulah kurang lebih cara pengawetan kayu sebagai bahan bangunan, jika ada trik dan tips lain bisa dimasukan dibawah. :-)

ilmu sipil
  1. Jenis cacat kayu bahan bangunan
  2. sifat fisik dan mekanik kayu bahan bangunan
  3. KAYU DAN BAJA RINGAN
  4. cara penyambungan bambu dan kegunaannya
  5. fungsi bagian kayu bahan bangunan

9 Komentar

Komentari

*
*