Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

Cara Pembuatan benda uji untuk tes beton

Cara pembuatan benda uji untuk tes beton cukup sederhana namun tetap perlu memeperhatikan beberapa hal agar tes beton yang akan kita lakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. secara umum terdapat dua macam jenis benda uji beton yaitu:

  • Kubus beton ukuran panjang 15 cm lebar 15 cm tinggi 15 cm.
  • Silender beton ukuran diameter 15 cm tinggi 30 cm.

Pada perhitungan nilai kuat tekan beton umur 3 sampai 28 hari perlu dilakukan konversi ke keumur 28 hari, dan konversi benda uji kubus ke silinder, keterangan selengkapnya dapat dilihat pada artikel yang secara khusus membahas tentang tabel konversi kuat tekan beton :-) berikut ini uraian cara membuat benda uji misalnya mau dibuat 4 buah

 

TUJUAN PERCOBAAN
Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan beton yang keras dalam bentuk kubus dan silinder ( masing-masing empat buah ), yang akan digunakan sebagai benda uji dalam pemeriksaan kekuatan tekan beton.

PERALATAN

  • Cetakan dari baja berbentuk kubus dan silinder masing-masing 4 buah.
  • Meja penggetar.
  • Pisau perata.
  • Sendok.
  • Bak perendam atau karung basah.
  • Alat bantu lainya.


PROSEDUR PERCOBAAN PEMBUATAN BENDA UJI

  • Cetakan dibersihkan dan dilumasi dengan minyak.
  • Adukan dimasuukan kedalm cetakan dengan menggunakan sendok semen, dan dipadatkan dengan meletakkan cetakan diatas meja penggetar sampai permukaan adukan beton terlihat basah dan tidak ada gelembung udara yang naik kepermukaan.
  • Permukaan adukan diratakan dengan menggunakan pisau perata.
  • Setelah itu setiap cetakan diberi tanda ( nomor kelompok dan group ) serta dicatat tanggal percobaannya.

benda uji tes beton

Untuk download file ini dalam microsoft word 2003 klik

http://www.ziddu.com/download/7748371/PEMBUATANDANPERSIAPANBENDAUJItesbeton.doc.html

Benda uji yang sudah jadi tersebut kemudian siap digunakan untuk keperluan tes beton, Dengan membuat benda uji yang bagus diharapkan bisa mendapatkan ketelitian maksimal dalam melakukan kegiatan tes beton :-) sehingga beton yang digunakan sebagai bahan bangunan benar-benar mempunyai kriteria dan kekuatan sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya karena meskipun terlihat sepele namun kesalahan dalam membuat benda uji dan tes kuat tekan beton dapat menyebabkan kekuatan bangunan dibawah kuat rencana, hal ini berarti keruntuhan bangunan yang mengancam keselamatan orang banyak.

  1. ilmusipil.com DOUBLY REINFORCED BEAM DESIGN
  2. ilmusipil.com pemeriksaan berat isi agregat
  3. ilmusipil.com Memanfaatkan sisa cor beton pada proyek besar
  4. ilmusipil.com Cara membuat bestat besi tulangan
  5. ilmusipil.com ACI Mix design Procedure
  6. ilmusipil.com cara pengetesan tulangan besi beton
  7. ilmusipil.com analisis specific graviti dan penyerapan agregat kasar
  8. ilmusipil.com Pengertian Beton adalah
  9. ilmusipil.com Cara membuat kolom beton bertulang
  10. ilmusipil.com Struktur plat lantai beton full precast
  11. ilmusipil.com Tabel konversi beton 3 sampai 28 hari
  12. ilmusipil.com pemeriksaan kadar organik dalam agregat halus
  13. ilmusipil.com pemeriksaan kadar air pada agregat
  14. ilmusipil.com cara tes kuat tekan beton
  15. ilmusipil.com pekerjaan MASS CONCRETE beton volume besar
  16. ilmusipil.com ANALISIS SPECIFIC GRAVITY DAN PENYERAPAN AGREGAT HALUS
  17. ilmusipil.com Klasifikasi Agregat
  18. ilmusipil.com analisa saringan agregat kasar dan halus
  19. ilmusipil.com Plat lantai komposit baja dan beton metode bondek

4 Comments

Add a Comment
  1. Ini untuk tes beton jenis apa ya, kuat tekan kah? Mau tanya, boleh tdk tes kuat tekan beton hanya pada hari ke 28 saja?
    Terima kasih :)

    1. Sebenarnya boleh saja pak, karena memang yang ingin diketahui dari test uji tekan beton adalah nilai kuat tekan beton apakah memenuhi persyaratan dari kuat rencana kita. biasa sering dilakukan 7 hari dan 28 hari saja pak. tapi pada hakikatnya kalo test 28 hari sesuai kekuatan rencana ya tidak masalah. :)

  2. ndak jelas penulis nya … ndak dklo kubus harus berapa lapis? dan berapa tusukkannya? dan
    alat penusuknya menggunakan besi dia diameter berapa ? demikian juga untuk silinder harus jelas jangan sepotong dan uraian itu dan menurut saya untuk konversi ke 28 hari itu tdk realistis dan digunakan sebagai ancar2 saja jadi klo menurut saya harus berpegangan pada usia 28 hari…. dan untuk penghitungannya jg dibedakan utk K ( benda bentuk kubus ) dan fc ( benda bentuk silinder ) karena spek sekarang udh mengacu ke fc ( Silinder )

    1. sekarang sudaha ada alat cetak yang dari plastik pak awang, saya lihat ada supplier beton yang sudah pakai itu, lebih murah dan memang lebih mudah untuk melepas beton ( dengan pompa). dan memang benar, tidak menjamin jika uji umur 7 hari masuk maka hasil 28 hari pasti juga masuk, saya pernah mengalami di proyek saya pak..hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ilmusipil.com © 2009 - 2014IlmuSipil.com