Cara menghitung kebutuhan pasir dan semen

Pekerjaan bangunan dengan konstruksi beton bertulang membutuhkan material pasir dan semen sebagai bahan utama, selain itu pekerjaan pasangan dinding batu bata juga memerlukan kedua buah material ini. Semen berfungsi sebagai bahan pengikat pasir sehingga tercipta adukan beton yang dapat mengeras menjadi batu, semen yang sudah dicampur air dapat melekatkan bahan bangunan disekitarnya. Disini kita akan menjelaskan sebuah tutorial sederhana tentang cara menghitung kebutuhan pasir dan semen semoga bermanfaat bagi yang sedang memikirkan berapa jumlah material yang harus dibeli dalam melakukan pembangunan 🙂

 

Disini kita buat perhitungan pada salah satu pekerjaan bangunan yang sering dilaksanakan yaitu pasangan dinding batu bata. Untuk dapat menghitung kebutuhan pasir dan semen kita perlukan data luas pasangan batu bata dan koefisien analisa harga satuan yang cara mencarinya sudah kita bahas pada artikel sebelumnya berjudul “Cara menghitung koefisien analisa harga satuan bangunan“, Misalnya kita buat contoh seperti ini

  • Pemasangan dinding batu bata 6 m x 3 m maka luasnya adalah 6 x 3 = 18 m2
  • Kita cari data analisa harga satuan pekerjaan pasangan batu bata per m2

Analisa kebutuhan bahan pada pasangan dinding batu bata dengan perbandingan adukan 1 semen : 5 pasir dalam 1 m2

SNI 6897:2008 No.6.10 : Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP

  • 9,68 kg semen
  • 0,045 m3 pasir pasang
  • 70 bh batu bata

Data koefisien analisa harga satuan pekerjaan lainya bisa dilihat di website AnalisaHarga.com

Data diatas hanya sebagai contoh yang nilai koefisienya dapat berbeda-beda sesuai standar perhitungan yang digunakan seperti SNI atau RAB rahasia masing-masing perusahaan.

 

Cara menghitung kebutuhan pasir

pasir

Dari data analisa harga satuan diatas dapat kita ketahui bahwa untuk melaksanakan pasangan batu bata seluas 1 m2 membutuhkan pasir sebanyak  0,05 m3 per m2, pasangan batu bata yang kita kerjakan seluas 18m2.

Jadi total kebutuhan pasir  = 0,045 m3/m2 x 18 m2 = 0,81 m3

Jika kita hendak membeli ke toko bangunan dalam satuan truck colt kapasitas 1 m3 maka dapat kita hitung jumlah pasir yang harus dibeli yaitu 0,81 m3 : 1 m3 = 0,81 truck colt

Jadi kebutuhan pasir adalah 0,81 m3 atau 0,81 truck colt, Nah.. berdasarkan perhitungan tersebut maka kita bisa membeli pasir sebanyak satu Colt.

 

Cara menghitung kebutuhan semen

semen portland

Pada Prinsipnya cara perhitungan sama dengan waktu mencari jumlah pasir yaitu koefisien analisa harga satuan semen pada pasangan dinding batu bata per m2 dikalikan volume luas dinding yang akan dipasang yaitu

Kebutuhan semen = 9,68 kg /m2  x 18 m2 = 174,24 kg

Jadi kebutuhan semen dalam satuan zak jika isi per kantong 50 kg maka dibutuhkan 174,24 kg : 50kg = 3,4848 zak.

 

Jadi untuk dapat menghitung kebutuhan pasir dan semen dibutuhkan dua data penting yaitu koefisien analisa harga satuan dan volume pekerjaan, kecuali jika sudah mempunyai pengalaman berulang-ulang sehingga dapat memperkirakan dilapangan misalnya untuk memasang batu bata seluas sekian biasanya membutuhkan sekian zak semen, namun untuk laporan tertulis tetap lebih teliti jika menggunakan koefisien analisa harga satuan bangunan untuk mencari kebutuhan material.

 

Begitulah kurang lebih cara menghitung kebutuhan pasir dan semen menggunakan koefisien analisa harga satuan, begitu juga dengan kebutuhan batu bata langsung dapat dicari dengan mengalikan 70 bh/m2 x 18 m2 = 1260 bh. cara lain yang banyak digunakan oleh pemborong yaitu berdasarkan pengalaman dalam mengerjakan suatu pekerjaan, pengalaman melaksanaan pekerjaan ini akan lebih tepat jika dijadikan sebagai pedoman dalam membuat analisa harga satuan, analisa ini biasanya menjadi rahasia masing-masing kontraktor dalam menentukan harga borongan sehingga bisa dikatakan sebagai kunci daya saing pemborong 🙂

70 Comments

  1. kangman 8 April 2012
  2. MH 8 April 2012
  3. mugi 8 April 2012
  4. AW 9 April 2012
    • ilmusipil 9 April 2012
    • Bs 22 April 2014
    • riyanto 24 July 2017
  5. AW 9 April 2012
  6. petra 13 April 2012
  7. susamto,ST 9 May 2012
  8. man 23 June 2012
  9. eny 9 July 2012
  10. bowo 13 August 2012
  11. Sonny Isack 4 October 2012
  12. rizalfsa 14 October 2012
  13. uci 17 October 2012
  14. uci 17 October 2012
  15. suci 17 October 2012
  16. Androw 5 November 2012
  17. Fredy M 13 November 2012
    • Anonimous 22 May 2014
    • dede 14 September 2014
    • jiun 24 February 2015
    • reader 5 August 2017
  18. Ir. George HK 14 November 2012
  19. kusnadi 18 January 2013
  20. wawan 25 January 2013
  21. kausar 25 January 2013
  22. raden siswanto 3 March 2013
  23. raden siswanto 3 March 2013
  24. Sugenk 3 March 2013
  25. TUKANG BATU 3 March 2013
  26. agus tantan 5 March 2013
    • agus riswadi 5 March 2013
  27. muhamad muslich 10 April 2013
  28. ZULKARNAIN 30 April 2013
  29. ismu 30 April 2013
  30. Iwan Ortega 6 June 2013
  31. Iwan Ortega 6 June 2013
  32. Chamot 24 August 2013
  33. Anto 6 October 2013
    • fino 25 April 2015
  34. Tri 29 March 2014
  35. irawan 15 April 2014
  36. Faiz 19 May 2014
  37. Anonimous 22 May 2014
  38. zaenal 5 June 2014
  39. dani 17 September 2014
  40. julio 21 September 2014
  41. badrus 3 October 2014
  42. rizal 10 February 2015
  43. komanh bagiasa 26 February 2015
  44. sutarli 7 March 2015
  45. Udje 29 April 2015
  46. jati permana 28 September 2015
  47. rambo 29 September 2015
  48. Dika hanggara 4 October 2015
  49. Pudji 20 October 2015
  50. Asep buchori 20 November 2015
  51. Asep buchori 20 November 2015
  52. tuteng kurnia 29 November 2015
  53. andrian 13 December 2015
  54. carles 2 May 2016
    • Ahadi 2 May 2016
  55. Umar 10 May 2016
  56. Den bagus 28 May 2016
  57. aynovan 29 May 2016
  58. Liana 21 July 2016
  59. Budinur 16 January 2017
  60. anto 20 September 2017

Leave a Reply