cara mengatasi banjir di jakarta

Musim hujan telah datang membawa kebahagiaan bagi sebagaian penduduk karena dengan air hujan tersebut sawah kering kembali subur namun ada juga yang merasa sesak nafas dengan kedatangan air hujan :-) contohnya bagi warga yang rumahnya berada di komplek langganan banjir sehingga perlu menyiapakn berbagai hal yang merepotkan untuk mengatasi banjir tersebut, khusunya kota jakarta yang bagi sebagian penduduk sudah mempunyai hitungan kapan banjir akan datang dengan istilah banjir tahunan atau banjir lima tahunan, pemerintah dengan berbagai solusinya telah berusaha mengatasi banjir di kota jakarta dengan beberapa cara yang secara keseluruhan sudah mampu mengurangi bencana banjir meskipun belum semuanya bersih secara tuntas, hal ini juga berlaku untuk kota kota lainya di indonesia dari sabang sampai merauke, dari ujung aceh sampai ujung papua memerlukan upaya-upaya yang tepat untuk mengatasi bencana banjir.

 

Lalu bagaimana cara mengatasi banjir? bagi yang punya ide silahkan dituangkan :-) sebagai permulaan hal-hal berikut ini mungkin bisa jadi bagian dari berbagai cara yang mungkin untuk dilakukan sebagai upaya mengatasi banjir yang dalam hal ini kita ambil contoh di kota jakarta ibu kota negara Indonesia.

 

Pembangunan Sungai alur banjir ( Flood Way )

Pembuatan jalur sungai baru untuk memperlancar perjalanan air dari dataran tinggi menuju dataran rendah bisa jadi solusi untuk mengatasi bencana banjir yang diakibatkan kurang maksimalnya jaringan sungai yang tersedia untuk memungkinkan air hujan berjalan tanpa hambatan atau istilah hidrologinya debit sungai lebih dari curah hujan yang turun dan harus dialirkan melalui sungai tersebut, pemerintah sepertinya sudah melakukan hal ini dengan membangun sungai banjir kanal timur dan banjir kanal barat di jakarta dan ada juga sungai dombo sayung di demak serta pembangunan flood way di seluruh daerah indonesia lainya sebagai upaya untuk mengatasi banjir.

 

Pembuatan bendungan air laut

Hal ini dilakukan apabila kota yang mempunyai resiko terkena bencana banjir berada pada elevasi sama atau dibawah permukaan air laut sehingga memungkinkan air pasang untuk masuk ke daratan sehinga menyebabkan banjir, bendungan bisa jadi solusi dalam situasi ini seperti negara belanda yang membuatnya karena ketinggian negaranya mempunyai resiko banjir akibat pasang air laut.

 

Membangun rumah panggung

Solusi ini dilakukan untuk perorangan meskipun tidak berguna untuk mencegah banjir namun cara ini bisa jadi solusi untuk menyelamatkan barang-barang rumah tangga dari genangan air banjir, rumah panggung dari zaman dahulu sudah sering digunakan untuk mencegah berbagai bencana seperti serangan dari hewan buas.

 

Budaya menjaga kebersihan

Sosialisasi untuk menjaga kebersihan serta berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan khusnya disungai merupakan upaya untuk menjaga kebersihan sungai dari sampah yang dapat menyumbat atau mengendap sehingga memperlambat jalanya air, air yang tidak tertampung tentu dapat meluber menciptakan bencana banjir.

 

Untuk mengatasi banjir di jakarta atau kota-kota lainya tentu masih terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan sehingga mendapatkan hasil yang terbaik, bagi yang hendak menambahkan silahkan dilanjut dibawah :-)

cara mengatasi banjir di jakarta | Ahadi | 4.5
37 Comments
  1. 3 years ago
    Amir geologi

    Ass Salam geologi. . Hal yng harus di cegah adalah hal2 yng menyebAbKn bnjir tesRbT (kawan-kawan sudah tau it) trus buat lah kebjakn agar masyrkt tidak mengGunakan air tanah lg, karna it menybBkn batu akan mengalami penurunan yng siGnifikan. HAL yng harus

    Reply
  2. 3 years ago
    Fantho W'haz

    salah satu tips mencegah banjir adalah penghijauan……..

    Reply
  3. 2 years ago
    Budi

    Usaha lain yang mungkin dengan mudah untuk mengatasi banjir di kota2 di Indonesia termasuk Jakarta yaitu dengan biopori. Tehnologi sudah ada, pembuatan mudah dan murah serta dapat dikerjakan siapa saja. Biopori ini selain untuk mengatasi banjir juga dapat untuk mencegah kekuarangan air tanah.
    Setiap rumah dicanangkan untuk membuat biopori 5-10 buah saja baik dipekarangan rumah ataupun di pinggir jalan di depan rumah. Lebih banyak lebih baik. Pemasalahannya hanya sederhana, apakah mau atau tidak membuatnya. Tehnologi biopori ini sudah cukup lama ada, tapi sayang hanya sedikit yang peduli dan memanfaatkannya.
    Jika peduli dengan keluarga, tetangga dan masyarakat segera dilakukan saja, tidak perlu menunggu instruksi atau bantuan pemerintah dan dapat dilakukan secara bergotong-royong. Dan akan lebih baik dilakukan sebelum musim hujan, sehingga saat musim hujan sudah siap beroperasi. Semoga bermanfaat. (JJC-Jogja)

    Reply
  4. 2 years ago
    Sandika Hendi

    menurut saya sistem drainase pada jalan harus diperhatikan dengan baik, serta di lain pihak harus ada kesadaran membuang sampah pada tempat. penyebab rusaknya drainasi jalan yaitu biasanya kurangnya pemeliharaan saluran.

    Reply
  5. 2 years ago
    otoy surotoy

    solusi penanganan banjir
    mengubah gerak aliran sungai konvensional ke gerak sungai volume dengan sistym trap..dengan modivikasi ujung trap yang disesuaikan dengan sungai awal.. misalnya lebar sungai 15M kedalaman sungai 3M…ketika air sungai penuh bentuk pisik air adalah 3Mx15M..ini bisa di buat menjadi hanya 25 cm..3M/0.25cm=12… 15Mx12=180M..ini harus terbentuk sebagai pintu arus aliran dengan modipikasi ini bisa dilakukan…saya perlu rekan untuk diskusi silahkan koment..

    Reply
  6. 2 years ago
    Enha Loveli Leo'kin

    salah satuh mengantisipasi banjir adalah memperbanyak vegetasi

    Reply
  7. 1 year ago
    salma

    manusianya juga sihhh

    Reply
  8. 1 year ago
    profesorcilik.wordpress.com

    Semuanya cara mengatasi banjir diatas dan pendapat yang lain harus kita lakukan. Yang paling sederhana adalah menampung air hujan dengan beberapa ember. Kalau ada banyak uang bisa membuat atap berumput atau green roof.

    Reply
  9. 1 year ago
    profesorcilik.wordpress.com

    Semuanya cara mengatasi banjir diatas dan pendapat yang lain harus kita lakukan. Yang paling sederhana adalah menampung air hujan dengan beberapa ember. Kalo semua rakyat Indonesia meletakan 2 ember ketika hujan, maka akan terkumpul 90 juta x 20 liter air atau 1800 juta liter air hujan. Kalau ada banyak uang bisa membuat atap berumput atau green roof.

    Reply
  10. 1 year ago
    amatsoleh

    cara mengatasi banjir di jakarta menurut saya ada beberapa langkah yan harus dilakukan oleh pemda dki yaitu dengan cara membuat waduk diperbanyak mulai dari pertengahan DAS (daerah aliran sungai) jika saja pemda dki punya 10 waduk air atau lebih saya yakin itu bisa mengurangi debet air dari daerah aliran sungai paling tidak ada fungsi lain selain dari penampungan air bisa untuk budidaya ikan seperti menampung air ketika hujan kita sediakan bejana, bejana akan tumpah ketika bejana itu tidak bisa menampung air yang terjadi saat ini seperti itu membangun waduk di jakarta sifatnya hanya resapan saja namun jika air kita bendung dari atas daerah aliran sungai debetnya bisa kita atur sehinga jakarta diharapkan tidak banjir sebuah gambaran aliran sungai seperti tulang iga yangmenyangga daripada tulang belikat samping kanan kiri diibaratkan seperti waduk yang akan membagi air,nah ini untuk antisispasi banjir kiriman untuk wilayah dki sendiri harus ada peraturan dimana setiap pembangunan gedung atau rumah mewah, aparteman harus ada ketentuan membangun besmen untuk penampungan air dimana itu bisa sebagai tandon air atau untuk kepentingan siram tanaman sementara itu usul saya tapi jika ada yang mengajak berdiskusi dengan saya barang kali kita bisa temukan solusi bersama.

    Reply
  11. 1 year ago
    kirwanto

    Tiada guna membicarakan kesalahan. Solusi memecahkan masalah itu yg penting. Klo saya tidak ada cara lain yaitu fokus dari daerah terendah. Maksimalkan drainase. Jika dgn pengerukan endapan sampah msh blm optimal. Pembuatan saluran baru adalah harga mati. Cost pasti tinggi tp klo tidak ada yg brni selamanya akan seperti ini. Yg ada cuman diskusi masyarakat kenyang makan jaji nol realisasi.fokus satu demi satu titik genangan Selesaikan sampai tuntas satu kali krj langsung jadi jgn setengah2 bolak balik itu2 aja yg di krj, buang dana sia sia. Penghijaun dan daerah resapan di belantara hutan beton memang dpt mengurangi debit air. Pertaannya berapa persen…? Menurut saya itu tiada guna. Buat saluran baru dan lebarkan yg ada.

    Reply
  12. 1 year ago
    achmad

    bagi daerah langganan banjir, separuhnya di gali untuk waduk danau buatan,
    sisa galian untuk meninggikan tanah 2 atau 3 meter, yang selanjutnya dibangun rumah susun , masing tingkat di beri jalan lingkar , sehingga nanti di jakarta ada ratusan danau -danau buatan yang dilengkapi taman kota /hutan kota , kalau musim kemarau warga jakarta tak kekurangan air dan kalau musim hujan tak akan kebanjiran ………………………oky …. apa anda setuju ,,,,,,,,,?????

    Reply
  13. 12 months ago
    yoga

    semua pada ngerumus trus yg bekerja di TKP siapa?? Jgn harapkan pemrintah.. Jakarta tempat kita tinggal mari kita atasi bersama dan biarkan pemerintah memenuhi fasilitasnya

    Reply
  14. 12 months ago
    m abil arqam

    cara mengatasi banjir adalah membuat daerah resapan air, tetapi kalau di Jakarta kayaknya gak bisa, karena udah banyak banget bangunan dan beton-beton yang membuat tidak adanya daerah resapan air.

    Reply
  15. 5 months ago
    Jumhari(FT SIPIL 99)

    Coba dibuat per pres(harus dilaksanakan) yg intinya mewajibkan setiap bangunan besar dan tinggi (apartemen,mall,perkantoran,dll) untuk membuat sumur bor artesis(kedalaman 100-300mtr dgn pipa 4-6inci) agar air hujan yg turun dari langit bisa di tampung dengan membuat bak penampungan sementara(bisa digunakan terlebih dahulu) baru dialirkan secara gravitasi lewat sumur artesis menuju sungai bawah tanah sehingga mampu menjaga cadangan air tanah di musim kemarau.
    kekuatan alam tidak bisa dilawan, kita hanya bisa mengembalikan nya kepada alam itu sendiri.

    Reply
  16. 4 months ago
    jakartasatu.co

    informasinya sangat membantu. Semoga banjir Indonesia dapat dengan cepat teratasi dan masyarakat terus menjaga keseimbangan alam aagr tidak terjadi banjir lagi.

    Salam jakartasatu.co

    Reply

Beri Komentar

Alamat Email tidak akan ditampilkan.

*